Dua Saudara Iblis

Dua Saudara Iblis
Akal Sang Bandit


__ADS_3

"Sialan! Wanita gak jelas itu selalu menggagalkan rencana ku. Dan kemarin bocah sialan itu. "


Kata Bandit itu


"Oi... Bandit, kemana kau pergi? "


"Mana mungkin aku akan keluar bodoh. "


Pikiran Bandit itu.


Ice Eagle pun berkeliling disekitar duri duri raksasa yang tadi ia buat.


"Ice Cutters! "


Sebuah es yang berbentuk seperti tebasan muncul dari belakang Ice Eagle. Es itu memotong segala sesuatu yang ada didepannya. Disaat es itu hampir memotong tubuh Ice Eagle, Ice Eagle berhasil menghindari serangan itu. Dan disaat itu pula Ice Eagle memberikan serangan balasan.


"Cannon! "


Sebuah es yang yang memiliki ujung runcing melesat kearah bandit itu.


"Protection! "


Bandit itu juga berhasil melindungi dirinya dari serangan Uce Eagle. Bandit itupun kembali bersembunyi.


"Sial! Dia berhasil sembunyi lagi! Dimana dia sekarang? "

__ADS_1


"Block of ice! "


Boom!!..


Sebuah balok es berukuran besar muncul dari langit dan menimpa Ice Eagle beserta sekelilingnya.


"Hahaha... Sekarang kau benar-benar mati! "


Jbuzzz....


Ice Eagle melesat keatas.


"Masih belum! "


Lengan kiri Ice Eagle patah karena serangan tadi!


"Giant Ice Arm! " Bandit


Sepasang lengan es berukuran besar muncul dari bawah salju. Lengan itu menepuk Ice Eagle seperti menepuk seekor nyamuk.


"Apa kali ini kau sudah mati?! "


Tidak ada respon apapun selama beberapa saat dari lengan es raksasa itu. Tapi, setelah beberapa saat. Lengan itu hancur lagi berkeping-keping.


"Sudah kubilang! Serangan seperti itu tidak akan melukaiku. "

__ADS_1


"Apa! Sialan! Hiiiyaaaaaa!!.. "


Lengan berukuran besar tadi kembali muncul. Tapi kali ini jumlahnya benar-benar banyak. Meskipun serangan yang bertubi-tubi dikerahkan. Tapi tubuh Ice Eagle tidak tergores sedikitpun.


"Apa-apaan kau ini? "


Bandit itu terlihat bingung.


"Sudah kubilang. Serangan seperti apapun tidak akan bisa menyentuhku, karena cahaya dari peri ini melindungi ku! "


"Tapi kenapa dia tadi terkena serangan ku? Apa karena kecepatan serangannya? Tidak tidak. Bahkan serangan tadi, jika itu tergantung kecepatan dari serangan, seharusnya dia sudah terluka parah. Bahkan tadi aku menyerang tanpa ada jeda selama satu menit. Aku harus sembunyi untuk memikirkannya lagi. " Pikiran Bandit itu didalam hati


Bandit itu kembali sembunyi dibalik reruntuhan duri duri yang dibuat oleh Ice Eagle.


"Kemana lagi dia? Aku harus lebih waspada! Jika saja serangan tadi aku lebih cepat menyadarinya. Lengan kiri ku pasti tidak akan patah! Lebih baik aku menunggu dia kembali menyerang, setelah itu akan ku hujani di dengan serangan milikku! " Pikiran Ice Eagle .


"Berpikir! Berpikir! Berpikir! Apa yang tadi berbeda pada dirinya. Saat dia terkena serangan bertubi-tubi milikku dan Block of ice tadi! Apa yang berbeda pada dirinya saat itu? Pikirkanlah! Pikirkanlah! "


(masih didalam pikiran si Bandit)" Serangan seperti apapun tidak akan bisa menyentuhku, karena cahaya dari peri ini melindungi ku! "


"Karena cahaya dari peri ini melindungi ku! "


"Cahaya! Ya, cahaya perinya! Saat dia terkena serangan Block of ice milikku, cahaya perinya tidak melindunginya, karena cahayanya menghilang. Mungkin cahaya itu memiliki jeda. Berarti aku hanya tinggal menyerangnya disaat cahaya itu menghilang. Sekarang aku hanya perlu mengulur-ngulur waktu. "


Bandit itupun menyerang Ice Eagle dengan serangan yang tidak terlalu menguras energi sihir miliknya.

__ADS_1


"Haha! Kali ini aku pasti akan mengalahkan mu! Ice Eagle! "


__ADS_2