
Mereka pun akhirnya sampai di Akademi. Mereka sampai di Akademi pada malam hari.
"Ahh~waktunya istirahat. " Thunder
"Yah~ayo kita tidur! " Darkness
Mereka pun pergi tidur
Pagi esoknya
"Huwaah~! Tumben si Bodoh itu tidak teriak teriak di pagi hari. Tapi, tidak apa akhirnya aku mendapat ketenangan. " Thunder
"Yaah~kau benar. Tapi kau tidak melihat ada yang aneh dari dirinya. Lihat dia seperti habis menangis seharian. Dan juga, dia selalu menjauhi kita. Lebih baik kau tanyakan pada dia apa yang telah terjadi.! " Darkness
"Baiklah nanti aku akan menanyakannya. " Thunder
"Ayo kita pergi ke kantin untuk sarapan.! "Eve
" Hey Eve apa yang telah terjadi pada Si Bodoh.. Eh maksudku Emelie. Apa yang terjadi padanya!? "Thunder
" Ah.. lebih baik kau menanyakannya langsung pada dia. "Eve
" Apa boleh buat. Aku akan menanyakannya nanti. "Thunder
Merekapun pergi ke kantin
" Baiklah kita akan duduk disana. "Eve
" Ya ayo! "Darkness
Merekapun makan di meja dekat dengan siswa yang langsung memakai uang.Saat mereka sedang enak sarapan tiba tiba seseorang dari salah satu siswa menghampiri meja mereka. Emelie pun langsung terlihat marah. Thunder menyadari akan hal itu.
" Woy! Apa yang kalian lakukan di dekat kami hah Anak anak miskin! "Salah satu siswa itu sambil menghentakkan tangannya pada meja Thunder dan yang lain
__ADS_1
" MEMANGNYA SALAH APA!? KAMI DUDUK DISINI! "Emelie sambil marah
" Apa! Kau berani menantangku hah.? "Siswa itu
" AKU TIDAK TAKUT! HEMPASAN SAYAP PHOENIX! "Emelie
*sfx: ssbbussshh
Api besar melahap siswa itu
" BRENGSEK! PUKULAN BERUANG BUMI! "Siswa itu
Tiba-tiba
*sfx: Booomm
*sfx: aaahkk
Anak anak terhempas oleh ledakan besar. Tapi.
Siswa itu terkejut dengan apa yang dilihatnya. Serangan yang benar benar besar dihentikan dengan satu tangan oleh Thunder. Semua orang terkejut dengan apa yang dilihat nya.
Apalagi mereka melihat sebuah mata yang bersinar berwarna merah dari mata kanannya Thunder.
" Siapa kau!? "Siswa itu
" Thunder Storm. Dan kau!? "Thunder melihat dengan tajam.
" Rudolph Tank. Klan Dewa baja! "Siswa itu
" Baiklah aku melihat tadi kau benar benar ingin membunuh sahabatku. Aku tidak akan membiarkannya. Tatap Mataku! "Thunder sambil menunjukkan mata kanannya
Tiba tiba saja Si Rudolph itu langsung menjerit histeris.
__ADS_1
" Ke... kenapa dia?, Dan apa yang terjadi padamu! "Emelie kebingungan
" Pikirannya aku kirimkan ke dunia Nether. Sekarang mungkin dia sedang disiksa oleh iblis disana. "Thunder
" Hey Thunder! Lepaskan dia! Darkness
"Baiklah! " Thunder
Lalu Thunder menatapkan pandangannya pada mata Rudolph. Rudolph pun langsung tersadar.
"Beraninya kau. " Rudolph dengan lemas dan gemetaran
"Masih ingin dilanjutkan? " Thunder
"Tu... tunggu! Aku akan mela-" Rudolph
"Aku tidak butuh bantuan dari sampah seperti dirimu. " Thunder
"Awas kau. " Rudolph berbisik sambil pergi
"Oh ya. Hey Bodoh kenapa kau terlihat sedih seperti itu. " Thunder bertanya pada Emelie
"Tidak.. Aku tidak sedih. " Emelie langsung pergi
"Eh.Dia malah pergi. Tidak apa! " Thunder
Merekapun akhirnya pergi menuju kelasnya.
Jam istirahat
"Hey Emelie kenapa kau tidak jujur pada Thunder. Tentang kalungmu. " Elilie
"Aku bukannya tidak ingin jujur Elie. Tapi jika aku memberi tahu Thunder tentang kalungku. Mungkin dia akan langsung membunuh Rudolph dan kelompoknya. Dan dia pasti akan dikeluarkan dari Akademi ini. " Emelie
__ADS_1
"Yah terserah kau. Tapi lebih baik kau memberitahunya. Jika tidak dia mungkin akan di beritahu oleh orang lain. Dan kemungkinannya akan jadi lebih parah.! " Elie sambil pergi.