Dua Saudara Iblis

Dua Saudara Iblis
Wanita Misterius Di Thunder


__ADS_3

"Hah? I-itu!.. itu.. " Izy juga terlihat tidak tahu apapun mengenai Thunder.


Lalu, mereka berdua saling bertatapan.


"Hah,.. ternyata kita masih jauh jika ingin menjadi pendamping hidupnya!.. " Ucap mereka berdua dengan perasaan kecewa yang besar terhadap diri mereka sendiri.


"Tidak tidak! Kita tidak boleh putus asa! " Ucap Izy mencoba merubah suasana.


"Y-ya! Kau benar! Kita tidak boleh berputus asa! " Ucap Syela menyaut.


Lalu, suasana di hati mereka pun kembali membaik. Mereka berdua kembali saling bertatapan. Lalu Izy mengulurkan tangannya.


"Mulai sekarang Syela, kita adalah rival. Kita akan bertarung dengan jujur untuk memperebutkan perasaannya! " Ucap Izy dengan tegas.


Untuk beberapa saat Syela hanya melihat mata Izy.


"Ah,.. saat dia berkata dengan tulus seperti itu matanya benar-benar terlihat bersinar seperti mata bayi. Apa aku akan menang tidak ya? Jika aku bertarung untuk memperebutkan hati Thunder! " Ucap Syela di dalam hatinya.


Lalu Syela pun menjabat tangannya.


"Ya! Kau benar, dari sekarang dan untuk kedepannya. Mohon kerjasamanya! " Jawab Syela.


Lalu mereka berdua pun kembali bekerja dan hubungan pertemanan mereka berdua juga mulai terukir.


"Hei! Sarapannya sudah siap loh! " Teriak Syela dari dalam dapur.


"Oh, ya baiklah! Kami segera kesana! " Jawab Thunder dan Alex berteriak.


Mereka berempat kemudian makan bersama.


"Ah! Sudah lama sekali aku tidak makan makanan seenak ini! " Ucap Thunder sambil menepuk-nepuk perutnya yang sudah terpenuhi.


"Apa makanan itu enak? " Tanya Izy.


"Yah, makanan ini sangatlah enak! " Jawab Thunder sambil tersenyum.


"Terimakasih! " Ucap Izy dan Syela dengan wajah yang berseri-seri.


"Oh ya! Alex, kapan kita akan sampai ke pulau berikutnya? " Tanya Thunder.


"Emm, itu mungkin besok siang! " Jawab Alex.


"Begitu ya! Kalau begitu, lebih baik kita kembali pada tugas masing-masing. Kalian berdua kembali ke dapur dan cuci piring-piring ini! " Ucap Thunder pada Izy dan Syela.


"Lalu, Alex kembali ke kemudi kapal dan seperti biasa, terus awasi sekeliling kapal kita! " Ucap Thunder pada Alex.


"Baiklah! Tugas sudah diberikan kepada masing-masing, jadi cepat lakukan pekerjaan kalian! " Ucap Thunder.

__ADS_1


"Tunggu! Lalu, kau bekerja apa? " Tanya Alex dengan wajah yang kesal mencengkram bahu Thunder.


"Ya, ya! Kau bagian apa sekarang? " Tanya Izy dan Syela dengan wajah yang kesal juga.


"Oh aku?! Aku akan pergi tidur siang! " Jawab Thunder sambil melepaskan cengkraman Alex.


"Baiklah! Tugas sudah diberikan, cepat kerjakan bagian kalian! " Ucap Thunder sambil pergi ke kamarnya.


"Tunggu dulu! Jika kau memiliki banyak waktu luang untuk tidur siang! Lebih baik kau pergi menangkap ikan sana! " Teriak Alex sambil melemparkan sebuah pancingan kepada Thunder dengan marah.


Lalu akhirnya Thunder pun menuruti apa yang dikatakan Alex dengan terpaksa.


"Apa-apaan dia itu! Padahal aku ingin istirahat, siap! " Ucap Thunder


Thunder pun terus menunggu umpannya untuk dimakan.


Menjelang sore.


"Ah! Sial, kenapa tidak ada ikan satupun yang memakan umpan ku! " Ucap Thunder sambil membantingkan pancing nya ke lantai dan marah.


"Hei! Alex, tidak ada satupun ikan yang mau memakan umpan ku! Lebih baik aku istirahat saja! Jangan paksa aku untuk memancing lagi. " Ucap Thunder.


"Hah~.. " Alex menghela napas.


Disaat Thunder baru saja beranjak dari tempatnya, tiba-tiba saja pancingan yang tadi dia bandingkan ketanah langsung tertarik kearah laut. Karena tadi Thunder langsung membantingkannya saja begitu saja. Tali pancing nya masih ada didalam laut, dan sepertinya ada seekor ikan yang memakan umpannya.


"Hei! Thunder, umpan mu ada yang memakannya! Cepat tarik pancing nya! Sepertinya ini adalah ikan yang besar! " Teriak Alex memberitahu Thunder.


"Aaah! Sepertinya ini adalah ikan yang sangat besar. Ikan ini sangat berat! " Ucap Thunder.


"Wah! Sepertinya Thunder sedang kesusahan! Sepertinya aku harus membantunya! " Alex langsung berlari meninggalkan kemudi untuk membantu Thunder.


Karena ruang kemudi berada dilantai atas. Alex pun sedikit lama untuk sampai ketempat Thunder.


Di tengah tangga menuju lantai bawah.


"Blug!. " Suara seseorang terjatuh dan itu berada di arah Thunder.


"Blug! " Suara jatuh itu kembali terdengar tidak lama setelah suara Thunder terjatuh.


"Eh? Apa Izy juga membantunya ya? " Gumam Akex bertanya-tanya.


Lalu, Alex pun keluar. Disaat dia melihat keadaan Thunder. Dia langsung sangat terkejut.


"Thu-Thunder, siapa.... WANITA YANG ADA DIPELUKANMU ITU! " Teriak Alex terkejut.


Teriakan Alex sangat kuat sampai terdengar ke seluruh penjuru kapal. Alex melihat seorang wanita dengan rambut yang pirang sedang berada didalam pelukan Thunder.

__ADS_1


Di dapur.


"Wanita yang ada dipelukanmu itu!? " Terdengar suara teriakan Alex.


Syela yang sedang minum langsung terdesak mendengar itu. Lalu Izy yang sedang mencuci piring langsung memecahkan piring yang sedang dia genggam karena terkejut.


"Apa yang dia bilang? " Izy dan Syela bertanya-tanya.


Lalu mereka berdua saling bertatapan dan langsung berlari keluar untuk melihat keadaan yang sebenarnya.


"Hah? Wanita? Mana mungkin ada! Apa matamu sudah rabun? Lihatlah baik-baik! "


Teriak Thunder sambil kembali bangun.


"Tidak, tidak! Dilihat dari mana pun dia itu wanita! " Teriak Alex.


"Kau ini, lihatlah! Dia tidak memiliki kaki! " Ucap Thunder.


"Hah! Jangan berbohong! " Alex lalu berjalan mengarah kearah kakinya yang tertutupi oleh tong makanan yang sudah tumpah.


Lalu, Alex pun menyingkirkan tempat makanannya, dan wajahnya kembali terkejut.


"Di-dia,.. " Sebelum Alex menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba saja terdengar teriakan Izy dan Syela.


"Dimana wanita itu! " Teriak Izy dan Syela berlari kesamping Thunder. Lalu mereka berdua melihat Thunder dengan mata yang marah.


"Apa? " Tanya Thunder dengan santainya sambil menepuk-nepuk bagian tubuhnya yang kotor.


Izy dan Syela tidak menjawab pertanyaan Thunder dan melihat kearah Alex. Lalu mereka mulai melihat kebawah, dan dibawah terlihat tubuh seorang wanita yang sangat cantik.


"Jadi teriak Alex tadi itu benar yah! " Ucap Izy dengan wajah yang kesal dan marah melihat kearah Thunder.


"Eh? " Thunder bingung dengan keadaan itu.


"Sepertinya dia perlu diberi pelajaran! " Ucap Syela sambil melihat Thunder dengan wajah yang sama dengan Izy.


"Eh? " Thunder yang daritadi tidak mengerti apapun semakin kebingungan.


"BERANINYA KAU MENYELINGKUHI KAMI! " Teriak Izy dan Syeka sambil memukul Thunder dengan sihir mereka dengan kekuatan penuh.


Bom! Thunder menabrak dinding lantai atas tempat kemudi kapal sampai hancur.


"Ada apa ini sebenarnya? " Thunder bertanya-tanya sambil meringis kesakitan.


Lalu Izy dan Syela menghampiri gadis yang sedang tergeletak itu.


"Hei! Siapa kau sebenarnya? Tanya Izy dengan wajah yang kesal.

__ADS_1


Karena gadis itu masih tergeletak dan tidak menjawab. Mereka berdua mencoba membangunkannya.


" Hei! Bangunlah dan jawab pertanyaan kami! " Ucap Syela sambil mencoba membangunkannya


__ADS_2