
"Apa-apaan ini! Kenapa aku tidak bisa keluar? "
Bandit itu berlari keluar tapi dia malah kembali ke tempat semula. Bandit itu mulai kesal. Dia menembakan kekuatan sihir keluar. Lalu,..
"Apa-apaan ini? Sihir ku... Berhenti saat mencapai pintu untuk keluar. Sihir ku membeku?! "
Sihirnya berhenti tepat didepan matanya.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Apa ada yang mengurung ku di sihir penyegelan? Tidak tidak, aku yakin tidak ada orang lain lagi dari selain Wanita, dan pemilik toko itu. Lalu, apa yang terjadi disini? "
Bandit itu mencoba keluar lewat belakang. Tetapi, tetap saja Bandit itu kembali ketempat semula. Dia mencoba melemparkan kursi yang ada di sampingnya keluar. Begitu kursi itu keluar, kursi itu langsung hilang dari pandangan. Dia pun melirik kearah sampingnya. Ternyata kursi yang dia lemparkan keluar sudah ada lagi ditempat semula nya.
"Apa-apaan ini! Cepat! Siapapun! Keluarkan aku! "
Tapi tidak ada yang menjawab. Berbagai cara telah Bandit itu lakukan agar bisa keluar. Tapi dia masih saja kembali ketempat semula nya.
Perlahan-lahan dia mulai berada diambang keputusasaan. Dia mulai duduk tidak melakukan apapun.
"Mungkin nanti malam aku bisa keluar. Lebih baik aku tidak melakukan apapun selama menunggu. "
Dia pun menunggu dan terus menunggu.
"Apa biasanya menuju waktu malam memang selama ini? "
Beberapa lama kemudian.
"Ada yang salah! Meski sudah selama ini, aku belum merasakan lapar ataupun haus. Apa yang terjadi. "
__ADS_1
Didalam pikirannya.
Setelah sekian lama menunggu. Dia pun kembali mencoba untuk keluar. Dia melemparkan kursi yang dia duduki. Tapi, seperti yang terjadi sebelumnya. Begitu kursi keluar dari pintu keluar, kursi itu kembali ketempat semula.
Semakin lama, hatinya mulai termakan oleh keputusasaan. Disaat itulah, tiba-tiba sebuah pisau jatuh dari atas dan tertancap dimeja yang ada didepannya. Karena keputusasaan telah memakan seluruh jiwanya. Dia berpikiran untuk bunuh diri dengan pisau itu.
Dia mengambil pisaunya.
"Jika aku tidak bisa keluar lagi dari sini. Lebih baik aku juga mati disini! "
Jleb!..
Pandangannya mulai menghilang dan menjadi gelap.
"Yah! Lebih baik seperti ini! "
"Tidaaaaak!.. Aku mohon siapapun tolong aku! Keluarkan aku dari sini! "
Dia mulai berteriak meminta tolong. Air matanya bercucuran.
Setelah beberapa lama dia memohon minta tolong. Seorang anak lelaki muncul dari luar dan masuk.
"Eh! Ternyata hanya seperti ini yah, kemampuanmu! "
Kata anak itu sambil tersenyum.
"Aku mohon! Tolong bantu aku keluar. Aku mohon! Siapapun kau bantu aku keluar dari sini! "
__ADS_1
Karena mentalnya sudah hancur dia bahkan memohon kepada anak lelaki itu.
"Oi! Tidak mungkinkan kau langsung melupakanku hanya dalam waktu dekat ini!? "
"Hah? "
Anak itu membuka mantel yang menutupi kepalanya. Begitu bandit itu melihat wajah anak itu. Wajahnya langsung pucat.
"Ka-kau?! Anak yang saat itu bersama gadis sialan itu! "
"Hell Kong! "
Duar!..
Ternyata anak itu adalah Thunder. Dan karena itu juga, Thunder langsung dipukul dengan kekuatan penuh. Thunder langsung terhempas keluar.
"Hah!? Sepertinya aku sudah bisa keluar! "
Bandit itu langsung mencoba kembali untuk keluar. Dan begitu dia keluar, dia langsung kembali ketempat semula dimana dia sedang melihat Thunder membuka mantelnya.
"Bagaimana? Apa kau sudah merasa putus asa? "
Tanya Thunder sambil tersenyum.
"Jangan-jangan, ini semua adalah perbuatanmu! "
"Yah, kau benar! Selamat datang didunia ruang dan waktu! Aku menyebutnya "
__ADS_1
"Space without time! "