
"PUKULAN NAGA LANGIT!!" Ayah Fedrik
Ledakan besar pun terjadi.Entah apa yang terjadi pada guru Besar.Tetapi tiba tiba dari ledakan itu muncul Thunder yang menahan pukulan dari ayah Fedrik.Thunder menahan pukulan itu dengan salah satu tulang dari punggunganya.
"Eeeh..hebat juga kau bisa menahan pukulanku bocah!" Ayah Fedrik
"JURUS KEGELAPAN.KEKUATAN KEGELAPAN.SAYATAN PEMBELAH CAHAYA!" Darkness
Sebuah garis berwarna hitam muncul dan menuju kepada ayah Fedrik.
"KEKUATAN BERLIAN.JURUS BETLIAN.PERISAI BERLIAN!"Nova
Tiba tiba seseorang lagi muncul menghadang serangan dari Darkness. Seseorang itu adalah Nova.Nova adalah salah satu murid paling berbakat yang langsung diberi bimbingan oleh ayah Fedrik.
"Jika kau berani melukai guruku maka aku akan membunuhmu!" Thunder
Thunder mengancam ayah Fedrik
"KEKUATAN EMAS.TOMBAK EMAS PENGHANCUR!" Lery
Lery adalah murid paling berbakat yang dibimbing secara langsung oleh ayah Fedrik.Dan Nova adalah murid yang paling berbakat setelah Lery
"KEKUATAN KEGELAPAN.LUBANG HITAM!" Darkness
Lalu tombak tombak emas yang dikeluarkan oleh Lery pun lenyap terhisap kedalam sebuah lubang hitam.
"Kami juga begitu.Jika kalian berdua berani menyentuh guru kami maka kami juga tidak akan memaafkanmu!" Lery
__ADS_1
Lery kembali mengancam pada 2 saudara.
"Bagaimana kalau begini saja.Guru besar, biarkan kami bertarung melawan mereka berdua." Thunder
"Baiklah jika ayah Fedrik menyetujuinya" Guru besar
"Baiklah aku setuju, tapi ada syaratnya.!" Ayah Fedrik
"Baiklah apa syaratnya?" Thunder
"Jika kalian kalah dari kedua murid andalan ku ini. Maka kalian harus pergi dari akademi ini.Dan tinggalkan pulau ini. Bagaimana?" Ayah Fedrik
"Baiklah...tetapi jika kalian kalah.Fedrik dan teman temannya harus pergi dari akademi ini!"Thunder
"Baiklah... Jangan menyesali keputusanmu.Aku akan menyiapakan arenanya untuk kalian berduel." Ayah Fedrik
"Pertandingannya akan dimulai besok. Bersiaplah!" Ayah Fedrik
Akhirnya ayah Fedrik pun pergi bersama murud muridnya meninggalkan akademi Terartai Putih.
"Akhirnya mereka pergi."Darkness
"THUNDER!!! Apa yang terjadi disini?" Emelie
"Tidak apa apa.Sedang apa kau kemari?"Thunder
"Mmmm...Aku mengkhawatirkan dirimu.Aku dengar disini ada ayah Fedrik yang ingin mengeluarkan kalian berdua dari akademi ini.Itu semua salahku."Emeli
__ADS_1
"Tenanglah... Ini semua bukan salahmu.Ini semua terjadi karena Rudolf mengganggu dan menyakiti orang yang kusayangi.Maka wajar saja jika aku membalas perbuatan mereka." Thunder
"Tapi..."Emeli
"Sudah...tidak perlu khawatirkan aku... aku tidak akan pernah meninggal kan kalian." Thunder
"Mmh...Ba-baiklah...aku akan percaya pada kalian"Emeli
"Baiklah kalau begitu...kalian pergi duluan ke pondok kita.Kami ingin berbicara sebentar dengan Guru besar." Thunder
"Baiklah.Aku duluan." Emeli
Emeli pun pergi meninggalkan mereka.
"Thunder...apa kau sudah mempertimbangkan semuanya.Konsekuensinya." Guru besar
"Tentu saja, kami berdua sudah mempertimbangkan semuanya dengan matang." Thunder
"Bukan kami tapi kau bodoh!" Darkness
"Eeh..."Thunder
"Kau yang bertaruh bukan aku.Tapi kali ini aku setuju dengan mu.Aku tidak suka melihat guru kita di ancam.Tapi lain kali jika terjadi hal seperti ini lagi kau harus mempertimbangkannya duku dengan ku setelah itu baru ambil keputusan!"Darkness
"Ah...ya. Maaf. Soalnya tadi aku benar benar marah melihat guru kuta diancam.Aku ingin mebunuhnya menghancurkannya."Thunder
"Baiklah tidak akan terjadi suatu hal buruk jika kalian bekerja sama.Persiapkan diri kalian untuk besok." Guru besar
__ADS_1