Dua Saudara Iblis

Dua Saudara Iblis
Sesuatu Yang Salah


__ADS_3

"Ah,.. Dimana ini? " Tanya Liana sambil melihat sekeliling


"Eh? Kamarku? Apa yang terjadi? Kalau tidak salah tadi itu aku sedang pergi belanja dan,.. "


Liana kembali ingat dengan apa yang dilakukannya tadi. Lalu Liana pun melihat kearah sampingnya. Terlihat Thunder sedang tidur di samping ranjangnya.


"Aaah! Apa yang kau lakukan disini? " Teriak Liana karena kaget melihat Thunder berada di sampingnya


"Eh? Apa kau sudah sadar, Liana? " Tanya Thunder yang bangun


"Keluaaar!! " Teriak Liana


Buk! Muka Thunder terkena lemparan bantar dari Liana


"Aduh! Apa yang kau lakukan, Sialan! " Tanya Thunder sambil memegang hidungnya.


"Seharusnya itu perkataan ku! Apa yang kau lakukan tidur dikamar seorang gadis? " Teriak Liana.


Buk! Buk! Thunder terus dilempari segala barang yang ada dihadapan Liana. Thunder pun berlari keluar dari kamar Liana.


"Ah! Thunder, apa Liana sudah bangun? " Tanya Ibu Liana yang sudah berada didepan pintu.


"Oh, ya. Dia sepertinya sudah menjadi lebih baik sekarang. Dia bahkan sudah kembali melukaiku. " Ucap Thunder sambil mengusap-usap hidungnya yang kesakitan.


"Oh,. apakah ibu mengganggu waktu berdua kalian? " Tanya Ibu Liana kepada Thunder.


"Tidak! Aku tidak melakukan apapun kepada putrimu itu. Aku hanya menjaganya saja. Silahkan Ibu masuk. Aku akan diam disini dulu. " Ucap Thunder.


"Sudahlah, daripada kau menunggu di sana lebih baik kau turun kemari, dan makanlah. Bukankah kau belum makan dari tadi siang? " Tanya Ayah Liana yang baru muncul dari tangga.


"Emm,.. baiklah. Aku tidak akan sungkan. " Ucap Thunder sambil turun tangga.


Lalu Ibu Liana pun masuk ke kamar Liana.


"Liana? Apa kau sudah siuman? " Tanya Ibu Liana sambil menghampirinya.


"Oh Ibu! Ibu! Kenapa kau membiarkan anak itu diam disini? Apalagi kau membiarkan kami berduaan saja. Apa Ibu tidak mengkhawatirkan satu-satunya putrimu ini? " Tanya Liana sambil cemberut kepada ibunya.


"Tentu saja Ibu khawatir. " Jawab Ibunya


"Terus kenapa Ibu membiarkannya? " Tanya Liana.


"Karena Ibu tahu bahwa dia tidak memiliki niatan buruk apapun terhadap dirimu. Dia adalah anak yang baik. Sama seperti kakaknya Darkness. " Jawab Ibunya.


"Eh? Ibu sudah tahu bahwa dia bukanlah Darkness? " Tanya Liana.

__ADS_1


"Tentu saja! Jangan remehkan Ibu mu ini, Ibu bahkan tahu bahwa kamu memiliki perasaan itu kepada adik Darkness tadi! " Jawab Ibunya sambil menggoda Liana


"Eeeh! Mana mungkin aku mempunyai perasaan seperti itu kepada dirinya! Jangan ucapkan hal yang bodoh! " Teriak Liana marah


"Ahh,.. masa muda memang menyenangkan. " Ucap Ibu Liana sambil menatap Liana yang salah tingkah karena ucapan Ibunya.


"Ja-jadi, apa yang Thunder lakukan disini? Dan juga, jam berapa ini? " Tanya Liana sambil cemberut


"Sekarang sudah dini hari loh. Thunder terus menjagamu dari siang hari tanpa istirahat. Sepertinya dia merasa bertanggungjawab terhadapmu. Karena kau pingsan dihadapannya. " Ucap Ibu Liana sambil sedikit tersenyum


"Ada apa? Kenapa Ibu tersenyum? Apa yang lucu? Apa ada sesuatu di wajahku? " Tanya Liana


"Tidak ada. Hanya saja kamu ini benar-benar lucu. Tidak Ibu sangka bahwa anak Ibu yang mandiri, dan hebat di segala bidang sihir dapat pingsan karena tersipu malu. Fthh.. " Jawab Ibunya sambil menahan tawa.


Wajah Liana kembali memerah dan asap kembali keluar dari kepalanya.


"Ibuu bodoh!! Keluar! " Teriak Liana sambil malu.


"Haha! " Ibunya sedikit tertawa sambil keluar dari keluar dari kamar Liana.


"Kenapa dia sampai repot-repot menjaga diriku. Padahal cukup antarkan saja aku sampai ke rumah. Dengan begitu saja aku sudah cukup bahagia padahal! " Ucap Liana tersenyum sambil kembali tidur


...----------------...


Didepan pintu keluar rumah Liana.


"Ini masih malam. Lebih baik nanti saja pulangnya. Disaat malam di kota itu sangat berbahaya loh. Atau kau ingin kami antarkan saja? " Tanya Ayah Liana


"Ah, tidak perlu repot-repot. Lagipula aku akan baik-baik saja jadi tidak perlu mengkhawatirkan diriku. Sampai jumpa. " Ucap Thunder sambil pergi


Thunder pun pulang tanpa diantarkan oleh keluarga Liana.


...----------------...


Dijalan pulang


"Hey bocah? Apa yang kau lakukan diluar seperti ini malam-malam? Apa kau tidak takut bahaya hah? " Tanya seorang pria sambil tersenyum menghampiri Thunder.


"Hah~ jadi ini yang ayah Liana maksud bahaya. Apa ini? Hanya ikan teri saja. " Ucap Thunder menghela napas.


"Apa yang kau gumam kan bocah? " Tanya pria itu sambil menarik baju Thunder.


Bukannya malah takut, tapi Thunder malah tersenyum mengerikan. Senyumannya seperti seekor monster yang sudah siap memakan mangsanya saja.


"Ke-kenapa kau tersenyum, Bocah? " Tanya pria itu sedikit ketakutan.

__ADS_1


Jras! Punggung pria itu langsung ditusuk oleh tulang-tulang yang keluar dari punggung Thunder.


"Haha? Apa-apaan sensasi ini? " Ucap Thunder.


Lalu tulang-tulang di punggung Thunder mulai membentuk sebuah rahang yang besar, dan daging berwarna hitam mulai menutupi tulang-tulangnya. Dan ada satu aliran darah yang kecil di tulangnya itu sehingga membuatnya seperti mengeluarkan sinar merah.


Tanduk kembali keluar dari kepala bagian kanan Thunder. Dan darah yang membentuk garisnya juga keluar.


Lalu, tulang Thunder mulai memakan tubuh pria yang telah dibunuhnya. Bahkan tukang tulang itu memakannya sehingga tidak tersia.


"Ah,.. Tidak kusangka daging Iblis itu seenak ini. " Ucap Thunder.


Lalu, baru saja Thunder selesai membereskan tubuh pria itu. Tiba-tiba muncul sekelompok orang.


"Hey! Bocah, apa kau melihat seorang pria lewat sini? " Tanya salah satu dari pria itu.


"Entah,.. siapa yang tahu. " Ucap Thunder sambil melihat kebawah.


"Hah? Apa yang kau katakan? " Tanya pria itu karena dia kurang mendengar jelas perkataan Thunder


"Kemana perginya dia. Bukankah dia bilang ingin mencari korban. Ah tidak apalah,.. lagipula,.. " Pria itu langsung menodongkan pedang sihir yang dia bawa kearah Thunder.


"Kau akan jadi mangsa kami! " Ucap pria itu sambil tersenyum.


Lalu semua teman-temannya mulai menodongkan senjata mereka juga kepadanya.


"Haha! " Thunder tertawa


"Hah? Apa yang kau tertawa kan bocah? " Tanya pria itu


Tapi Thunder tidak menjawabnya dan malah tertawa semakin keras.


Karena kesal pria itu berniat untuk langsung memenggal kepala Thunder. Tapi tulang Thunder langsung menahan serangannya.


"Apa ini? " Tanya pria itu


"Bos! Itu muncul dari punggung bocah ini. " Teriak salah satu temannya.


"Hah? Mana mungkin ada sihir yang seperti itu! " Teriak pria itu.


"Duri tanpa jejak! " Ucap Thunder.


"Hah? " Pria itu tidak mendengar apa yang dikatakan Thunder.


Jras! Tulang tulang muncul dari bawah tanah dan langsung menusuk seluruh pria yang sedang mengelilingi Thunder itu.

__ADS_1


Lalu tulang itu seketika juga lenyap, dan kelompok pria itu langsung mati seketika.


"Haha! Sepertinya malam ini aku akan kenyang! " Ucap Thunder sambil tersenyum mengerikan.


__ADS_2