
"Siapa kau sebenarnya? "
Tanya gadis itu sambil terkagum-kagum. Tapi Thunder tidak menjawabnya, setelah Thunder berhasil mengalahkan para bandit itu dengan sekali serang, Thunder pun jatuh pingsan karena Thunder sudah tidak memiliki energi sihir lagi.
"Hoi... apa kau baik baik saja! Bertahanlah! Hei! "
Thunder pun dibawa oleh gadis itu ke suatu tempat.
"Ahk... dimana ini? Aduh... sepertinya tubuhku terluka. "
Thunder yang baru bangun dari pingsannya bertanya tanya dimana dia berada. Dia pun bangun dari tidurnya dan keluar dari gubuk yang hampir bobrok itu.
"Ahk... kepalaku sakit. Aku sama sekali tidak bisa mengingat apapun. Sebenarnya, apa yang terjadi? "
Thunder berusaha mengingat ngingat apa yang terjadi pada dirinya. Tidak lama setelah Thunder bangun, gadis tadi muncul dari belakang gubuk.
"Hei! Jika kau sudah sadar, jangan langsung main keluar aja! Kau itu terluka parah loh. "
"Hah? Ka-kamu! Oh Ya! Sekarang aku sudah mengingatnya. "
Thunder melihat lihat anggota badannya.
"Apa yang sedang kau lakukan? "
Tanya gadis itu dengan muka yang sebal.
"Wah! Ternyata kau menepati janjimu. Kau merawat tubuhku dengan baik. "
__ADS_1
"Yah, mau bagaimana lagi. Lagipula kau telah menyelamatkanku. Jangan salah paham, aku hanya tidak ingin berhutang budi saja padamu. Cuma itu. "
"Yah yah. Kalau begitu, dimana bajuku? "
"Didalam gubuk. Dibawah tempat tadi kau tidur. "
Thunder pun pergi membawa bajunya.
"Hei! Sekarang kau akan pergi kemana? "
Tanya gadis itu.
"Hah? Aku akan pergi mengelilingi dunia ini. Aku akan berlatih untuk bisa menguasai sihir. Dan juga, aku ingin menguasai kekuatan dari mata sebelah kananku ini. "
"Ouh, begitu. "
"Oh ya. Terimakasih karena kau telah menepati janjimu. Siapa namamu? "
Tanya Thunder pada gadis itu
"Airi! "
"Ohh, Airi kah? Namaku Thunder, Thunder Storm. Sampai jumpa, semoga kita bertemu lagi. "
Thunder pun pergi sambil melambaikan tangannya. Airi tidak berkata lagi, dia hanya membalasnya dengan senyuman yang indah diwajahnya.
Satu hari kemudian, setelah Thunder pergi dari gubuk Airi. Thunder pun sampai di sebuah kota di pulau yang dingin.
__ADS_1
"Uwaah.. Negri yang indah. Ah pertama tama aku ingin pergi makan dulu. "
Thunder pun pergi mencari sebuah toko untuk makan. Tidak beberapa lama setelah Thunder berputar putar untuk mencari toko, dia akhirnya menemukannya. Dia pun masuk dan makan di sana.
Disaat Thunder sedang enak makan. Tiba-tiba sekelompok bandit yang kemarin Thunder ledakan muncul dan merampok toko itu.
"Cepat , letakan semua uang kalian. "
Kata bos kelompok itu. Semua orang langsung berlarian kesana-kemari. Bandit itu lalu melirik Thunder yang sedang enak makan. Bandit itu langsung menendang Thunder.
"Hahaha... Hari ini aku sedang benar-benar tidak ingin melihat anak kecil. Karena kami pernah diledakkan oleh seorang bocah sialan. "
Sepertinya bandit itu tidak mengenali Thunder karena Thunder menggunakan jubah yang menutupi mukanya.
Bandit itu lalu mengarahkan telapak tangannya kearah Thunder. Lingkaran sihir muncul.
"Hari ini adalah hari terakhirmu bocah! Hahaha! "
Tapi sebelum bandit itu melepaskan mantra nya. Serangannya dihentikan oleh wanita pemilik toko itu.
"Jangan! Dia hanyalah anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Biarkan dia. Bawa saja uang yang sudah aku masukkan kedalam tas itu. Tapi jangan apa apakan anak ini. Lagipula dia bukan anak yang meledakkan kalian kan? "
"Yah, sepertinya kau benar! Baiklah akan kubiarkan anak ini. Tapi... "
Bandit itu melihat tubuh pemilik toko itu dari bawah ke atas.
"Kau harus menjadi penggantinya untuk bermain-main dengan kami! "
__ADS_1
Bandit itu langsung menarik lengannya. Pemilik toko itu meronta-ronta melawan dan meminta pertolongan.