
"Aku pikir tadi aku sudah masuk? Apa hanya perasaanku saja ya? Haha!.. " Ucap Darkness sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aku juga pikir begitu loh! " Ucap Liana.
Disaat mereka berdua mencoba kembali untuk masuk tiba-tiba Thunder menghentikan langkah mereka.
"Tunggu! Jangan dulu masuk, aku pikir disini ada yang aneh! " Ucap Thunder mulai waspada.
"Hah? Memangnya apa yang aneh? " Tanya Liana tidak percaya kepada ucapan Thunder.
Liana pun kembali mencoba masuk ke dalam toko.
"Tunggu Liana! Jangan dulu-. " Darkness menghentikan peringatannya karena Liana tidak mendengarkannya sama sekali.
"Bagaimana ini Thunder? Liana bergerak sendirian! " Ucap Darkness khawatir.
"Tidak apa apa! Justru dengan dirinya kita akan tahu di mana keanehan ini berasal, apakah diluar? Atau didalam? " Ucap Thunder.
"Eh? Kenapa aku ada disini lagi? Padahal tadi aku sudah masuk? Apa aku berhalusinasi tidak yah? " Liana bertanya kepada dirinya sendiri.
"Tidak! Kau tidak sedang berhalusinasi! Ini adalah sihir ruang! Sihir yang merepotkan! " Ucap Thunder.
Darkness pun mulai ikut waspada setelah melihat Liana yang begitu saja langsung ada dibelakangnya setelah dia masuk ke dalam toko.
Sedangkan Liana masih terus berusaha untuk mengerti akan situasinya sekarang.
"Jadi, bagaimana agar kita bisa bebas dari dalam sihir ruang ini? " Tanya Liana.
"Itu sangat mudah! " Ucap Thunder sambil tersenyum.
"Kita hanya perlu menghancurkan ruang ini dengan kekuatan matamu! Darkness! " Ucap Thunder.
"Oh begitu! Baiklah! "
Mata kiri Darkness langsung berubah.
Wush!. Seluruh tubuh Darkness langsung memancarkan energi sihir yang berwarna hitam pekat. Tanduk muncul di kepala bagian kirinya seperti Thunder saat melawan Frost dulu.
"Aku tidak tahu bahwa Darkness memiliki kekuatan yang sangat besar seperti ini! " Ucap Liana kaget dengan yang dilakukan oleh Darkness.
"Jadi,.. " Ucap Darkness
"Jadi apa? " Tanya Thunder dan Liana
"Bagaimana cara menghancurkan ruang yang kau sebut tadi itu? " Tanya Darkness.
"Ah! Aku pikir kau sudah sedikit bisa menggunakan kekuatan dari mata kiri mu itu! " Ucap Thunder sambil menepuk dahinya
"Tapi, aku sudah bisa menggunakan sihir kata loh! " Ucap Darkness mencoba untuk menutupi rasa malunya.
__ADS_1
"Bagaimana sekarang? " Tanya Liana kepada Thunder.
"Yah, kita juga tidak boleh asal menghancurkan setiap Ruang yang ada! " Jawab Thunder sambil melihat sekeliling.
"Sepertinya sihir Ruang yang musuh gunakan ada didalam toko kuenya bukan disini! " Thunder menjelaskan.
"Tapi, bagaimana kau bisa tahu sampai seperti itu? " Tanya Liana.
"Oh, itu karena aku juga penyihir Ruang, tapi aku hanya bisa menghilangkan ruang ayang aku buat sendiri. Aku tidak bisa menghancurkan suatu Ruang! " Jawab Thunder.
"Lihat, disini semua orang masih beraktivitas seperti biasa. Jika kau berada dalam suatu Riang, maka didalam sana tidak akan pernah ada kehidupan lain dari selain musuh yang membuatnya dan juga kau yang sedang terjebak didalam Ruangnya. " Thunder kembali menjelaskan.
Thunder pun pergi membuka pintu toko kue itu tapi tidak memasukinya.
"Baiklah, karena Ruang yang dibuat oleh musuh berada tepat di depanku, maka. Darkness! Kau harus menghancurkan Ruang yang ada didalam toko ini. " Ucap Thunder.
"Tapi bagaimana? Aku belum bisa menggunakan kekuatan mata kiri ku untuk menghancurkan suatu Ruang yang kau sebutkan! " Ucap Darkness.
"Mudah! Kau hanya perlu membayangkannya saja! Karena sihir itu akan lebih kuat ketika kita membayangkannya sejelas mungkin! Bayangkan saja Ruang yang ada disini hancur! " Ucap Thunder.
"Aku tidak bisa membayangkannya! " Ucap Darkness.
"Kenapa tidak bisa? Kau hanya perlu sedikit berimajinasi! " Ucap Thunder menekankan kepada Darkness.
"Bagaimana bisa aku membayangkannya, aku bahkan belum pernah melihat suatu Ruang yang kau sebut itu hancur! " Ucap Darkness.
Buk! Thunder memukul kepala Darkness.
"Wah! Peran mereka tertukar! Padahal tadi Thunder lah yang bersifat seperti itu! " Ucap Liana didalam hati.
"Liana! Coba lihat sekelilingmu! " Ucap Thunder.
"Eh? Baiklah, tapi memangnya ada apa? Apa ada musuh yang sedang mengintai kita, meskipun di tengah kita seperti ini? " Tanya Liana.
"Sudahlah, cepat lakukan! " Ucap Thunder.
Liana pun mulai melihat sekeliling.
"Eh? Bukannya tadi disini ada banyak orang? " Tanya Liana.
"Sekarang kita berada didalam Ruang yang sedang aku buat! Sekarang kita berada didalam dunia tanpa waktu! " Thunder menjelaskan.
"Wah! Tapi tidak ada bedanya. " Ucap Darkness.
"Lebih baik, Darkness! Cobalah kau berlari ke arah kanan! " Ucap Thunder.
Tidak banyak bertanya Darkness langsung berlari kearah kanan dengan cepat.
"Jadi, bagaimana? " Tanya Thunder.
__ADS_1
"Eh? Kenapa aku ada di sampingmu? Bukankah kau seharusnya ada dibelakang ku? " Tanya Darkness kebingungan
"Wah! Hebat, jadi seperti itu kita tadi! " Ucap Liana kagum dengan kemampuan Thunder.
"Yah! Kurang lebih seperti itu! Dan, lihat ini! " Ucap Thunder.
Tiba-tiba saja ada retakan di udara di depan Thunder. Liana dan Darkness terlihat terkejut dengan apa yang mereka lihat.
Trang!.. Udara itu seperti kaca yang pecah, tapi tidak ada yang terjadi pada mereka maupun pada udara yang tadi retak didepan mata mereka. Hanya saja seluruh kota yang mereka lihat telah kembali jadi seperti semula. Semua menjadi ramai dengan iblis iblis yang sedang beraktivitas.
"Seperti itulah saat suatu Ruang hancur. Seperti sebuah kaca yang pecah! " Ucap Thunder.
"Oh, seperti itu kah! " Ucap Liana dan Darkness kagum melihat kemampuan Thunder.
Darkness pun kembali mengaktifkan kekuatan mata kirinya.
Trk! Suara seperti sebuah kaca retak. Tiba tiba saja seluruh toko itu mulai terlihat retak.
Lalu tidak lama seluruh toko itu seperti pecah. Dan disaat seluruh toko itu pecah. Thunder langsung melesat masuk kedalam toko.
"Brengsek! Beraninya kalian mengganggu kami! " Ucap seorang pria sambil sedang mencekik seorang wanita yang berpakaian pelayan.
Darkness dan Liana pun langsung masuk.
Mereka bertiga langsung terkejut, didalam toko itu sudah banyak barang yang hancur. Bahkan lantai dan dindingnya juga sudah hancur.
Dan gadis yang tadi menyapa Thunder sudah tergeletak dengan darah ditubuhnya.
Liana langsung berlari menghampiri gadis itu dan segera memberinya sihir penyembuh.
"Via! Via! Bertahanlah! " Teriak Liana pada gadis itu.
"Siapa yang sudah berhasil menghancurkan Ruang yang sudah aku buat? " Tanya pria itu.
"Sialan! Beraninya kau melakukan ini kepada temanku! " Ucap Darkness sambil menggerakkan giginya menahan rasa kesal yang sedang meledak ledak.
"Hah? Apa yang kau katakan bocah? " Tanya pria itu kepada Darkness.
"Lebih baik kau segera meminta maaf loh! Jika kau tidak ingin mati tentunya! " Ucap Thunder menyarankan kepada Pria itu
"Hah? Meminta maaf? Memangnya kenapa aku harus meminta maaf? " Tanya Pria itu dengan sombongnya.
"Lepaskan wanita itu! " Ucap Darkness mengancam.
"Tidak akan! " Ucap Pria itu meledek Darkness.
Jraz! Lengan kanan pria itu langsung terputus dari sikutnya dan wanita itu pun terlepas.
Wajah pria itu langsung memucat karena syok.
__ADS_1
"Ketika kau menjadi musuhku! Artinya bayanganmu juga sudah menjadi musuh mu! " Ucap Darkness sambil mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat.