DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )

DUA GARIS MERAH GADIS BISU ( Za-Ga )
DNA palsu


__ADS_3

Anggi mengambil bebrapa uang Hasta dan membawa beberapa potong pakaian yang baru saja Hasta bawa. Tidak lupa mantel untuk melindungi dari hawa dinginnya malam ini. Anggi segera meninggalkan nya setalah Anggi memakai pakaian yang agak tertutup mantel hangat.


...🌶🌶...


"Pa.. Papaaa.. Ini Anggi paaa." teriak Anggi sambil mengetuk pintunya


Dari tadi Anggi sudah mengetuk pintunya beberapa kali. Namun sang papa belum juga membuka pintunya.


"Pa.. Ini Ang..."


Ceklek..


Pintunya di buka dari dalam. Dan terlihat lah wanita muda yang masih cantik berdiri di depan Anggi.


"Siapa anda? Kemana papa saya, kenapa anda bisa tinggal dirumah papa saya." tanya Anggi. Setelah di tinggal mamanya masuk penjara apakah papa sudah menikah lagi? papa tidak setia pada mama, batin Anggi


"Maaf, mbak ini siapa? Dan mencari siapa?" tanya nya


"Saya putri dari pemilik rumah ini. Dan pasti anda istri baru papa saya kan.?" tanya Anggi


"Siapa sayang." tanya seorang pria dari dalam.


"Ini loh say. Ada gadis kecil mencari pemilik rumah ini." jawabnya


Pria itu segera keluar. Lalu menyembulkan kepalanya. Karena hanya memakai boxer.


"Ohh, mungkin pemilik rumah ini dulu, namanya pak Daniel?" tanya pria itu


"Iya, dia papa saya, dimana papa saya sekarang?" tanyanya


"Kenapa anda yang menempati rumah ini?"


"Maaf dek. Rumah ini sudah di jual satu bulan yang lalu. Dan pak Daniel sudah pindah. Kami tidak tau pak Daniel pindah kemana." jawabnya


Anggi lemas, tidak tau harus kemana. Papanya sudah pergi meninggalkan dirinya.


Mau kerumah Yeza, itu tidak mungkin karena dirinya belum tau rumah Yeza. Anggi berjalan kembali di gelapnya malam. Yang hanya di terangi oleh cahaya lampu dari pinggir jalan.


"Mama, iya masih ada mama disini. Aku harus mengunjungi mama." gumamnya


Anggi segera berpamitan pada pemilik rumah yang baru.


Anggi segera menghentikan taxi yang lewat. Setelah mendapat taxi, Anggi segera masuk dan segera menuju ke rumah tahanan di mana mama berada.


Sekitar 20 menit.


Anggi sudah berada di depan kantor polisi. Anggi segera masuk dan bertanya pada penjaga.


Anggi duduk di bangku menunggu mamanya keluar.


"Anggi.." panggilnya

__ADS_1


"Mamahh.. " teriak Anggi.


Anggi langsung berlari menghampiri mamanya.


Mereka saling memeluk. Menangis sama sama menangisi nasib mereka.


"Kau ke mana aja sayang,?" tanya Desi.


Anggi masih menangis dalam dekapan mamanya.


"Ma, tante Leni meninggal karena serangan jantung." ucap Anggi


"Leni siapa nak, mama tidak kenal." jawabnya


"Mama Rendi." jawabnya


Sesi baru ingat jika waktu itu Desi mendatangi rumah Rendi dan mengatakan jika Rendi sudah memperlakukan buruk putrinya


"Oh" jawabnya


"Dan om Hasta." jawabnya lagi. Anggi kembali menangis terbayang kembali cara pria itu memperlakukan Anggi.


"Hasta? Siapa? " tanyanya lagi. Banyak yang tidak di ketahui oleh Desi tentang putrinya.


"Dia, dia papa Rendi ma. Dia yang sudah menyekap Anggi dan menjual Anggi." ucapnya dengan suara parau. Hampir tidak bisa di dengar oleh Desi.


Desi menangis tergigit saat mendengar pengakuan dari putrinya. Perbuatannya kini sudah di balas. Dan putrinya yang harus menanggung semuanya.


Anggi semakin mengeratkan pelukan pada Desi.


"Anggi tidak tau mau tinggal di mana ma." ucapnya kemudian


"Apa Daniel mrngusirmu?" tanyanya


Anggi menggeleng. "Papa udah pindah. Rumah itu sudah di jual. Anggi tidak tau papa pindah kemana." jawabnya


Desi kembali merasakan betapa perihnya hatinya saat ini. Mendengar kenyataan jika putrinya sudah tidak memiliki siapa siapa di luar sana.


Desi menangis kembali. Membayangkan akan nasib putrinya. "Akankah aku harus memberi tau kenyataanya jika Anggi bukanlah anak Daniel? Bagaimana kehancuran gadis malangnya ini setelah tau." batinnya


Desi kembali memeluk dengan erat tubuh kurus Anggi. "Maafin mama nak." ucapnya lirih


"Mama tidak bersalah. Ini juga karena Anggi yang tidak pernah mendengarkan nasihat papa." jawabnya


"Jam kunjung sudah habis." ucap Seorang penjaga.


Anggi segera melepas pelukan mamanya. Begitu juga dengan Desi.


"Kau akan tinggal di mana nak?" tanya Desi


"Anggi nggak tau mah. Anggi akan pergi meninggalkan kota ini. Anggi nggak mau di tangkap lagi oleh Hasta mah.' jawabnya

__ADS_1


" maafin mama nak. Tidak bisa menjagamu saat ini. Mama berharap kamu bisa menjaga dirimu baik baik. Pergilah sejauh yang kamu mampu." pesan nya kemudian.


Mereka segera memeluk untuk melepaskan kepergiannya, dan mungkin akan bertemu lagi untuk waktu yang tidak mereka tau sampai kapan.


..."***"...


Selama satu minggu ini Dirga uring ringan tidak jelas.


Berkali kali menghubungi nomer Yeza, namun tidak bisa.


Anak buahnya yang selama ini di minta untuk mencari juga tidak berhasil.


Sam juga katanya tidak bisa mengejar Yeza waktu itu.


Dirga semakin putus asa.


Tes DNA yang di lakukan kemarin menyatakan bahwa itu anak Dirga.


Dirga yakin jika dirinya tidak menyentuh Tania malam itu. Tapi kenapa hasil test DNA itu terbukti positif anaknya. Pasti ini ada yang tidak beres. Batin Dirga


Dirga kembali masuk ke kamarnya dan menatap nanar ranjang yang menjadi saksi percintaan mereka. Kebahagiaan dan senyuman Yeza begitu membekas dalam kepalanya.


Desa*an dan ucapan manja nya masih selalu terngiang di telinga Dirga.


"Za, semudah itukah kau melepaskan kenangan kita Za. Aku tidak bisa apa apa tanpamu, lihat Za hari ini dan sejak saat kau pergi aku tidak mengenal lagi Dirga yang dulu." gumamnya lirih.


Dirga melangkah meraba pelan tempat tidur yang kini sepi. Airmatanya lolos tanpa di minta 


"Selemah inikah kau Dirga. Di mana kamu yang kejam dan bengis itu. Hanya karena wanita kau jadi lemah." sisi hatinya berkata begitu.


Suara ponsel Dirga berdering.


"Mama" gumamnya


Dirga tidak ingin mengangkat. Karena Dirga bisa menebak. Pasti memaksa Dirga untuk segera datang kerumah.


Dirga mengabaikan kembali ponselnya 


Lagi lagi ponsel Dirga berdering, karena jengah Dirga pun mematikan nya. Lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


...***...


"Kau ini bagaimana sih Ga. hari ini adalah hari pernikahan mu. Tapi kau belum siap." ucap Cantika.


Walau Cantika tidak menyukai Tania. Semenjak Cantika tau jika Tania sudah mengurusi kehidupan masa lalu keluarganya. Cantika jadi tidak menyukainya.


Namun tidak dengan anak yang ada di perut Tania. Bayi itu berhak mendapat pengakuan dari Dirga. bahwa Dirga adalah ayahnya.


"Ma, anak itu bukan anak Dirga ma. Dirga yakin. dan Dirga akan membuktikan pada mama kalo Dirga benar." ucap Dirga


"Mana percaya sama kamu. Kalo kamu mau membuktikan cepatlah buktikan nak. Sebelum kau menjadi suami Tania." ucap Cantika. Tidak tega melihat putranya yang harus bertangung jawab dengan yang tidak pernah di lakukan.

__ADS_1


"Pasti ma. Dirga akan membuktikan nya."


__ADS_2