Dua Saudara Iblis

Dua Saudara Iblis
Kecepatan yang Melebihi Kecepatan Cahaya


__ADS_3

Setelah beberapa lama, kedua aura membunuh itu perlahan memudar dan ledakan-ledakan yang disebabkan nya pun menghilang. Kedua aura membunuh yang saling bertabrakan itu perlahan-lahan terlihat menjadi jinak dan mulai mengecil.


Tulang tangan Thunder yang sudah terpotong mulai beregenerasi, dari tulang yang mulai kembali tumbuh, lalu daging dan kulit yang secara perlahan-lahan juga mulai tumbuh.


Kedua tangan Thunder pun kembali normal.


"Monster." Ucap Silong pelan


Lalu Silong kembali mengambil kuda-kuda. Tangannya sudah bersiap untuk menarik pedang yang ada di pinggangnya dan menebas apapun yang ingin dia tebas.


Begitu pun juga dengan Thunder. Dia kembali memunculkan tulangnya. Tapi kali ini tulangnya hanya ada dua pasang, tetapi berukuran besar.


"Kali ini aku akan serius loh! Lebih baik kau persiapkan dirimu, karena sebentar lagi kepalamu itu akan terpisah dari tubuhmu, Bocah! " Ucap Silong dengan penuh percaya diri.


"Yah, itupun jika kau bisa melakukannya, Tua Bangka! " Jawab Thunder dengan sama percaya dirinya.


"Meskipun aku berkata begitu, bocah ini juga bukanlah bocah biasa, jika aku melakukan kesalahan sedikit saja. Aku pasti akan dibunuhnya. Sudah lama sekali sejak aku merasakan sensasi ini. " Ucap Silong didalam hati.


"Meskipun aku begitu terlihat percaya diri. Tapi aku tidak boleh lengah sedikitpun. Kecepatan si Tua ini benar-benar mengerikan. " Ucap Thunder didalam hati.


Aura membunuh mereka pun mulai kembali ke tubuh mereka. Sekarang aura mereka hanya memancar saja dari dalam tubuhnya.


Jbush!. Mereka berdua melesat sangat cepat.


Bom! Mereka berdua bertabrakan dalam kecepatan yang sangat cepat hingga tanah dibelakang mereka hancur dan meledak.


"Sepertinya kau bertambah cepat yah Bocah. "


Ucap Silong


"Yah... Karena aku selalu bertambah kuat saat lawan ku lebih kuat dariku tentunya. " Jawab Thunder


Mereka lalu mengambil jarak . Lalu berlari memutar. Thunder terus menyerang Silong dengan keempat tulangnya yang besar itu secara bertubi-tubi. Tapi Silong selalu berhasil menghindar dan menangkis setiap serangan dari Thunder.


Bom! Mereka saling menyerang dengan kekuatan penuh. Meskipun mereka berdua selalu berhasil menangkis serangan yang dilakukan oleh mereka berdua. Tetapi tanah bersalju yang mereka injak itu tidak sanggup untuk menahan tekanan yang diberikan mereka berdua.


Thunder lalu memunculkan lingkaran sihir di telapak tangannya, lalu mengarahkannya kearah Silong.


"Spear of Light! "


Lalu muncul beberapa cahaya berbentuk bulat dibelakang punggung Thunder. Bentuk cahaya itu mulai berubah menjadi runcing dan melesat kearah Silong.


Silong yang mengetahui hal itu. Lalu melompat kebelakang agar dia bisa menahan cahaya yang dikeluarkan oleh Thunder itu.

__ADS_1


Tapi Thunder yang menyadari hal itu Lalu melesat kearah Silong dan berhenti didepannya sambil merunduk.


"Tidak akan kubiarkan kau menghindari serangan ku kali ini! " Ucap Thunder pelan sambil tersenyum.


"Tidak, justru kau yang akan aku serang terlebih dahulu! " Ucap Silong.


Silong menendang kepala Thunder ke tanah dengan kuat.


Bom! Salju kembali mengepul di sana. Terlihat Silong melompat keluar dari kepulan salju itu dan menangkis cahaya-cahaya yang dibuat oleh Thunder tadi.


Jbus! Thunder keluar dari kepulan salju itu dan tulang-tulang yang ada di punggungnya itu kembali menyerang Alex.


Kepala Thunder berdarah karena serangan dari Silong tadi.


"Sialan! Dia membodohi ku! " Ucap Thunder didalam hati terlihat kesal.


"Shadowless slash" slash! slash! slash!


Silong mengiris seluruh tulang yang ada dipunggung Thunder itu dengan cepat.


Krek! Tulang Thunder terlihat retak.


Trak! Tulang-tulangnya hancur.


Melihat Thunder mengeluarkan sedikit celah. Silong lalu melesat menyerangnya.


Bom! Thunder terlempar dan menabrak dinding yang mengelilingi istana.


"Hebat juga kau masih bisa menahan serangan ku tadi. Katakan, siapa namamu bocah. Akan kupastikan aku mengingatnya. Dan akan kuceritakan tentang dirimu pada cucuku nanti. Bahwa ada seorang bocah berumur 9 tahun yang mampu mengimbangi ku. "


"Kau tidak perlu menceritakannya. Karena aku yang akan membuat cucumu mengetahui ku sendiri. Dengan kisah yang melegenda dari seorang Thunder Storm, dan kakaknya, Darkness Storm. Kami berdua dikenal sebagai Dua Saudara Iblis. "


"Oh, Thunder Storm kah? Nama yang aneh! "


Ucap Sulong sambil tersenyum.


"Yah, meskipun nama kami aneh. Tapi kami bukanlah orang aneh! " Ucap Thunder


"Heh, dia benar. Dia bukanlah anak yang aneh. Dia adalah anak jenius. Tadi dia menahan serangan ku dengan pedang petir yang dia munculkan dan menahan tebasan ku. Aku pikir tadi adalah akhirnya. " Ucap Silong didalam hati.


"Golden Eagle! " Sebuah lingkaran sihir yang seukuran dengan tubuhnya muncul di punggungnya.


Jbus! Thunder lalu melesat kearah Silong tapi lingkaran sihirnya tetap ditempat tidak mengikuti tubuh Thunder.

__ADS_1


Sebelum Silong sempat untuk menangkis serangannya. Thunder sudah ada didepan Silong dan menyentuh perutnya dengan tangan Thunder. Lalu,..


"Kenapa ini! Tubuhku tidak bisa aku gerakan! "


Ucap Silong didalam hati kebingungan


"Dia terus bertambah cepat seiring berjalannya waktu didalam pertarungan ini, kecepatannya, dia melebihi kecepatan cahaya. Kecepatan yang benar-benar mengerikan. Tapi,.. jika dia terus bertambah celat,.. maka.. "


Sebelum selesai dia berbicara didalam hati, dia tersela oleh Thunder.


"Shot! " Seekor elang dari cahaya berukuran sebesar tubuh Thunder muncul dari lingkaran sihir itu. Elang itu melesat dengan sangat cepat dan menabrak tubuh Silong.


Bom!..


Ledakan terjadi Silong terhempas dengan luka yang parah di bagian perutnya.


Silong langsung muntah darah.


"AYAH!.. " Ucap Sang Ratu. Ratu pun turun dari atas menara. Dia terbang kearah Silong yang sedang menahan rasa sakitnya.


"Ayah! Apa kau tidak apa-apa? Ayah! " Sang Ratu terlihat sangat khawatir akan keadaan ayahnya.


"Ti-tidak! Aku masih bisa bertarung. Aku baik-baik saja! " Ucap Silong terbata-bata.


Wajah Sang Ratu pun terlihat marah.


"Bocah! Beraninya kau melukai ayahku. Akan kupastikan kau akan merasa menyesal karena sudah terlahir kan didunia ini! " Ucap Ratu marah.


Sang Ratu pun mulai berdiri dan menatap Thunder dengan tajam.


Disaat dia akan melangkah. Langkahnya dihentikan oleh Silong.


"Tidak Izy! Kau tidak akan mampu menang melawannya. Kau akan dibunuh olehnya! Lebih baik kau lari! " Ucap Silong terlihat khawatir.


"Tidak perlu khawatir ayah! Aku tidaklah sama seperti dulu. Sekarang aku sudah lebih kuat. Jika diukur, kekuatan sihir ku sudah berada di level A-89. Jadi aku tidak akan kalah. " Ucap Ratu menenangkan ayahnya.


Lalu Silong pun melepaskan genggamannya. Izy si Ratu es pun mengeluarkan sihirnya. Izy memunculkan Es dibawah tubuh Silong. Dan menjauhkannya dari pertarungan.


"Eh! Apa sekarang aku harus bertarung dengan Ratu Imut? Aku sudah kelelahan. Bisakah kita hentikan pertarungan ini? " Ucap Thunder


"Ra-Ratu imut!? A-apa yang kau katakan! Meski kau memujiku aku tetap tidak akan merubah pikiranku! " Ucap sang Ratu dengan nada bicara yang imut dan pipinya yang terlihat merah merona.


Melihat reaksi itu Thunder hanya bertanya-tanya apa yang terjadi padanya.

__ADS_1


"Kalau begitu, bersiaplah! " Ucap Izy dengan nada yang tegas.


__ADS_2