
Akhirnya Thunder dan Darkness pun berhasil melakukan transformasi untuk menjadi manusia setengah iblis di pertandingan itu.
"Wujud apa itu?" Lery
"Aku juga tidak tahu. Aku tidak pernah melihat Roh seperti itu. " Nova
"Baiklah, apa kalian juga sudah siap? " Thunder
"Tentu saja. " Lery
"Pengontrolan waktu. " Thunder
Thunder mengeluarkan jurus yang lain. Pengontrolan Waktu. Itu adalah jurus yang langka. Thunder bisa mengontrol waktu kepada apapun yang dia mau. Mau itu ke mahkluk hidup maupun ke barang mati. Thunder bisa mengontrol segalanya dengan kekuatan waktunya itu.
"Kekuatan apa ini? " Lery
"Dibelakangmu." Thunder
"Apa? " Lery
"Lambat." Thunder
Thunder langsung menendang muka Lery dengan kuat. Alhasil Lery pun terlempar sampai menabrak dinding pembatas.
"Beraninya kau! Pedang Berlian! " Nova
"Percuma! "
Saat Nova mencoba menebas Thunder dengan pedangnya. Thunder tiba-tiba menghilang dari pandangannya. Lalu Darkness muncul di belakangnya.
"Mati! " Darkness
Darkness membuat tombak dari lengan yang ada di punggungnya dan menusuk tubuh Nova.
"Aaaaaahkkk...!! " Nova berteriak kesakitan
"Lemah! " Darkness
__ADS_1
"Pusaran Badai Emas! " Lery
Darkness dihujani oleh badai serbuk emas.
"Kau pikir ini akan menghancurkan diriku. JANGAN BERCANDA! " Darkness
Saat Badai emas tersebut sedang menghujani tubuh Darkness. Tiba tiba badai emas itu berubah. Dari warna emas berubah menjadi warna hitam kelam karena aura Darkness
"Tidak mungkin?! " Lery
"Hey! Kau melihat kemana! " Thunder
"Lagi lagi! " Lery
"Hujan Halilintar! " Thunder
Meskipun saat itu keadaannya sudah kembali cerah. Tetapi Halilintar yang besar muncul menyambar tubuh Lery dengan begitu besar.
"Aaaaakk! " Lery berteriak kesakitan
"Ti-tidak mungkin. Meskipun Lery dan Nova sudah memakai kekuatan Full Body mereka.. Erika tetap kalah oleh Dua Saudara Iblis. " Ayah Fedrik
"Bukan kami yang menjadi lemah... Tetapi kalian yang menjadi begitu kuat. " Lery
"Meskipun kami lebih kuat dari kalian. Tetapi tetap saja. Masih banyak orang yang lebih kuat dari kami. " Thunder
"Thunder berhasil. " Emeli
"Hmmm... baguslah kalian sudah bisa mengalahkan orang yang lebih kuat dari kalian. " Guru besar bergumam didalam hatinya.
"Dua Saudara Iblis menang. Mereka menang! " Juri
sfx: " Hore!! Mereka menang! "
"Akhirnya kita menang yah... Darkness. " Thunder
"Yah... " Darkness
__ADS_1
"Thunder, Darkness, berhasil! Kalian berhasil! " Emeli
"Berisik! " Thunder
"Siapa yang berisik bocah petir! " Emeli
"Bo- Bocah petir!? " Thunder
"Hahahaha... sudahlah saatnya pulang! " Darkness
"Thunder! Hebat, kau bisa mengalahkan mereka berdua! " Elite
Saat mereka ingin pergi pulang dari arena. Tiba-tiba, Ayah fedrik meluncur ke arena dengan kekuatan aura nya yang besar. Ayah Fedrik menghadang Dua Saudara Iblis yang akan kembali menuju Akademi mereka.
"Pergilah jangan menghalangi jalan kami Bodoh! " Thunder
"Pukulan Cakar Beruang Api! " Ayah Fedrik
Thunder dipukul dibagian perut dengan kekuatan tinggi oleh Ayah Fedrik.
"Apa yang terjadi. Sepertinya Dewan dari Kerajaan tidak terima karena murid muridnya dikalahkan oleh dua orang desa! " Juri
"Thunder! " Emeli
"Cengkeraman Tangan Iblis! " Darkness
Tangan tangan muncul dari bawah tanah dan langsung mencengkram tubuh Ayahnya Fedrik.
"Kau pikir lengan lengan busuk ini akan bisa menahan diriku?! " Ayah Fedrik
Ayah Fedrik langsung memancarkan auranya. Dari tubuh Ayah Fedrik muncul bara api yang besar membakar seluruh tangan iblis milik Darkness.
"Cakaran beruang merah " Ayah Fedrik
Ayah Fedrik menyerang. Muncul api berbentuk seperti cakaran hewan buas yang mengarah pada tubuh Darkness dengan kecepatan yang tinggi.
"Tidak akan sempat! " Darkness
__ADS_1
Darkness mencoba menghindari serangan dari Ayah Fedrik. Tetapi karena serangan Ayah Fedrik yang terlalu cepat. Akhirnya Darkness pun terkena serangannya.
"Apa yang kau lakukan pada Kakaku?! " Thunder