Dua Saudara Iblis

Dua Saudara Iblis
Masuk ke Istana


__ADS_3

Satu minggu setelah hari pertemuan antara Thunder dan Alex. Dan saat ini Thunder sedang berada didepan gerbang istana, dan dia akan mengikuti sebuah pertandingan didalam istana. Jika dia dapat memenangkan pertandingan ini. Dia akan menjadi seorang tentara dari Kerajaan itu dan akan mendapatkan masa depan yang cerah


Thunder yang berada ditengah keramaian orang-orang yang akan masuk ke istana berbicara didalam hatinya.


"Meskipun Alex bilang bahwa yang akan masuk kedalam pertandingan akan sedikit. Tapi ini benar-benar berbeda dengan apa yang dia katakan. "


Gerbang utama istana itu dipenuhi oleh orang-orang yang ingin memasuki perlombaan itu. Siapa yang tidak mau. Di poster itu tertulis bahwa siapa saja yang menang di perlombaan ini. Masa depannya akan dijamin. Semua biayanya akan ditangani oleh istana. Dia akan diberikan latihan khusus dari orang-orang di istana.


Ditengah keributan orang-orang yang ingin mengikuti lomba itu. Terdengar teriakan dari seorang gadis.


"KAU PIKIR AKU AKAN TAKUT PADAMU HANYA KAH LEBIH TUA DARIKU!? JANGAN BERCANDA!!.. "


Gadis itu terlihat sedikit lebih tua daripada Thunder. Dia memasang kuda-kuda. Lalu dia mengeluarkan lingkaran sihir. Semua orang langsung menjaga jarak. Terdengar orang-orang saling berbisik.


"Gadis kecil itu kuat!.. "


"Yah kau benar. Tapi gadis itu juga belum tahu siapa yang sedang dia hadapi itu. "


"Yah, aku dengar dia bisa mengalahkan seekor golem es Level C-95 seorang diri. "


"Lagi-lagi orang-orang ini menggunakan bahasa yang tidak aku mengerti. Apa maksudnya energi sihir? " Thunder bertanya-tanya didalam hatinya.


"Tetapi, gadis itu memang kuat. Tapi orang yang ada di hadapannya itu. Dia menyembunyikan kekuatan sihirnya! Lebih baik aku berhati-hati kepadanya. "


"MINTA MAAFLAH! JIKA TIDAK, AKU AKAN MELEPASKAN MANTRA KU! " Teriak gadis itu.


"Tidak mungkin aku mau meminta maaf pada sampah sepertimu! " Kata pria itu dengan memandang rendah Gadis kecil itu.


"BRENGSEK! BERANINYA KAU MENGHINA KELUARGAKU! " Teriak gadis itu teriak marah.


"DRAGO-"


Belum selesai gadis itu melepaskan mantranya, lingkaran sihir yang ada didepan kepalan tangannya tiba-tiba menghilang.


"A-apa yang terjadi? APA YANG KAU LAKUKAN!? " Gadis itu menunjuk ke wajah pria itu.


Pria itu hanya diam saja tanpa menjawab.


Thunder terlihat kaget dengan energi sihir yang tiba-tiba saja muncul.


"Apa-apaan energi sihir ini! Apa yang terjadi? Siapa yang memiliki energi sihir sebesar ini! Yang jelas ini bukanlah ulah dari Pria itu. Ini sesuatu yang berbeda. Aura ini sangat dingin. Sampai rasanya tulang-tulangku membeku. "

__ADS_1


"Tenanglah! Kalian akan bertarung nanti diatas arena bukan disini! Jadi, simpanlah amarahmu untuk sementara. Gadis kecil! "


Kata seorang pria yang sedang duduk di atas gerbang utama istana itu.


Tubuhnya terlihat agak kurus. Rambut yang putih dan panjang terlihat benar-benar lembut. Membawa sebuah pedang di pinggangnya. Pedang biru yang sangat indah. Semua orang langsung diam saat melihat sosoknya itu.


"Dia adalah orang yang melakukan ini. Aku tidak percaya. Tubuhnya yang kurus itu membuat semua orang salah paham. Meskipun tubuhnya kurus begitu, tapi energi sihirnya lebih besar dariku. Dia berada di tingkat yang berbeda denganku. Mungkin dia sudah hampir masuk ke tingkat kristal-5. Sepertinya energi sihirnya menutupi kekurangan fisiknya. " Ucap Thunder (didalam hati)


"Ba-baiklah! " Gadis itu mulai tenang. Diwajahnya terlihat bahwa dia syok berat karena tekanan yang diberikan oleh pria itu.


Semua orang pun kembali mendaftar dengan normal dibawah pengawasan pria tadi. Setelah beberapa lama, akhirnya bagian Thunder pun tiba.


Karena Thunder yang masih berumur 9 tahun. Penjaga itu melarang Thunder untuk ikut pertandingan didalam istana.


"Hey bocah! Ini bukan taman bermain. Apa yang kau lakukan disini. Cepatlah pergi! "


"Aku bukanlah bocah! Namaku Thunder! Meskipun namaku agak aneh, tapi aku bukanlah orang aneh. Cepatlah masukan namaku! " Kata Thunder tetap ingin masuk


"Yaya... Mau namamu Thunder atau apapun tidak masalah! Berikutnya! " Penjaga itu tetap melarang Thunder dan mengabaikan apa yang dikatakannya.


"Minggir!.. " Thunder disenggol oleh orang yang ada dibelakangnya. Thunder pun tersungkur.


Thunder kembali berdiri.


Semua orang terdiam. Bahkan ada orang yang sampai pingsan karena hawa membunuh itu. Dan juga pria yang mengontrol di atas gerbang tadi ikut kaget karena hal itu.


Disaat yang sama. Didalam istana, di sebuah kamar. Karena aura membunuh Thunder yang kuat. Sepertinya Thunder sudah membuat seseorang trauma dengan aura nya itu.


"Aaaaaaa.... " Terdengar suara Lucu yang berteriak ketakutan. Semua penjaga kaget.


"Ada apa nona Lucy? " Kata pelayan yang ada di samping ranjang Lucy.


Lucy tidak menjawabnya. Lucy malah meringkuk ketakutan di atas ranjangnya. Lucy menangis histeris.


Disaat yang sama juga. Masih didalam istana, di lorong istana. Frost terlihat sedang berjalan.


Wuusshh... Aura membunuh Thunder yang kuat menghembus.


"Aura ini! Ini dari Iblis yang kemarin! "


Frost langsung berlari kearah luar dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


Melihat hal itu. Pria yang mengontrol para peserta pertandingan memperbolehkan Thunder memasuki arena.


"Biarkan anak itu masuk! "


"Ba-baik!"


Thunder pun diantarkan masuk oleh seorang penjaga. Disaat Thunder akan memasuki istana. Thunder menatap tajam pria yang ada di atas itu, lalu Thunder pun memasuki Istana.


"Anak itu bukanlah anak biasa! Siapa dia sebenarnya? Aura membunuhnya, itu benar-benar mengerikan! " Ucap Pria itu (didalam hati)


Tidak lama setelah Thunder memasuki gerbang istana. Frost muncul dengan napas yang terengah-engah.


"Apa yang kau lakukan disini Frost? " Tanya pria itu.


"Oh,.. senior Carlos. Apa kau tadi merasakannya. Aura membunuh tadi? " Tanya Frost dengan napas yang masih terengah-engah.


Carlos pun turun meloncat kebawah.


"Pertama-tama, atur napas mu. "


Frost mulai mengatur napasnya. Setelah napasnya mulai teratur dia pun mulai berbicara.


"Apa senior merasakan aura membunuh yang tadi? "


"Tadi!? Yah, karena itu berasal dari seorang peserta kita. " Jawab Carlos


"Apa!? Ini bahaya! " Frost terlihat kaget.


Disaat Frost ingin kembali berlari kedalam istana dan melihat para peserta. Dia dihentikan oleh Carlos.


Dan Carlos balik bertanya kepada Frost.


"Memangnya ada apa? Kenapa kau dari tadi terlihat gelisah? "


Frost menjawab, dan dia benar-benar terlihat khawatir.


"Apa senior tahu! Saat kemarin aku pulang dengan beberapa luka, dan Lucu yang sampai tidak bisa bergerak karena ketakutan? "


"Ya!? "


"Itu semua, karena kami melawan iblis kecil. "

__ADS_1


Carlos terlihat kaget.


"Dan aura membunuh tadi. Itu benar-benar sama persis dengan aura yang dikeluarkan oleh Iblis kemarin! "


__ADS_2