
"Kali ini aku akan berpura-pura tidak mendengarnya. Lebih baik kau pergi jika kau masih menyayangi hidupmu. "
Alex melangkah kearah para bawahannya untuk membawa mereka pulang.
"Tunggu! Jika kau terus melangkah kau akan menyesalinya! " Kata Tentara itu
Alex tidak menghiraukan perkataannya, Alex terus melangkah.
"SUDAH AKU BILANG JANGAN BERGERAK LAGI KAN?! "
Teriak tentara itu sambil meluncurkan es yang berujung runcing.
Jleb!..
Wajah Alex pucat. Es berujung runcing itu menusuk tepat di dada salah satu bawahan Alex yang sedang terluka parah itu.
Alex mulai terlihat marah.
"Baiklah! Akan ku kabulkan keinginanmu itu! Bersiaplah untuk mati! LUCK! "
Alex melesat kearah Luck si Tentara itu.
"SUMMON! ICE ARMOR! KONG STREAK! "
Lingkaran sihir muncul didepan Alex yang sedang melesat. Setelah Alex melewati lingkaran sihir itu, tubuhnya langsung ditutupi oleh Zirah berwarna biru sama seperti Ice Eagle.
Lalu lingkaran sihir kembali muncul di atas kepalan tangannya. Alex meluncurkan pukulan yang kuat berkali-kali kepada Luck.
Setelah pukulan terakhir dari Alex diluncurkan Luck terhempas lalu kesadarannya menghilang.
"Block of Ice! "
Booom!.. Booom!..
Dua balok es berukuran raksasa muncul dari langit dan jatuh pada Alex yang hilang kesadarannya.
__ADS_1
"Padahal aku tidak ingin membunuhmu. "
Alex kembali berjalan kearah bawahannya. Zirah esnya menghilang dari tubuhnya. Tapi, lagi-lagi...
"Ice Cutter! "
Ice berbentuk seperti sebuah sayatan muncul dari bawah pecahan balok ice yang dimunculkan oleh Alex. Disaat es itu hampir membelah tubuh Alex, perisai es muncul melindungi tubuh Alex.
"Kau benar-benar merepotkan! Aku pikir kau sudah mati! "
"Summon! King Kong Ice! "
Lingkaran sihir berukuran besar muncul dipermukaan salju. Es berukuran besar muncul dari lingkaran sihir tersebut. Lalu membentuk sebuah monster besar berbentuk seperti Gorila.
"King Kong! Ratakan pecahan Balok es itu! "
Gorila Es raksasa itu bergerak. Dan mengangkat palu yang dibawanya. Disaat Palu Gorila raksasa itu hampir menghantam pecahan balok es milik Alex. Tiba-tiba gerakannya berhenti.
"Hei! Ada apa? Cepat ratakan pecahan balok itu! "
"Es rapuh seperti itu mana mungkin bisa menyentuhku! "......
" Hah? Suara ini, ini bukanlah suara Luck. Dia adalah... "
Duar!.. Pecahan balok es itu meledak.
"Yo!.. Lama tidak berjumpa ya,.. Alex! "
"Frost!.. Jika kau ada disini, seharusnya dia juga ada disini. "
"GORILA SLAP " Suara seorang gadis
Lengan besar dari es tiba-tiba muncul dan menyapu Alex hingga Alex terpental.
"Ohok! Ohok! " Alex batuk darah
__ADS_1
"Seperti biasa, nama jurus milikmu selalu seenak jidat saja! " Alex
"Siapa yang kau bilang seenak jidat, hah? "
Seorang perempuan dengan rambut biru yang indah muncul.
"Lama tidak berjumpa ya! King Kong kecil! " Kata perempuan itu menyapa kepada Alex.
"Namaku bukanlah King Kong kecil! Namaku Alex! Alex! Dasar otak biji! " Alex
"Hah? Siapa yang kau panggil otak biji? Namaku Lucy! Lucy! " Kata gadis itu
"Yah, terserah! Lagipula kalian datang kesini karena ingin membunuhku kan!? Langsung saja! " Alex
Frost langsung berlari dengan kecepatan yang tinggi.
"Shadow Slash! " Frost
Frost berusaha untuk memenggal Alex, tapi Alex berhasil menghindarinya. Saat melihat Alex dapat menghindari serangannya, Frost tampak sedikit kaget.
"Maaf ya! Aku bahkan sudah melihat seseorang yang bisa bergerak lebih cepat darimu! " Alex
"Kau lengah! " Lucy
"Block Kick! " Lucy
Sebuah balok es besar menyatu dengan kaki Lucy dan hendak di hantam kan kepada Alex.
"Gawat! Aku tidak bisa menghindarinya! " Alex, (didalam hati)
Tiba-tiba seorang anak memakai mantel, menutupi kepalanya, dan memakai topeng dari tulang muncul menendang balok es yang menempel pada kaki Lucy hingga hancur berkeping-keping.
Semua orang tampak kaget dengan kemunculannya itu.
"Thunder!? " (didalam hati)
__ADS_1