
Setelah pipinya beberapa kali ditampar oleh Izy. Wanita itu langsung bangun dan langsung berteriak.
"Ah!.. " Teriak gadis itu.
Karena teriakan dari gadis itu Izy dan Syela langsung berteriak karena terkejut.
Blug! Mereka bertiga terjatuh.
"Aw!. Aw!. Aw!. Aduh! " Gumam gadis itu sambil mengusap-usap ekornya.
Lalu Thunder dari atas melompat turun untuk melihat kembali situasi dibawah dengan wajah yang terlihat marah.
"Hei! Gadis ikan, apa yang kau lakukan disini? Cepat pergi, jika tidak kau akan kujadikan makan malam ku! " Thunder mengancam.
Tapi bukannya takut. Gadis itu malah langsung melompat kepangkuan Thunder. Dan karena terbawa berat badan dirinya sendiri sekaligus dengan berat badannya gadis itu, mereka berdua terjatuh.
"Aw! Aw! Aw! Apa-apaan kau ini! " Teriak Thunder marah sambil menyingkirkan badan gadis itu dari atas tubuhnya.
"To-tolong! Tolong aku! Cepat pergi dari wilayah ini! Jika tidak... " Gadis itu tidak menyelesaikan perkataannya, tapi wajahnya berubah menjadi pucat dan ketakutan.
"Jika tidak apa? Ada apa denganmu? Kenapa wajahmu terlihat sangat ketakutan seperti itu? " Tanya Thunder. Hati Thunder mulai sedikit gelisah melihat reaksi gadis itu yang terlihat sangat histeris.
Tapi bukan itu saja yang membuatnya takut, mata Thunder mampu melihat tekanan energi sihir seseorang. Dan tekanan energi sihir dari gadis ikan itu berada dilevel lebih tinggi dengan semua orang yang ada di atas kapal itu.
"Jika ada musuh yang mampu membuatnya samapi histeris seperti ini! Apa aku bisa mengalahkan musuh itu? " Thunder bertanya-tanya didalam hati.
"Dia,.. sudah ada disini! " Ucap gadis itu pelan.
"Hah? Siapa yang kau maksud? Cepat kau pergi dari kapal ini! Dasar ikan pencuri! " Ucap Izy kesal.
"Ya! Izy benar! Cepat pergi dari sini! " Syela
"Diam! " Teriak Thunder.
"Eh? Kenapa kau memarahi kami! " Ucap Izy kesal karena Thunder membentak mereka.
"Ya! Kenapa kau malah marah kepada kami? Yang seharusnya marah itu kami! Kau tahu! " Teriak Syela marah.
"Aku tidak pernah melihat Thunder gelisah seperti itu. Apa yang akan terjadi? " Alex juga ikut gelisah
__ADS_1
"Bukankah aku sudah bilang diam! " Teriak Thunder membentak Izy dan Syela.
Izy dan Syela langsung terkejut.
"Baiklah! Jika itu yang kau inginkan! Lebih baik kami pergi saja! " Ucap Izy sambil pergi kepinggir kapal. Izy berniat untuk pergi dari kapal. Syela hanya diam saja karena masih terkejut oleh Thunder yang tadi membentaknya.
Disaat Izy akan melompat keluar kapal. Tiba-tiba saja tulang-tulang memagari pinggiran kapal sehingga Izy tidak bisa keluar dari kapal.
"Kenapa kau ini? Apa yang sebenarnya kau inginkan hah? Bukankah kau ingin aku pergi dari kapal ini? Cepat singkirkan tulang-tulang mu itu! " Teriak Izy marah. Air matanya mulai bercucuran.
"Jangan pergi ke sana! Cepat kemari! Jangan berada dipinggir kapal. " Ucap Thunder.
"Tidak! Aku tidak mau! Aku tahu kau tidak menginginkanku! Aku tahu itu! Jangan pernah berpura-pura baik padaku! " Ucap Izy.
"Sialan! Baiklah! Tapi jangan sampai kau terpisah! " Ucap Thunder. Mata Thunder semakin menunjukkan kegelisahannya. Keringat mulai bercucuran dari tubuh Thunder.
"Alex! Cepat pergi dari wilayah ini! Cepatlah! " Teriak Thunder.
"Baiklah! " Alex langsung berlari kearah tempat kemudi berada.
Setalah Alex sampai dilantai atas. Ternyata kemudi kapalnya sudah rusak karena tadi tertabrak tubuh Thunder.
"Thunder! Kemudi kapal kita rusak! " Teriak Alex.
Sedangkan Izy hanya terus menangis dipinggiran kapal karena Thunder. Dan Syela juga terus diam di samping Izy yang sedang menangis.
"Dia datang! " Ucap gadis itu pada Thunder.
Wajah Thunder langsung memucat. Suasana menjadi sangat mencekam. Langit yang awalnya cerah tiba-tiba saja berubah menjadi gelap. Meskipun geledek terus bergemuruh, tapi tidak satu tetes pun air hujan turun.
Lalu tiba-tiba saja,..
Jbus! Sesuatu yang sangat besar muncul dari air.
"Apa itu? " Tanya Thunder
"Itu adalah rahang! Sekarang kita akan ditelan oleh mahkluk ini? "
"Rahang? Jangan bercanda! Tidak mungkin ada hewan yang memiliki rahang sebesar itu! " Ucap Thunder.
__ADS_1
"Itu bukanlah hewan! Itu adalah iblis! Iblis urusan dari Azazel! " Ucap gadis itu
"A-apa! Jangan bercanda! Untuk apa dia mengutus monster seperti itu ke dunia manusia? Apa dia sudah gila? " Ucap Thunder.
Melihat keadaan itu Thunder semakin bingung dan ketakutan. Sedangkan Alex terus jatuh membatu tidak bergerak. Mulut dari iblis itu terus bergerak keatas seperti tidak ada ujungnya.
"Hei! Masih belum sampai ujung juga! Sebenarnya sedalam apa lautan ini dan sebesar apa tubuh iblis ini! " Teriak Thunder.
Izy dan Syela yang sudah menyadari akan kesalahannya, mulai masuk kedalam keputusasaan.
"Padahal Thunder tidak bermaksud jahat. Dia hanya ingin memfokuskan energinya saja untuk menebak apa yang akan terjadi. Tapi kami terus mengganggu konsentrasinya, hingga ini terjadi. " Itulah yang dipikirkan oleh Syela dan Izy.
"Sialan! " Teriak Thunder.
Thunder mengeluarkan sepasang tulang yang mulai membesar dari punggungnya. Tulang itu terus membesar dan membentuk sepasang lengan.
Bug! Bug! Thunder terus menghantam mulut besar itu. Tapi kekuatannya tidak menyebabkan luka yang parah. Hanya beberapa gigi yang hancur.
Wush! Tulang besar dari punggung Thunder langsung hancur setelah beberapa kali dipukul kan.
Ohok! Ohok! Ohok! Thunder langsung batuk darah setelah tulang yang sangat besar itu hancur.
"Hei! Apa kau tidak apa-apa? " Gadis ikan itu mengkhawatirkan Thunder.
"Tidak, aku tidak apa-apa! " Ucap Thunder dengan terbata-bata.
"Aku tidak pernah menggunakan kekuatanku sebesar itu, dan sepertinya itu memberikan efek samping yang besar. Beberapa tulang rusuk ku patah. Dan ini sepertinya akan susah sembuh. " Ucap Thunder sambil memegang dadanya yang kesakitan.
"Jangan memaksakan diri! Mungkin aku bisa membantu! " Ucap Gadis itu.
Lalu gadis ikan itu mencabut satu sisik dari ekornya. Lalu dia memegang sisiknya dengan mulutnya. Setengah ada didalam mulutnya dan setengah ada diluar mulutnya.
"Apa yang ingin kau lakukan? " Tanya Thunder.
Gadis itu tidak menjawabnya. Tapi gadis itu langsung mencium bibir Thunder, dan memberikan seluruh sisiknya dari mulutnya ke mulut Thunder. Melihat itu, meskipun hati Syela dan Izy hancur berkeping-keping, tapi mereka hanya diam saja tidak mengatakan sepatah kata pun.
Gadis ikan itu lalu melepaskan ciumannya setelah Thunder menelan sisiknya. Tiba-tiba saja seluruh luka dari tubuh Thunder langsung menghilang. Dadanya pun sudah berhenti merasa sakit.
"A-apa ini? Apa yang tadi kau lakukan? " Tanya Thunder.
__ADS_1
"Sisik kami para duyung memiliki sihir penyembuh yang sangat efektif. Dengan memberi ludah dan sisiknya kepada orang lain yang sedang terluka atau sakit. Luka dan sakitnya itu pun akan langsung sembuh, tentunya tanpa efek samping! " Gadis ikan itu menjelaskan.
"Wah! Hebat! Baiklah, jika terus begini. Mau berhasil atau tidak, yang penting aku sudah berusaha! " Ucap Thunder sambil berdiri dan mengepalkan tangannya.