
Jbus!. Tiba-tiba dari arah kanan ada yang menyerang mereka.
Bom!. Bola sihir yang mengarah kepada Thunder dan Izy langsung meledak sebelum mengenai tubuh mereka.
"Ah!.. " Thunder dan Izy berteriak.
Mereka berdua terhempas dan terluka.
"Gahaha!. Ternyata tadi aku meremehkan mu. Aku tidak berpikir bahwa aura membunuhmu itu akan dapat membuatku pingsan loh, Bocah! " Suara seorang pria dari arah serangan tadi.
"Sial! SIAPA KAU BRENGSEK! " Teriak Thunder marah.
"Yo!. Waktunya kita menyelesaikan urusan kita yang tadi! "
Ternyata pria itu adalah salah satu dari peserta pertandingan tadi. Dia adalah pria besar yang tadi sempat menyerang Thunder saat didalam arena.
"Ternyata kau yah! Sial, aku tidak punya waktu untuk bermain denganmu! Minggir! " Thunder sambil berdiri.
"Yah, jangan begitu! Aku akan langsung menyerang loh! "
Jbus!. Pria itu langsung melompat dan melesat kearah Thunder.
"Jangan menyesal! " Gumam Thunder.
Disaat Thunder akan menggunakan kekuatan dari mata kanannya. Tiba-tiba,.
"URUSAN KITA BELUM SELESAI! "
Bom!. Gadis yang tadi sempat ribut didepan gerbang istana muncul dan langsung menerjang kepala Pria besar itu. Dan dari telapak kakinya muncul ledakan yang besar.
Pria besar itu langsung terhempas agak jauh.
Dan akhirnya Thunder juga tidak menunjukkan kekuatan dari mata kanannya itu.
"Oh! Kau, bocah lelaki yang memiliki aura membunuh yang kuat itu. Namaku Syela, salam kenal. " Gadis itu memperkenalkan dirinya kepada Thunder.
"Ah.. Sa-salam kenal! " Thunder
"Sepertinya dia adalah tipe gadis yang ceria dan berisik yah!? Seperti dia. " Ucap Thunder dalam hati.
"Aku tidak tahu bahwa ada anak seumuran denganku bisa memancarkan aura membunuh yang sangat kuat loh. Siapa namamu? " Syela
"Namaku Thunder Storm, meskipun namaku aneh tapi aku bukanlah orang aneh! " Thunder memperkenalkan diri.
"Tidak, tidak! Jelas kau anak yang aneh! " Itulah yang ada didalam pikiran Izy dan Syela setelah Thunder memperkenalkan dirinya.
Wush!. Disaat mereka bertiga sedang saling memperkenalkan diri, tiba-tiba aura membunuh yang tidak terlalu kuat tapi sangat pekat menghembus dan terus memancar.
"Hei, kalian tidak mengabaikan ku kan! "
Pria itu terus menghembuskan aura membunuh yang sangat pekat.
__ADS_1
"Sialan! "
Jbus!. Syela langsung melesat kearah pria itu.
Syela lalu menendang wajah pria itu. Api yang sangat cerah terus mengelilingi tubuh Syela.
Mereka berdua lalu bertarung di sana.
"Izy lebih baik kita juga membantunya. Bagaimana kalau kau tunjukkan meriam sihirmu padaku dengan menembakkannya kepada pria itu. Lalu saat pria itu membeku, aku akan langsung membunuhnya! " Usul Thunder.
"Baiklah! Lihat ini! " Izy lalu memancarkan energi sihirnya.
Lingkungan disekitar Izy terlihat semakin dingin.
"SYELA! MENJAUHLAH DARINYA! " Teriak Izy memperingatkan Syela yang sedang bertarung dalam jarak dekat dengan Pria besar itu.
"AH! BAIKLAH! " Syela langsung melompat dan menjaga jarak.
Lalu, tiba-tiba,. Bush! Tubuh pria itu langsung tertutup es yang terlihat sangat padat. Bahkan es yang menutupi pria itu merambat lumayan jauh kebelakang pria itu saking kuatnya meriam sihir milik Izy.
"Apa yang kau lakukan? Keren! " Syela kagum.
Lalu, Bom! Thunder langsung berada didepan tubuh pria itu dan langsung meninju tubuh yang dibekukan itu sampai semua es yang ditembakkan oleh Izy hancur semuanya.
"Dia benar-benar cepat! " Gumam Syela.
Tapi disaat tubuh pria itu hancur, Bush! Tubuh Thunder langsung dilapisi es seperti pria tadi dari arah kirinya.
"Apa? Siapa yang melakukan itu? " Syela dan Izy terkejut.
"Carlos! " Izy kembali terkejut.
Lalu Izy pun berlari dan berusaha untuk menghentikan Carlos. Tapi karena Izy sadar dia berada terlalu jauh.
Dia langsung tertelan oleh rasa keputusasaan. Izy terjatuh dan air matanya keluar.
"HENTIKAN!.. " Teriak Izy mencoba menghentikannya.
Lalu disaat pedang Carlos hampir menebas tubuh Thunder.
"Domino! "
Tanah yang dipijak Carlos langsung naik keatas sehingga tebasan nya itu meleset.
"Hah.. Alex! Syukurlah! " Gumam Izy lega.
Bush!.. Api melesat kearah Carlos. Carlos pun melompat dan menghindarinya.
"Cih!. Dia menghindarinya kah! " Ucap Syela.
Lalu Alex terlihat mulai melangkah kearah Thunder.
__ADS_1
"Jangan pikir kau dapat pergi dengan selamat karena sudah melukai temanku! " Ucap Alex.
Lalu, Alex pun berhenti di samping tubuh Thunder.
Wajah Carlos terlihat sangat kesal.
Lalu Izy dan Syela juga menghampiri Alex dan Thunder.
"Siapa kalian, bocah bocah kurang ajar!? " Carlos membentak.
"Apa kau sudah lupa padaku karena penampilanku? Ah, siapa peduli lagi pula kau akan mati sekarang juga! " Ucap Alex.
"Bocah yang sombong ternyata?! " Ucap Carlos.
"Oi! Thunder, berhenti bercanda, kau sudah membuat Izy menangis loh! " Ucap Alex sambil melihat langit.
"Eh!? " Izy dan Syela bingung dengan apa yang dikatakan oleh Alex.
"Hei, bocah! Apa kau tidak bisa melihat bahwa orang yang kau ajak bicara itu sudah mati membeku di sampingmu? Atau kau sudah gila karena rasa kehilangan yang begitu dalam hah? Hahahaha! " Carlos tertawa terbahak terbahak-bahak karena yang dikatakan Alex.
"Hei, Alex. Bukankah dia ada di sampingmu? Tapi tenang saja, aku pasti bisa membebaskannya, dan dia akan selamat. Sekarang, tenangkan dulu dirimu! " Ucap Izy dengan wajah yang terlihat sedih.
"Bodoh! Jang anggap aku jadi gila karena aku kehilangan anak ini! Jika dia mati aku malah akan bahagia kau tahu! " Alex marah
"Dan juga, jangan pandang aku seperti itu. Kalian berdua melihatku seperti melihat orang gila! " Alex.
"Apa maksudmu? " Tanya Syela.
"Dia masih belum mati! Dia hanya sekedar bercanda saja. " Jawab Alex.
"Ah~, aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kau katakan itu! " Ucap Syela terlihat kebingungan.
"Hei! APA YANG KALIAN RIBUTKAN DARI TADI? CEPAT MINGGIR DARI SITU, aku ingin segera membunuh anak itu. Jika tidak,.. " Carlos mulai mengancam.
"Jika tidak apa? " Ucap Alex dengan tenang dan percaya diri.
"Jika tidak aku akan membunuh dia dengan kalian sekaligus! " Ucap Carlos dengan senyuman yang mengerikan.
"Percuma saja! Sekarang kau tidak akan bisa melakukan itu! " Ucap Alex.
"Apa yang kau maksud bocah? Bicaralah dengan benar! " Teriak Carlos.
Tapi Alex tidak bicara lagi, begitu juga dengan Izy dan Syela. Wajah mereka malah jadi terlihat ketakutan dan sangat pucat.
"Heh!? Percuma saja jika kalian menyesal sekarang bocah! Kalian sudah terlanjur membuatku marah! " Ucap Carlos.
"...Ternyata kau memiliki kepribadian yang cukup busuk juga yah!.. " Suara Thunder dari belakang Carlos.
"Eh? " Carlos pun membalikan badannya.
Disaat itu juga wajahnya berubah menjadi sangat ketakutan dan pucat.
__ADS_1
Dibelakangnya ada Thunder dengan hawa membunuh yang sangat kuat menyebar kearah belakang tubuh Thunder sehingga tidak terasa oleh Carlos.
Dan disekelilingnya juga sudah ada tulang tulang yang berujung runcing dari belakang punggung Thunder.