
"Tu-tunggu dulu? Kenapa kau meminta maaf? Dan juga kenapa Darkness menjadi dua? " Tanya Liana kebingungan.
"Oh itu- "
"Tunggu dulu! Lebih baik kita membicarakannya didalam kamarku saja! " Ucap Liana memotong ucapan Darkness sambil menarik mereka berdua ke kamarnya
Mereka pun langsung dibawa masuk kedalam kamar Liana.
"Eh! Ternyata kamarnya juga sangat luas. Sudah kuduga dari seorang bangsawan! " Ucap Thunder didalam hatinya.
Mereka bertiga pun langsung duduk.
"Jadi! Apa yang ingin Darkness jelaskan padaku. Tapi sepertinya ini sangat penting, makanya aku langsung membawa kalian berdua ke kamarku. " Ucap Liana.
"Kepribadiannya juga berubah, aku pikir dia itu gadis bangsawan yang payah dalam bersosialisasi, tapi ternyata dia sangat cekatan! " Ucap Thunder didalam hati.
"Eeh! ~ Ternyata kau gadis yang cukup berani juga membawa dua lelaki ke dalam kamarmu meskipun kau sendirian. " Ucap Thunder menggodanya.
Liana pun terlihat terkejut dan pipinya langsung memerah.
"I-ini tidak seperti yang kau bayangkan! " Liana menyangkal perkataan Thunder dengan malu-malu.
"Wah! Kepribadiannya berubah lagi! " Ucap Thunder didalam hati.
Buk! Darkness memukul kepala Thunder dengan kuat.
"JANGAN MENGGODANYA! LEBIH BAIK CEPAT JELASKAN TENTANG KESALAHPAHAMAN YANG KAU BUAT! " Teriak Darkness kepada Thunder.
"BERISIK AKU JUGA AKAN MEMINTA MAAF KAU TAHU! " Thunder balik meneriaki Darkness sambil memegang kepalanya yang dipukul oleh Darkness.
Liana terlihat sedang melihat kelakuan mereka berdua yang sedang bertengkar seperti anak kecil.
Lalu Thunder dan Darkness pun balik melihat Liana.
"Ada apa? " Tanya Darkness.
"ftt! .. " Liana menahan tawanya.
"Hahahaha! Haha! Hahaha! " Liana pun mengeluarkan tawanya.
Liana mentertawakan kelakuan Darkness yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
Thunder dan Darkness pun berhenti bertengkar dan terlihat malu karena mereka berdua sedang ditertawakan oleh seseorang.
"Kenapa kau ini? Kenapa malah ketawa hah? " Tanya Darkness dengan pipi yang memerah karena malu.
"Yah, Kenapa kau malah mentertawakan kami berdua? Memangnya ada yang lucu dari kami? " Tanya Darkness.
__ADS_1
Liana pun berhenti tertawa, dia mengusap air matanya yang keluar karena tertawa terlalu banyak.
"Aduh,.. sialan! Kalian benar-benar membuatku tertawa. " Ucap Liana.
"Wah! Kepribadiannya berubah lagi! " Ucap Thunder.
"Jika kalian tanya kenapa aku tertawa? Soalnya aku sangat terkejut, baru pertama kali ini seorang Darkness yang sangat berwibawa bertengkar seperti anak kecil dengan orang lain!
Ah bukan, tentu saja kau akan seperti itu dengan klon mu! " Ucap Liana menjelaskan.
"Hah? Siapa yang kau sebut klon, wanita manja! Aku bukanlah klon! " Ucap Thunder menyangkal sambil menyindir Liana karena dirinya sedikit tersinggung karena disebut klon oleh Liana.
"Oh Darkness! Ternyata kau sudah semakin hebat yah! " Ucap Liana kepada Darkness sambil tersenyum.
"Karena kau dapat membuat klon yang memiliki kepribadian yang sangat menyebalkan sekali! " Ucap Liana menggebrak meja sambil melihat Thunder dengan mata yang mengancam.
"Sudah kubilang aku bukan klon kan? Anak manja! " Ucap Thunder balik mengancam Liana dengan tatapannya juga.
"Ah! Maaf saja, aku tidak mendengarkan apa yang kau katakan! Soalnya suaramu itu sangat kecil! Klon rendahan! " Ucap Liana.
"Ah! Ternyata kau bukan hanya anak manja! Ternyata kau juga sudah tuli ya? Apa perlu kupanggil nenek tua saja tidak ya! " Ucap Thunder.
"Sialan! Apa kau ingin ribut denganku klon sialan! " Tanya Liana dengan marah.
"Baiklah aku terima tantangan mu! Hanya seekor anak manja saja tidak ada apa apanya! " Ucap Thunder
Buk!
" Bukankah sudah kubilang,.. CEPAT JELASKAN TENTANG KESALAHPAHAMAN YANG KAU BUAT! " Teriak Darkness kepada Thunder.
"Ya! Maafkan aku! " Ucap Thunder ketakutan
Liana juga langsung kembali ke tempat duduknya setelah melihat Darkness marah.
"Baiklah, aku tidak ingin berlama-lama disini!
Namaku adalah Thunder Storm, dan aku adalah adiknya dari Darkness Storm dan bukanlah seorang klon. Meskipun nama kami berdua aneh tapi kami bukanlah anak yang aneh! " Ucap Thunder memperkenalkan dirinya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Thunder barusan, Liana terlihat terkejut. Karena merasa kurang percaya dengan apa yang dikatakan oleh Thunder dia pun berusaha meyakinkan diri dengan menanyakan kepastiannya kepada Darkness.
"Hey Darkness! A-apa yang dikatakan oleh dia itu, be-benar? " Tanya Liana sedikit terbata-bata karena malu.
"Kepribadiannya berubah lagi! " Ucap Thunder didalam hatinya.
"Yah, itu benar loh! Dia adalah adik kembar ku, Thunder Storm. " Jawab Darkness
"Apa kau sudah percaya, Nenek tuli? " Tanya Thunder dengan wajah yang terlihat kesal.
__ADS_1
Tapi Liana tidak marah karena dia menjadi sangat penasaran dengan Thunder. Liana hanya mengangguk.
Thunder pun mulai menjelaskan kesalahpahaman yang dimaksud oleh Darkness.
"Oh, begitu kah! Jadi, yang tadi itu bukanlah Darkness, tapi itu dirimu begitu? " Tanya Liana ingin memastikan
"Yah! Dan sepertinya aku telah menakutimu, jadi aku minta maaf! " Ucap Thunder.
"Oh, baiklah aku memaafkan mu! " Ucap Liana
"Baiklah! Sekarang kita ke rumah Via! Dia juga sudah salah paham mengenai kita! Dan kau harus meminta maaf lagi! " Ucap Darkness sambil membawa Thunder keluar dari rumah Liana.
Didepan pintu rumah Liana, sebelum Thunder dan Darkness keluar.
"Maaf karena telah mengganggumu! Kalau begitu, kami akan pergi lagi! Sampai jumpa! " Ucap Darkness sambil keluar rumah dan juga membawa Thunder.
"Sampai jumpa lagi nona Mira! " Darkness memberi salam kepada pelayan yang bernama Mira tadi sebelum meninggalkan gerbang untuk masuk ke rumah Liana.
Disaat mereka berdua baru saja akan pergi untuk ke rumah teman Darkness yang tadi dia sebut Via. Liana langsung berlari keluar.
"Tunggu Darkness, aku juga ingin ikut kalian berdua! " Ucap Liana.
"Oh, baiklah! " Ucap Darkness.
" Tidak! Aku yakin dia hanya akan mengganggu saja! Lebih baik kau diam saja di rumah anak manja! " Ucap Thunder.
"Oh ya! Aku juga belum menyelesaikan masalahku dengan adik mu ini! Tadi juga kau bilang kau menerima tantangan dariku kan?
Setelah kau meminta maaf kepada Via! Kita akan selesaikan masalah kita di padang rumput di barat kota, bagaimana? " Ucap Liana
"Baiklah! Aku juga setuju!
Ayo Darkness! Kita harus cepat cepat menjelaskan kesalahpahaman ini kepada si Via Via itu! Semoga saja dia tidak menyebalkan seperti Anak manja di belakang kita! " Ucap Thunder sambil menarik Darkness agar cepat cepat sampai di rumah salah satu temanya lagi.
"Awas saja kau Thunder. Aku akan membuatmu menyesal karena sudah berani menghinaku! Aku tidak akan mengalah meskipun kau adik dari Darkness! " Ucap Liana didalam hati dengan kesal karena terus diejek Thunder.
Setelah beberapa lama mereka berjalan. Mereka pun sampai didepan sebuah toko kue.
"Mau apa kita ke toko kue ini? " Tanya Thunder.
"Via adalah anak dari pemilik toko ini. Dan rumahnya juga disini! " Jawab Darkness.
Mereka pun masuk, pintu pun dibuka. Suara bel pun berbunyi menandakan ada orang yang masuk. Tapi, disaat pintu pun tertutup, tiba tiba saja,..
"Eh? Bukannya kita tadi sudah masuk ya? " Tanya Darkness.
Mereka berdua langsung kembali berada didepan Toko.
__ADS_1