
"Bocah! Beraninya kau membunuh satu-satunya keluarga yang aku punya! Tidak bisa dimaafkan! "
Giginya menggertak menahan amarah yang meledak-ledak didalam hatinya.
Jbus!.. Disaat Silong kembali melesat kearah Thunder, tiba-tiba...
Bom!.. Silong dipukul oleh Lengan Es yang besar. Tubuhnya terhempas dan berhenti menabrak dinding istana.
"Apa itu? " Tanya Alex sambil menahan rasa sakit.
"Ice Make! Hand's Kong! " Ucap Alex sambil tersenyum.
"Haha! Selamat! Aku pikir aku akan mati! " Ucap Thunder.
"Baru kali ini aku mendengar kau mengucapkan kata itu! " Kata Alex.
"Lalu, Bones Prison! " Thunder.
Lalu tulang tulang berbentuk lengan muncul dari dinding belakang Silong. Tulang-tulang itu langsung mengekang tubuh Silong agar dia tidak dapat bergerak.
"LEPASKAN INI! SIALAN! CEPAT! LEPASKAN INI! AKAN KUBUNUH KAU! KUBUNUH! BUNUH! KUBUNUH KAU BOCAH! THUNDER! LEPASKAN INI! " Silong terus memberontak dan berteriak dengan penuh amarah.
Thunder dan Alex tidak menghiraukan nya dan terus melangkah keluar.
"ALEX! BUNUH ANAK ITU SEKARANG JUGA! ALEX! APA KAU TIDAK AKAN MENURUTI PERINTAH AYAHMU SAMA SEKALI HAH?! ALEX! " Silong berteriak pada Alex.
Untuk beberapa saat Alex terlihat kebingungan dengan apa yang harus dilakukannya dan berhenti melangkah.
Thunder pun berhenti melangkah dan melihat kearah Alex. Lalu dia berkata sambil kembali berjalan keluar.
"Lakukan apapun yang menurutmu memang benar untuk dilakukan! "
Alex lalu tersenyum, dan lalu melihat kearah ayahnya. Dia lalu menggelengkan kepala pada Silong ayahnya.
Melihat itu Silong berhenti berteriak dan berontak. Silong pun menagis disana.
Alex pun melanjutkan langkahnya.
"Hei, Thunder! Sekarang apa yang akan kau lakukan terhadap lenganmu? " Ucap Alex.
"Oh ini! Lihat ini! " Lengan Thunder kembali beregenerasi dari tulang tangan, sampai daging dan kulit.
"Wah! Hebat tapi menjijikkan! " Ucap Alex dengan raut wajah yang jijik.
Mereka berdua sudah berada didepan istana. Dan didepannya terdapat tubuh Izy.
"Alex, berdiri disamping tubuh Izy. Beri jarak sekitar 1 meter. " Ucap Thunder.
"Hah? Apa yang ingin kau lakukan? " Tanya Alex.
"Sudahlah cepat lakukan! Dan kau melihatlah kedepan jangan melihat kearah Izy! " Ucap Thunder.
"Baiklah! Tapi jangan lakukan yang aneh-aneh! "
Alex pun menuruti apa yang diperintahkan oleh Thunder.
Setelah Alex sudah berada diposisi yang dikatakan oleh Thunder. Thunder pun menghampiri tubuh Izy, lalu meletakkan tangannya di tubuh Izy. Mata kanannya lalu bereaksi lagi.
__ADS_1
Luka-luka yang ada ditubuh Izy mulai menghilang. Izy juga kembali bernapas dan mulai sadarkan diri.
"Eh! Kenapa kau membangkitkan nya lagi? Apa yang ingin kau lakukan Thunder!? " Ucap Alex kesal.
"Diamlah! Sudah kubilang jangan melihat kearah sini! Cepat kembali lihat kedepan! " Ucap Thunder sambil membantu Izy untuk bangun.
"Ke-kenapa kau menolongku? " Ucap Izy.
"Yah, jika kau bertanya soal alasannya ada banyak! " Ucap Thunder.
Mendengar ucapan Thunder, Izy tidak kembali bertanya soal alasannya.
Izy pun kembali berdiri.
"Izy! " Thunder
"Ya? Ada apa? " Terbata-bata.
"Bisa kau menghadap kedepan seperti yang dilakukan Alex? " Tanya Thunder
Izy lalu melihat Alex untuk sebentar. Wajahnya yang cantik menunjukkan wajah yang sedang kesal. Lalu Alex balik menatapnya.
"Ada apa! Apa kau ingin ribut denganku! " Tanya Alex.
Izy tidak menjawabnya. Izy hanya langsung menuruti apa yang dikatakan Thunder.
"Baiklah! Posisi kalian berdua sudah benar. Kalau begitu,.. " Thunder
Thunder langsung melompat keatas.
"Ax Kick! "
Lalu Thunder menendang kaki Izy sehingga membuatnya terjatuh dan menghadap kearah Alex. Mereka berdua pun saling bertatapan. Lalu terlihat mereka berdua saling menggerakkan gigi mereka menahan rasa kesal.
"APA-APAAN INI THUNDER! " Alex marah.
Tapi disana Thunder terlihat lebih marah lagi saat melihat mereka berdua.
"Thu-Thunder? " Alex yang semula marah malah jadi kelihatan ketakutan.
"Kalian tahu apa yang paling aku benci didunia ini? " Tanya Thunder
Lalu Alex dan Izy hanya menggelengkan kepala mereka dengan wajah yang ketakutan.
"Aku paling benci dengan hubungan antara saudara yang buruk. Itulah yang paling aku benci didunia ini. Dan aku sekarang sudah melihat contohnya. Yaitu kalian. "
Mereka berdua menjawabnya kembali dengan mengangguk.
"Aku akan memberikan kalian berdua 1 kesempatan. Kalian berdua akan ikut denganku untuk merubah hubungan kalian berdua menjadi lebih baik. Bagaimana? Izy, apa kau mau ikut denganku? " Tanya Thunder.
Wajah Izy lalu terlihat senang. Dia pun menjawabnya kembali dengan mengangguk.
"Jawaban yang bagus. Dan sekarang aku memiliki sihir yang ingin aku lakukan pada kalian berdua. " Ucap Thunder dengan wajah yang sangat serius.
Wajah mereka berdua kembali memucat dan terlihat semakin takut.
"Tida apa. Sihirku kali ini tidaklah mengerikan. Dan juga, kalian tidak akan bisa kabur dariku. "
__ADS_1
Tulang-tulang lengan muncul dari tanah dan mengekang tubuh mereka berdua seperti pada Silong.
Mereka berdua tampak memberontak dan berteriak ketakutan. Teriakan mereka berdua benar-benar kencang. Sampai-sampai terdengar oleh Silong yang berada didalam istana.
"Su-suara ini! Tidak salah lagi. Itu suara Izy! "
Silong pun mengusap air mata yang keluar dari matanya dan berlari keluar istana.
Disaat Silong sudah berada diluar istana. Dia melihat 3 orang anak kecil yang berada didepan istana. Dan salah satunya adalah Thunder.
Lalu kedua anak yang bersama Thunder melihat kearah Silong yang sedang berdiri didepan istana.
Lalu wajah anak lelaki itu terlihat menjadi kesal saat melihat Silong. Sedangkan yang perempuan mengeluarkan air mata.
Air mata juga terlihat bercucuran di pipi Silong.
"Izy? " Tanya Silong dengan air mata yang bercucuran pada anak perempuan itu.
Lalu anak itu menjawabnya dengan mengangguk.
Silong langsung berlari dan memeluk anak perempuan itu dengan kuat.
"Izy! Izy! Syukurlah, aku pikir kau telah mati. Tadi kau bahkan tidak bernapas. Apa yang terjadi. Dan juga tubuhmu berubah menjadi kecil! " Ucap Silong.
Lalu, Thunder dan Anak Lelaki itu menjaga jarak dari mereka berdua.
"Hey Thunder, jika umurku menjadi kecil lagi. Apa yang harus aku lakukan. Aku tidak memiliki bajubaju untuk ukuran anak kecil. "
Kata anak lelaki itu kepada Thunder.
"Tinggal beli lagi dikota nanti. Oh ya, Hati-hati dengan buku harian ayahmu. Nanti hilang! " Kata Thunder.
Silong lalu melepaskan pelukannya.
"Aku juga pikir aku sudah mati. Tapi, Thunder membangkitkanku lagi. Dan dia juga membuatku berumur sembilan tahun lagi. " Kata Izy.
"Eh? Thunder? Bukankah dia yang membunuhmu juga? " Tanya Alex kebingungan
"Jangan salah paham kakek tua. Aku membangkitkan kembali Izy untuk aku bawa kedalam perjalananku untuk mengelilingi dunia. " Ucap Thunder.
"Eh? Apakah itu benar, Izy? " Tanya Silong.
"Iya! Ayah, izinkan aku untuk ikut kepada Thunder. Aku mohon! " Izy terlihat senang.
Silong pun melihat kearah Thunder dan terlihat mempertimbangkan apa yang putrinya inginkan. Setelah beberapa saat, Silong oun memberi jawaban.
"Baiklah, aku mengizinkannya untuk ikut pada perjalananmu. Tapi, jangan pernah berani untuk menyakiti putriku lagi. Jika Tidak, aku pastikan akan membunuhmu! " Ucap Silong dengan tegas.
Wajah Izy langsung terlihat berseri-seri.
"Terimakasih ayah! Aku sangat menyayangimu! " Ucap Izy sambil memeluk Silong.
"Dan juga ayah. Bisakah kau memberiku baju yang cukup dengan tubuhku yang sekarang? "
"Oh ya! Baiklah aku akan mencarinya. Lalu sekarang berapa usiamu? " Tanya Silong.
"Dia berusia 9 tahun sama sepertiku! " Thunder yang menjawab.
__ADS_1
Lalu Silong pun berlari masuk kedalam istana untuk mencari baju yang cocok untuk putrinya yang kembali ke usia 9 tahun.