
"Memangnya cerita tentang Lucifer itu seperti apa? " Tanya Thunder
"Baiklah, sekarang aku yang akan bercerita kah! " Ucap Alex dengan bangga
"Ah, tidak perlu! Izy lebih baik kau yang cerita! " Ucap Thunder merasa jengkel dengan sikap Alex
"Eh! Tunggu, aku saja! " Ucap Alex
"Kalau begitu cepat ceritakan! Jangan banyak gaya! " Ucap Thunder.
"Baiklah!
Ehem! Dulu, setelah peperangan antar semua Ras di dunia ini telah berhenti. Hanya tersisa saja 2 Ras yang saling membenci dan kembali memicu perang. Yaitu Ras Iblis dan Dewa.
Kedua Ras ini selalu memperebutkan tanah dan kekuasaan masing-masing. Karena kekuatan dari Dua Ras ini benar-benar sama. Perang yang terus berlanjut sampai saat ini.
Tapi, di Ras Iblis ada beberapa orang yang setara dengan 4 Dewa terkuat, yaitu Lucifer, Azazel, Aleister, dan Raja Iblis Satan. Kekuatan Lucifer saat bersama dengan Azazel benar-benar mengerikan. Hanya dengan mereka berdua, mereka menghancurkan 2 Pulau langit yang dijaga oleh 4 malaikat.
Tapi, penghancuran mereka berdua berakhir saat mendekati istana Langit, mereka bahkan dihalangi secara langsung oleh 2 Naga Surgawi. Lucifer dan Azazel pun kembali dengan luka parah dari istana langit.
Dengan cerita seperti itu saja siapa yang tidak mungkin takut dengan Lucifer! Bahkan Lucifer hampir saling membunuh dengan pemimpin dari para Malaikat. " Ucap Alex
"Eh! Ternyata dia memiliki legenda yang keren! " Ucap Thunder
"Eh! Keren? Dia mau menghancurkan seluruh kerajaan Langit loh! " Ucap Izy dan Syela kaget dengan reaksi Thunder yang biasa biasa saja.
"Yah,.. mungkin suatu hari malah giliran kita yang harus menghancurkan seluruh kerajaan langit! " Ucap Thunder.
"Eh! Tidak, tidak, tidak! Mana mungkin aku ikut untuk menghancurkan istana Langit! " Ucap Alex kaget
"Yah, siapa peduli juga! Lebih baik kita sudahi saja untuk hari ini! Kalian juga harus istirahat, 1 minggu lagi kita akan memulai perjalanan yang baru. " Ucap Thunder
"Terus, kau akan tidur di sana? " Tanya teman-teman Thunder melihat keadaan Thunder yang masih terkekang oleh sihir milik Lucifer.
"Ah! Sialan! " Teriak Thunder kembali marah saat dia mengingat keadaan Tubuhnya.
"Jangan-jangan, saat dari tadi ngobrol. Kau lupa dengan apa yang terjadi dengan dirimu saat ini? " Tanya Alex sambil menahan tawanya.
"Ah! Sialan! Lucifer! Lepaskan aku! " Ucap Thunder mencoba mengalihkan perhatian teman-temannya dari keadaan dirinya yang sedang terlihat konyol.
"Ftt! Hahahaha! " Alex langsung tertawa terbahak-bahak setelah tahu bahwa Thunder memang melupakan keadaan dirinya.
Lalu semua orang pun ikut menertawai Thunder yang benar-benar terlihat konyol.
"Brengsek! Jangan menertawai diriku! Sialan! Lucifer, kurang ajar! Cepat kemari dan bebaskan aku! " Teriak Thunder
...----------------...
Pagi baru pun tiba, semua orang kembali beraktivitas.
"Selamat pagi! " Teriak Syela membangunkan semua orang
__ADS_1
"Ah sudah pagi kah. Selamat pagi semuanya! " Ucap Alex sambil menggosok-gosok matanya yang masih sedikit mengantuk
"Oh, Thunder! Kau masih belum bangun? Dan juga, apa kau tidur di sana? Dari kemarin? " Tanya Alex
"Yah! Tentu saja! Si Bodoh Lucifer itu tidak datang lagi! Jadi aku terpaksa tidur seperti ini! " Ucap Thunder dengan wajah yang jengkel
"Tapi, sihirnya sedikit melemah, aku sudah bisa memunculkan kembali tulang-tulangku! Lihat! "
Thunder pun memunculkan tulang tulangnya.
"Sepertinya sihir perkataan ini memiliki batas waktu. Dan seiring waktu itu berjalan maka semakin melemah juga sihirnya! " Ucap Thunder
"Eh! Ternyata kau masih bisa meneliti sihirnya meskipun kau terlihat sangat jengkel seperti itu! " Ucap Alex
Hacyu!.. Thunder bersin
"Ah,.. sepertinya aku juga terkena sedikit demam. " Ucap Thunder
"Eh! Kalau tidak salah, pas tadi malam aku sudah menyelimuti tubuhmu. Kenapa selimutnya ada disini lagi. Dan akhirnya juga kau terkena demam. " Ucap Izy menyesal
"Aku langsung mengembalikan selimutnya dengan tulangku. Mana mungkin aku membiarkan seorang gadis tidur kedinginan, Bodoh! " Ucap Thunder.
Wajah Izy langsung tersipu malu oleh ucapan Thunder.
"Cih! Aku iri!.. " Ucap Syela di dalam hatinya sambil menatap Izy dengan mata yang iri
Jeblug! Suara pintu didobrak.
"Berisik! Bisakah kau belajar untuk mengetuk pintu dulu sebelum masuk? " Ucap Thunder semakin merasa jengkel.
"Aduh, maaf maaf! Adikku yang manis, apa kau terus seperti itu dari kemarin? Kasian! " Ucap Darkness dengan wajah yang mengejek
"Sialan! Berhenti berperilaku seperti itu! Menjijikkan kau tahu! " Teriak Thunder
"Yah, sebenarnya aku datang membawa berita bagus. " Ucap Darkness
"Berita bagus seperti apa? " Tanya Thunder
"Sebenarnya, hari ini Via sudah bisa pulang! " Ucap Darkness senang
"Via? Siapa? " Tanya Izy dan yang lainnya
"Eh, tunda dulu itu. Lebih baik cepat suruh Lucifer melepaskan sihir ini! " Ucap Thunder
"Dan sekarang dia ingin datang kemari untuk berterima kasih kepadamu Thunder. " Ucap Darkness mengabaikan Thunder yang protes tentang keadaannya
"Sialan! Jangan mengabaikan ku! Aku sedang berbicara padamu loh! " Ucap Thunder
"Baiklah, Via silahkan masuk. " Ucap Darkness masih mengabaikan.
"Sialan! "
__ADS_1
Satu tulang dari punggung Thunder muncul dan menyerang Darkness, tapi Darkness mengulurkan tangan kirinya kearah tulang itu.
Disaat tulang Thunder menusuk tangan kiri Darkness.
"Apa ini? Aku serasa tidak menusuk daging. " Ucap Thunder
Darkness tersenyum bangga.
Darkness pun melepaskan sarung tangan, dan merobek baju bagian tangan kirinya.
"Eh, tunggu! Bukankah tangan kiri itu harusnya sudah tidak ada kan? " Tanya Thunder kebingungan
"Lihat ini! Aku mengganti tangan kiriku dengan sihir kegelapan dan membentuk tangan baru! " Teriak Darkness bangga
Semua orang terlihat terkejut dan kagum melihat itu.
"Terus, kemana perginya tulang yang aku tusuk kan ke tangan kirimu itu? " Tanya Thunder
"Setiap kali barang, atau benda apapun yang aku sentuh secara langsung oleh tangan kiriku ini. Semuanya akan masuk kedalam dimensi Kekosongan. " Jawab Darkness
"Uwah! Hebat! " Ucap semua orang kecuali Thunder
Thunder pun menarik kembali tulangnya.
"Jadi, dimana gadis bernama Via itu? Bukannya dia ingin berterimakasih kepadaku? " Tanya Thunder
"Oh ya, karena keasikan aku sampai lupa. Sebenarnya dia agak pemalu, jadi jangan tatap dia dengan mata mengancammu itu. " Ucap Darkness
"Hah? Apa kau bilang? " Teriak Thunder marah
"Via! Sekarang kau boleh masuk loh! Nanti mungkin akan ada Lucifer yang ingin memeriksa keadaan teman-temannya. Jadi sekarang adalah waktu yang paling tepat. Cepatlah kemari! " Ucap Darkness sambil menghampiri pintu keluar.
Lalu Darkness pun keluar dulu dari ruangan itu. Sepertinya Via menunggu agak jauh, karena tidak ingin disebut sebagai penguping dan mengganggu obrolan mereka.
"Ayo masuk! Jangan malu! " Ucap Darkness sambil menarik tangan Via.
Disaat dia sudah masuk, Darkness masih berada disampingnya dan menggenggam tangannya.
"Bicaralah! " Ucao Darkness
Tapi, wajah Via benar-benar merah.
"Via? Apa kau demam? Tanganmu panas loh! " Ucap Darkness
Lalu Via pun jatuh pingsan karena malu disana.
"Eh? Via? Apa yang terjadi! Hey, bertahanlah! " Teriak Darkness khawatir
"Hah~ bacalah suasana bodoh! " Ucap Thunder.
"Yah, kami mungkin tahu rasanya! " Ucap Izy, Syela, dan Vina didalam hati mereka.
__ADS_1