
Setelah salju yang beterbangan seperti debu mulai memudar, dan pandangan sudah kembali jelas. Semua orang langsung terkejut dengan apa yang ada dihadapannya.
Terlihat dengan jelas. Di sana seorang anak yaitu Thunder, sedang mencekik Frost yang sudah tidak sadarkan diri. Tubuh Frost benar-benar terluka parah.
Thunder yang sedang mencekik Frost itu lalu melihat kearah Carlos yang berada di atas dengan tatapan tajam. Lalu dia melihat Alex yang sedang melihatnya.
"Haha... Aku pikir kau tidak akan membantuku. " Ucap Thunder tersenyum pada Alex.
"Yah... aku juga tidak mengerti. Tubuhku bergerak dengan sendirinya. Dan aku tahu nanti pasti aku akan menyesali ini, ya! " Alex mulai berdiri tegak dengan senyuman diwajahnya.
"Baiklah! Karena rencanaku sudah gagal! Sepertinya cara terakhir yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah mencari orang lain saja untuk mengajariku berpedang. " Ucap Thunder.
"Thunder! Didalam perpustakaan istana. Disana ada peta dan buku harian Kakek tua Silong saat dalam perjalanannya. Itu pasti akan membantu lebih baik kita mencurinya saja! " Ucap Alex.
"Yah baiklah! Ayo! " Jawab Thunder dengan semangat.
"Apa mereka itu bodoh? Mereka merencanakan sesuatu tepat dihadapan musuhnya loh!? " Ucap Carlos didalam hati dengan raut wajah yang kebingungan.
"Ratu bagaimana sekarang? " Ucap Silong sambil merendahkan punggungnya.
"Biarkan saja! Sepertinya ini akan menarik. " Ucap sang Ratu.
Buk!..
"SUDAH KUBILANG JANGAN BAWA HOBIMU SAAT KAU BERPERAN SEBAGAI RATU KAN! " Ucap Silong membentak dan memukul kepala Sang Ratu disana.
Sang Ratu yang awalnya dingin, berwibawa, dan terlihat tegas. Semua itu langsung hancur. Setelah melihat nada bicara Sang Ratu yang semula terlihat tegas berubah menjadi nada yang sangat imut.
"Ta-tapi ayah! Aku hanya ingin melihat sihir apa saja yang bisa aku lihat sekarang. Apalagi banyak yang menarik sekarang! "
Melihat hal itu, semua peserta benar-benar terkejut. Peserta yang awalnya merasa takut kepada Sang Ratu kini malah menjadi tergoda oleh kecantikan dan suara Sang Ratu yang berubah menjadi sangat imut.
"Eh? Ayah? Apa tadi Ratu itu bilang orang yang bernama Silong itu Ayah? " Ucap Thunder kebingungan.
Zrash!.. Tangan kanan Thunder yang sedang mencekik Frost dipotong oleh Silong yang tiba-tiba saja berada disampingnya.
__ADS_1
Tubuh Frost pun terjatuh. Dan Thunder langsung mengambil jarak karena terkejut.
Silong mulai memeriksa detak jantung muridnya itu. Tapi detak jantungnya sudah berhenti.
"Apa-apaan pergerakan kakek tua itu. Aku bahkan tidak bisa merasakan keberadaannya sama sekali saat dia menyerang. Dia seperti sebuah boneka berjalan. Dia tidak memikirkan apapun. Bahkan dia tidak menunjukan sihir sedikitpun. Kakek ini berbahaya? Aku tidak boleh lengah sedikitpun. " Ucap Thunder didalam hati.
Silong pun melihat kearah Thunder dengan tatapan yang tajam. Silong terlihat marah. Tapi, meskipun dia marah. Dia tetap tidak mengeluarkan aura apapun dari dalam dirinya.
"Jika kau anak biasa. Seharusnya kau menjerit karena tanganmu telah terpotong. Tapi kau tetap tenang meskipun aku sudah memotong... " Silong berhenti berkata.
"Kedua tanganmu! " Ucap Silong yang tiba-tiba saja berada dibelakang Thunder
"Eh? " Thunder kebingungan sekaligus terkejut.
Zrash... Lengan kiri Thunder tiba-tiba terpotong dan jatuh ke tanah.
"Apa sekarang kau sudah menyesali perbuatanmu itu, Bocah? " Ucap Silong
Thunder tidak menjawabnya. Thunder hanya terdiam dan menunduk. Semua orang terdiam karena terkejut akan pergerakan yang super cepat dan tidak bisa diprediksi sama sekali dari seorang pria tua.
"Sepertinya kau sudah menyesalinya yah, Bocah! Baiklah, kalau begitu, aku akan membunuhmu. Itu tidak akan menyakitkan, karena aku akan melakukannya dengan cepat. " Ucap Silong dan mulai berjalan kearah Thunder sambil memegang pedangnya.
Wusshh... Aura membunuh yang sangat kuat melebihi dikeluarkan lagi oleh Thunder, dan kali ini aura membunuh yang dikeluarkan oleh Thunder benar-benar melebihi aura yang pernah Thunder keluarkan terakhir kali.
Silong langsung melompat kebelakang beberapa meter. Terlihat darah keluar dari mulutnya.
Karena Aura membunuh yang dikeluarkan oleh Thunder sangat kuat. Itu bahkan sampai membuat tanah yang dia pijak hancur. Terlihat salju-salju disekelilingnya seperti air yang mendidih.
Dan semua peserta yang berada cukup jauh dari Thunder pingsan. Sedangkan yang berada di dekat Thunder, darah keluar dari mulut, mata, telinga, dan hidung lalu mati ditempat.
Dinding istana yang menghadap ke halaman itu mengeluarkan retakan-retakan. Dan semua tentara yang ada ditempat itu juga pingsan.
"Aura yang sangat mengerikan. " Ucap Silong.
Bahkan Alex yang ada disana juga ikut pingsan.
__ADS_1
Tapi aura membunuh yang kali ini berbeda. Jika saat bertanding dan didepan gerbang utama hanya sekadar menghembus saja. Kali ini Thunder terus memancarkan dan mempertahankan aura membunuhnya itu.
Silong terlihat tersenyum.
"Sudah lama sekali sejak terakhir aku mengeluarkan aura membunuhku. "
Wush!.. Sebuah angin yang tipis tapi kencang serasa menghembus melewati tubuh Thunder.
Deb!.. Serasa detak jantung Thunder berhenti untuk beberapa dektik. Dan begitu juga dengan dunia yang dilihatnya. Berbarengan dengan jantungnya, dunia yang dilihatnya untuk beberapa saat terlihat berhenti bergerak.
Duar!.. Ledakan tiba-tiba saja terjadi di tanah yang ada di pertengahan antara Thunder dan Silong. Aura membunuh Silong terlihat begitu mengerikan.
Tubuh Thunder terlihat mengeluarkan keringat. Kedua aura membunuh yang mengerikan itu saling bertabrakan. Meskipun aura membunuh yang Thunder miliki masih tergolong kecil dihadapan Silong. Tapi aura membunuhnya sedikit mengimbangi suara milik Silong.
Bom! Bom! Bom!
Salju dan tanah yang ada di sekeliling mereka terus meledak-ledak. Dinding istana mulai roboh.
Carlos melompat ketempat yang lumayan jauh untuk mengamankan diri dari tabrakan kedua aura yang sangat mengerikan itu.
"Kali ini istana itu pasti benar-benar akan hancur! " Ucap Carlos didalam hati.
"Apa yang akan terjadi nanti pada tubuh Alex. Dia berada tepat didalam pertarungan aura itu! Aku yakin dia tidak akan selamat! "
"Lumayan juga kau bocah! Tapi, ini masih belum seberapa bagiku! "
Dush... Aura membunuh yang dikeluarkan oleh Silong semakin pekat dan kuat. Aura itu sedikit lagi akan menelan aura milik Thunder dan menghancurkan tubuh dan mental Thunder tentunya.
Darah mulai keluar dari mulut Thunder.
"Sial! Kakek tua ini sangat kuat. Dia bahkan belum terlihat serius! Jika begini! Aku harus menggunakannya lagi. " Ucap Thunder
Mata kanan Thunder mulai berubah. Lalu terlihat darah keluar dari matanya seperti air mata. Dan meninggalkan sebuah bekas di pipinya seperti tato. Dan darah dari mata kanannya juga dan yang menjalar keatas kepalanya. Dan meninggalkan bekas seperti tato.
Lalu sebuah tanduk kembali muncul di kepalanya.
__ADS_1
Wush!.. Aura membunuh Thunder kembali mengimbangi aura milik Silong. Ledakan ledakan semakin kuat. Dinding-dinding istana mulai roboh.
"Bocah ini! " Ucap Silong didalam hati.