
"Ouh... Ternyata itu yang membuat cahaya peri milikmu menghilang. Jangan bilang, kau terluka parah karena serangan king Kong ku tadi kan? Hahahahah! "
Bandit itu menginjak kepala Ice Eagle.
"Oi, jangan merusak suasana yang tadi. Dimana Ice Eagle yang akan membunuhku tadi. Sekarang kau malah terbaring tidak berdaya disana! Hahaha! "
Bandit itu mengangkat tubuh Ice Eagle dan dilemparkan ke atas.
"Akan ku lakukan hal yang sama juga padamu! "
Bandit itu langsung melompat menyusul tubuh Ice Eagle yang ia lemparkan tadi. Disaat dia sudah berada di atas tubuh Ice Eagle. Dia pun langsung memukulnya kebawah.
Tubuh Ice Eagle menabrak tanah dengan sangat kuatnya. Karena hantaman yang keras, Ice Eagle kehilangan kesadarannya.
"Eh? Apa kau sudah mati? Jangan dulu mati? Padahal aku baru saja memulainya! Oi bangun! "
Bandit itu kembali menginjak injak tubuh Ice Eagle. Dia menarik rambutnya dan melemparkan turunnya ke arah Toko tadi.
Bagian depan Toko pun hancur karena tubuh Ice Eagle. Dan karena itu juga Ice Eagle kembali sadar.
__ADS_1
"Ohok! Ohok! Ohok! Ohok!" Batuk
" Ahk... sepertinya aku tadi kehilangan kesadaran untuk beberapa saat. Siapa bocah ini, sepertinya dia juga telah dilukai oleh Bandit kotor itu. Sial, aku tidak bisa bangun! Tubuhku masih mati rasa, pandanganku juga agak kabur. "
Bandit itu kembali menghampiri Ice Eagle. Dia mengangkat tubuhnya dan kembali melemparkannya.
"Eh! Sepertinya kau sudah sadar. Kalau begitu, rasakan ini! "
Bandit itu menarik rambutnya dengan kuat sehingga tubuhnya terangkat. Tangan kanannya mulai mengepal. Energi sihir dikumpulkan di tangannya.
"Kali ini aku akan membuatmu merasakan yang namanya neraka! Bersiaplah! Haha! "
"Apa ini akhir dari hidupku? Yah... Mungkin ini akhirnya. Padahal aku belum bisa menolong semua orang. Dan lebih parahnya lagi. Aku harus mati ditangan bandit kotor seperti dirinya. Sial, dunia ini selalu saja berbuat seenaknya! Lagi-lagi aku tidak bisa melindungi orang-orang baik seperti mereka. "
Bug!..
Seakan waktu berhenti. Disaat pukulan dari Si Bandit mengenai tubuhnya. Semuanya berhenti. Udara, napas, badai, semuanya berhenti dimata Ice Eagle.
Boom!..
__ADS_1
Ledakan besar terjadi. Zirah yang dikenakan oleh Ice Eagle hancur. Bukan hanya zirah nya. Semua yang ada dibelakangnya hancur karena pukulan Bandit itu. Tapi, hanya topeng yang menutupi muka Ice Eagle yang tidak ikut hancur.
Bandit itu menjatuhkan tubuh Ice Eagle yang sudah terluka parah oleh Bandit itu. Dia tertawa terbahak-bahak melihat hal itu.
"Lihat semuanya. Semua orang di negri ini. Di negri yang dingin ini. Pahlawan kalian sudah mati. Ice Eagle! Wanita sialan itu telah mati! Mati di tanganku yang terhormat ini! Hahahaha!! "
Badai salju yang besar pun mulai mereda. Duri-duri raksasa yang dimunculkan oleh Ice Eagle mulai mencair. Sedikit demi sedikit cahaya matahari mulai menembus awan awan gelap.
"Lihat! Anak buah ku sekalian. Lawan terbesar kita sudah mati! Musuh bebuyutan kita sudah tidak ada lagi! Lihatlah! "
Tidak ada satupun bawahan bandit itu yang menjawab.
"Sepertinya ada yang aneh di sini! Kemana perginya para bawahan ku. Apakah mereka semua sudah mati oleh pertempuran tadi. Terserahlah, yang terpenting aku sudah berhasil mengalahkan wanita sialan ini. "
Bandit itu pun melangkah untuk pergi. Tetapi, disaat dia melangkah keluar dari toko itu tiba-tiba dia kembali kedalam toko itu.
"Eh? Apa-apaan ini? Aku pikir aku sudah keluar! Cuma halusinasi ku kah!? "
Bandit itu kembali keluar. Tapi disaat yang sama juga dia langsung kembali kedalam toko itu.
__ADS_1