
"Kali ini, siapkan dirimu untuk mati disini! " Guru besar
"Jangan sombong dulu. Meskipun kau memiliki tubuh iblis. Bukan berarti kau akan menang. " Ayah Fedrik
"Pedang tanpa cahaya! " Guru besar
Lalu muncul pedang yang tidak berbentuk ditangan guru besar. Pedang yang terbentuk dari kegelapan murni.
"Kekuatan iblis. Sayatan tanpa cahaya! " Guru besar
Guru besar mengayunkan pedangnya. Tetapi tidak ada sesuatu yang muncul.
"Hey... apakah kau sedang bercanda? " Ayah Fedrik
"Mati! " Guru besar
"Tunggu? Jangan jangan? Bahaya! " Ayah Fedrik
Tiba-tiba Ayah Fedrik langsung melompat ke samping kiri. Tiba-tiba beberapa puing puing disana langsung terbelah, seperti dibelah oleh pedang yang sangat tajam.
"Brengsek! Pukulan Beruang Api! " Ayah Fedrik
Ayah Fedrik langsung memukulkan tangannya kearah Guru besar. Beberapa bola api yang begitu besar muncul mengarah kepada Guru besar.
"Ruangan tanpa cahaya! " Ayah Fedrik
Bayangan yang begitu tebal muncul dari bawah kaki Guru besar. Bayangan itu membentuk kotak besar dan menutupi tubuh Guru besar.
Bola bola api yang dikeluarkan oleh Ayah Fedrik lenyap seketika setelah menyentuh kotak bayangan yang dikeluarkan oleh Ayah Fedrik. Kotak bayangan itu langsung menghilang setelah semua serangan yang dikeluarkan oleh Ayah Fedrik lenyap.
__ADS_1
"Semua serangan sihir yang kau keluarkan takkan pernah menyentuh diriku! " Guru besar
"Kalau begitu serangan fisik bagaimana? " Ayah Fedrik
Ayah Fedrik langsung berada di belakang Guru besar dan bersiap untuk melancarkan serangan fisiknya.
"Tendangan beruang api! " Ayah Fedrik
"Tidak akan sempat! " Guru besar
Guru besar lalu tertendang oleh Ayah Fedrik. Guru besar terpental ke puing puing bangunan yang ada disana
"Hebat. Mereka berdua sama sama hebatnya. " Emeli berbicara didalam hati
"Oh ya... Aku harus mencari Thunder. " Emeli
"Tombak tombak kegelapan! " Guru besar
"Perisai Beruang! " Ayah Fedrik
Perisai berkepala beruang dari api yang besar muncul dihadapan Ayah Fedrik. Api itu melahap seluruh tombak milik Guru besar.
"Tebasan bayangan! " Guru besar
Guru besar meluncur menuju Ayah Fedrik.
"Pukulan berapi! " Ayah Fedrik
Ayah Fedrik juga meluncur menuju guru besar
__ADS_1
lalu mereka bertabrakan. Angin pun sampai berhembus.
"Jurang api! " Ayah Fedrik
Ayah Fedrik lalu memunculkan magma. Magma itu menyebar dengan cepat.
"Gawat! Sayap Iblis! " Guru besar
Guru besar mengeluarkan sayap Iblis dari bayangan. Guru besar lalu terbang ke atas.
"Jangan berpikir kau bisa kabur. Tangan beruang! " Ayah Fedrik
Ayah Fedrik mengeluarkan tangan yang terbentuk dari api. Ayah Fedrik berusaha mencengkram tubuh Guru besar. Tetapi Guru besar sangat cepat saat terbang.
"Panah hitam! " Guru besar
Lalu muncul bayangan berbentuk panah ditangan guru besar. Guru besar semakin tinggi terbang. Lalu setelah jarak Guru besar sudah tidak tercapai oleh serangan tangan beruang milik Ayah Fedrik. Guru besar langsung menghujani Ayah Fedrik dengan panah yang tak terhingga jumlahnya.
"Aku tidak akan kalah disini! Kaki beruang api! Api pendorong! " Ayah Fedrik
Ayah Fedrik melompat dengan cepat. Kakinya didorong oleh kekuatan api mliknya. Sembari meluncur dengan kekuatan tinggi. Ayah Fedrik juga melindungi bagian depan tubuhnya agar tidak terkena panah milik Guru besar.
Disaat mereka sedang bertarung di udara.
"Iyyaaaahh..! " Emeli yang sedang mengangkat puing puing berukuran agak besar.
"Hah... berat. Apa? magma? kenapa ada magma disini! Elite, bagaimana dengan Elite? Ah tidak dia tidak akan apa apa. Karena api melindunginya. Yang penting sekarang... THUNDER!? " Emeli
Emeli akhirnya menemukan Thunder
__ADS_1
"Aku harus menyembuhkannya! " Emeli