
Wussh!. Aura yang dingin keluar dari Izy.
Udara terasa begitu dingin serasa seluruh tulang juga ikut membeku bagi Thunder
"Apa ini? Aura membunuh? Aku tidak tahu ada aura membunuh yang sangat dingin seperti ini? " Ucap Thunder. Thunder terlihat begitu kedinginan. Tubuhnya menggigil karena itu.
"Sial! Aura membunuhku hanya akan menempel saja. Aku terlalu banyak menggunakannya saat melawan si Tua itu. "
Ucap Thunder kebingungan. Darah terlihat keluar dari mulutnya. Thunder pun mengusal darah yang keluar dari mulutnya itu.
"Jika terus begini. Tubuh, jiwa, dan mentalku akan dihancurkan nya. Sekarang aku serahkan padamu loh! " Ucap Thunder didalam hatinya.
Lalu Thunder pun terjatuh terlihat tidak sadarkan diri.
"Heh! Ternyata hanya segini saja kemampuanmu itu. Sepertinya aku sudah benar-benar bertambah kuat. " Ucap Izy dengan nada yang sombong.
Disaat Izy akan melangkah untuk meninggalkan Thunder yang sudah tidak sadarkan diri. Tiba-tiba,..
"Tunggu! " Suara Thunder menghentikannya.
"Eh? Ternyata kau masih hidup. Apa tadi hanya sekedar akting mu saja untuk membuatku menghentikan memancarkan aura membunuh? Sepertinya aku sudah diremehkan. " Ucap Izy.
"Tidak! Tadi bukan akting loh. " Thunder yang tadinya terlihat sangat serius saat bertarung kini terlihat benar-benar ceria.
"Siapa kau? " Izy
"Hei! Begitu tidak sopannya kau! Padahal kau tadi menyerang ku dengan aura membunuh yang sangat dingin loh. Dan sekarang kau lupa begitu saja! Apa-apaan itu? " Thunder terlihat kesal.
"Eh? Tidak-tidak, bocah yang tadi menyerang ayahku selalu berwajah serius. Tapi kau itu konyol! Meskipun wajah kalian mirip aku yakin tadi beda orang. Dimana bocah tadi! "
Ucap Izy.
"Ini aku loh! Ini memang aku, dan tadi tetap aku. " Ucap Thunder semakin kesal.
"Hah? " Izy kebingungan
"Baiklah! Akan ku jelaskan! Yang tadi itu memang aku tapi bukanlah aku! Tadi itu adalah sisi lain dari diriku. Dia adalah kepribadianku yang lainnya. Mengerti? " Ucap Thunder menjelaskan
Wush! Aura dingin yang tadi kembali keluar. Tubuh Thunder langsung kedinginan karena auranya itu yang ekstrem.
"Hei! Apa-apaan kau ini? " Ucap Thunder kesal
"Jika ada musuh di hadapanku. Dua harus langsung dibasmi! " Ucap Izy dengan tegas.
"Hah? Padahal kau baru saja mengerti! Sialan! " Thunder marah
__ADS_1
"Heh! Tidak ada pengampunan bagimu. " Ucap Izy.
Izy lalu memunculkan lingkaran sihir di telapak tangannya. Lalu dia memunculkan pedang dari es.
"Teknik Es, kuda-kuda pertama! Hantaman punggung Kura-kura! "
Izy lalu melesat kearah Thunder.
Bom! Izy memukul dada Thunder dengan punggung pedang yang dia buat. Karena tekanan yang dibuatnya. Tanah yang ada dibelakang Thunder meledak.
Thunder langsung muntah darah. Meskipun Thunder tidak terhempas, tapi tubuh bagian dalamnya hancur.
"Reflekmu benar-benar buruk ya! Padahal tadi kau dapat bergerak dengan sangat cepat. " Ucap Izy dengan tatapan yang merendahkan.
"Lightning! "
Lingkaran sihir muncul di atas mereka berdua.
"Bodoh! Apa yang kau lakukan? Apa kau bermaksud untuk menyerang tubuhmu juga hah? " Disaat Izy akan melompat untuk menghindari serangan Thunder
Tapi tubuhnya dirangkul oleh tulang dari punggung Thunder dan membuatnya tidak dapat bergerak.
"A-apa yang kau lakukan? " Ucap Izy dengan suara yang imut dengan pipi yang merah merona.
Duar! Petir menyambar ketubuh mereka berdua. Izy langsung pingsan seketika.
Ucap Thunder.
Thunder pun melepaskan rangkulannya. Dan menjatuhkan tubuh Izy.
"Baiklah.Disini sudah beres, aku harus membangunkan Alex. " Ucap Thunder.
Thunder lalu mendekati Alex yang sedang tergeletak di salju. Disaat dia ingin membangunkan Alex. Tapi tombak es melesat kearahnya dan Thunder berhasil menghindarinya.
"Ah... untung aku dapat menghindarinya. Jika tidak aku sudah jadi mayat disini! " Thunder kaget.
"Hei! Apa kau mencoba membunuhku hah? "
Thunder marah
"Bukankah kau tadi juga mencoba untuk membunuhku, kan? Dan kenapa kau masih bisa berdiri seperti itu meski sudah tersambar petir yang sangat besar tadi! " Ucap Izy terbata-bata
"Tapi kau tidak mati, kan?! Aku sudah biasa dengan sihir petir. Aku tidak akan pernah mati oleh petir. Setidaknya itulah yang aku percaya sekarang. " Jawab Thunder.
"Hah? Siapa peduli! Lebih baik aku segera membunuhmu sekarang! " Izy pun kembali bangkit
__ADS_1
"Teknik Es, kuda-kuda kelima! Penghapus api! "
Bom! Tebasan Izy yang mengeluarkan aura begitu dingin tertahan oleh tulang Thunder.
"Ah.. Lagi-lagi kupikir aku akan mati! Aku tidak bisa membaca gerakannya. Dia benar-benar mengerikan, bahkan lebih mengerikan dari si Tua itu. Jika aku telat satu detik saja. Kepalaku pasti sudah copot. " Ucap Thunder dengan wajah yang kaget.
"Tch.. Kau berhasil menangkis nya! " Izy dengan wajah yang kesal.
Izy langsung mengambil jarak.
"Ah.. Tulang ku membeku. Hey Ratu dingin yang imut. Bisakah kau tidak membekukan apapun yang kau sentuh. Itu merepotkan! "
Ucap Thunder kesal.
Trang! Thunder lalu menghancurkan tulang yang membeku nya. Lalu tulang itu kembali tumbuh seperti semula.
Sedangkan Izy kembali tersipu malu oleh kata-kata Thunder.
"Oh ya! Kau sudah salah perhitungan jika kau mengambil jarak loh! "
Thunder lalu kembali memunculkan pedang petir nya.
"Hah? Apa maksudmu? " Izy kebingungan dan kembali waspada karena ucapan Thunder tadi.
Thunder lalu mengambil kuda-kuda, Kedua pedangnya disatukan dan menjadi panjang. Lalu pedangnya diletakkan di pinggang sebelah kirinya. Lengan kanannya memegang gagang pedangnya. Sedangkan lengan kirinya terlihat seperti sedang memegang sarung pedang. Itu membuatnya menjadi terlihat seperti ingin menarik pedang dari dalam sarungnya lalu menebas apapun yang ada dihadapannya.
Lalu kaki kirinya berada dibelakang dan kaki sebelah kanannya didepan. Badannya di condong kan ke depan.
Melihat kuda-kuda itu Izy terlihat terkejut.
"Kapan kau belajar kuda-kuda itu? Dan siapa yang mengajarimu kuda-kuda itu? " Ucap Izy terlihat marah.
Duar! Thunder melesat dengan kecepatan yang sangat cepat. Tapi serangannya berhasil ditangkis oleh Izy dengan pedangnya. Tanah di sekeliling mereka meledak oleh tekanan sihir yang kuat.
"SIAPA YANG MENGAJARIMU?! " Teriak Izy dengan marah.
Tapi kekuatan Izy tidak mampu menahan serangan Thunder terlalu lama.
Bom!.. Ah!.. Teriak Izy
Izy terhempas oleh pedang Thunder. Izy menabrak pintu masuk kedalam istana.
"Tidak ada yang mengajariku. Tadi itu aku hanya sekedar coba-coba saja. Aku pikir aku bisa menggunakan kuda-kuda itu. Aku melihat kuda-kuda itu saat melawan Frost kemarin malam. " Ucap Thunder dengan santainya.
"PEMBOHONG! " Teriak Izy marah. Izy kembali berdiri.
__ADS_1
"Tidak mungkin kau mempelajarinya hanya dengan melihatnya saja! " Ucap Izy terlihat benar-benar marah.
"Terserah padamu mau percaya atau tidak. Tapi itulah kenyataannya! " Ucap Thunder dengan tegas.