
Waktu pun sudah sampai ditengah malam. Tapi semua orang masih berpesta dengan meriah. Kecuali Thunder, Thunder sudah tampak mengantuk.
"Hei! Thunder, apa kau sudah mengantuk? "
Tanya bawahan Alex
"Huaaaahh... " (Thunder menguap)
"Yah aku sudah mengantuk, aku mau membangunkan Alex. Aku ingin segera pergi ke kamarku untuk istirahat. "
"Yah mau sekuat apapun kau, tetap saja kau anak kecil. Cepatlah tidur. Begadang itu tidak baik untuk anak kecil sepertimu. Hahaha! "
"Hei, Hei, Alex! Bangunlah! Aku ingin segera tidur. Aku sudah mengantuk, cepat beritahu dimana tempat tidur ku! "
Tapi Alex tetap tidak bangun. Thunder terus mencoba membangunkannya. Tetapi, karena Alex tidak bangun juga. Akhirnya Thunder menggunakan kekerasan lagi.
"Jika kau tetap tidak bangun! Sepertinya aku harus menggunakan sedikit kekerasan lagi, yah!? "
Terlihat percikan listrik muncul di telunjuk tangan kanannya. Thunder menyentuh kan tangannya pada tubuh Alex. Lalu...
Aaaaa!!.. Sebuah cahaya terang berwarna merah muncul dari rumah Alex.
"Akhirnya kau bangun. Cepat! Tunjukkan tempat untuk aku tidur. Aku sudah ngantuk. " Thunder
__ADS_1
"APA KAU MENCOBA MEMBUNUHKU BOCAH SIALAN?! " Alex (marah)
"Tenang saja! Lagipula kau tidak mati kan! " Thunder
"Kau pikir nyawa seseorang itu apa, hah? " Alex
"Cepatlah! Aku sudah benar-benar mengantuk. Ayo! "
"Dengarkan jika ada seseorang yang sedang bicara! "
Alex pun pergi mengantarkan Thunder ke kamarnya. Thunder pun sampai di kamarnya. Thunder langsung melompat ke atas kasurnya. Dan bersiap tidur.
"Oh ya! Alex, bukankah tadi kita merasa melupakan sesuatu? Apa kau sudah mengingatnya? "
"Tidak aku tidak mengingatnya! "
"Oh begitu ya. Baiklah kalau kau tidak mengingatnya. Lebih baik aku langsung tidur. Beritahu aku besok jika kau sudah mengingatnya! " Kata Thunder
"Yah, baiklah! Selamat malam! "
Thunder pun memejamkan matanya. Lalu, terdengar suara dari bawahan Alex menghampiri Alex yang masih berada didekat pintu kamar Thunder. Bawahan Alex itu bertanya pada Alex.
"Bos! Apa bos tidak melihat tim yang tadi bos bawa untuk merampok toko. Mereka belum pulang. Aku dengar tadi mereka bagian merampok toko bersama bos hari ini. "
__ADS_1
"Toko... toko... " Kata-kata itu mulai terngiang di kepala Thunder.
"AH! AKU INGAT! PENJAGA TOKO ITU BELUM AKU SELAMATKAN! " Thunder bangun dari kasur dan berlari menghampiri Alex.
"Hei! Alex, sekarang aku ingat. Penjaga toko yang ingin kau bawa itu. Dia hilang saat kalian berdua bertarung! "
"AH! KAU BENAR! " Alex
Mereka berdua berlari menuruni gunung dan pergi ke tempat toko tadi. Dan disaat mereka sampai diluar toko itu. Mereka melihat banyak orang berada di toko itu. Dan mereka melihat Pemilik toko itu dibawa oleh seorang tabib.
"Hah... " Thunder menghela napas.
"Sukurlah penjaga toko itu tidak kenapa-napa. Tapi, Alex kau tahu siapa mereka itu? Apa mereka orang baik? " Thunder
"Mereka adalah tentara kerajaan. Mereka orang baik. Tapi, aku tidak melihat tim yang aku bawa untuk merampok toko ini. Apa mereka sudah pergi, ya? " Alex
"Yah, kau benar. Aku juga tidak melihat wanita elang tadi. "
Lalu, terlihat dari toko muncul seorang tentara berbadan besar. Tentara itu menarik para bawahan Alex dengan penuh luka di badan mereka.
Melihat itu Alex merasa marah. Alex langsung berlari ke arah mereka. Dan mulai memunculkan lingkaran sihirnya.
"ICE MAKE! KONG'S HAND! "
__ADS_1
Salju yang turun menumpuk di kedua lengan Alex. Dan mulai membentuk lengan yang besar. Alex pun memukul ke arah Tentara yang membawa bawahannya dengan sekuat tenaga.
Booom!...