Dua Saudara Iblis

Dua Saudara Iblis
Nada yang Indah dan Menyeramkan


__ADS_3

Meskipun Thunder tahu bahwa ini adalah akhir darinya, meskipun semua orang yang ada di atas kapal itu sudah putus asa. Tapi Thunder tetap berdiri dan mengepalkan tangannya. Meskipun hatinya bergetar ketakutan, tapi tubuhnya berdiri dengan tegar dan menjadi pembawa semangat untuk Alex dan Gadis ikan itu. Izy dan Syela hanya terus merenung, mereka bahkan sudah merasa tidak pantas untuk hidup lagi meskipun mereka bisa selamat.


"Baiklah, waktunya untuk serius! " Ucap Thunder dengan penuh percaya diri.


Alex yang sudah termakan keputusasaan juga ikut berdiri di samping Thunder.


"Hei! Kalian berdua, cepat kemari. Kita akan melawan iblis ini! " Teriak Alex.


"Maaf! " Ucap Thunder pelan kepada Alex.


"Hah? Kau tahu, ini bukanlah salah siapapun. Karena kita sendiri yang memutuskan untuk tetap mengikutimu mengelilingi dunia ini! " Ucap Alex.


Izy dan Syela pun mendekati Thunder dan Alex. Tapi mereka berdua hanya terus melihat ke bawah. Bahkan mereka berdua tidak berdiri di samping Thunder. Mereka hanya berdiri dibelakang Alex dengan hati yang benar-benar sudah hancur.


"Baiklah semuanya! Ayo kita serang habis-habisan iblis ini! " Ucap Thunder.


Meskipun diwajahnya terukir senyuman dan terlihat penuh percaya diri. Tapi air mata menetes dari pipinya.


"Yah! " Ucap Alex dengan penuh semangat.


Air mata Alex juga ikut bercucuran.


Energi sihir dari Thunder dan Alex keluar meledak-ledak. Angin bertiup kearah mereka.


Gadis ikan itu terlihat terpesona oleh Alex yang ada didepannya.


Tetapi, meskipun semangat mereka berdua sudah kembali. Tiba-tiba saja muncul sebuah suara yang sangat keras. Suara berdengung yang sangat tinggi muncul dari Iblis itu. Air laut bergetar, energi sihir yang sangat besar yang sedang dikeluarkan oleh Alex dan Thunder langsung lenyap seketika.


Tubuh mereka berlima terlihat seperti mengeluarkan meledakkan darah keluar dari dalam tubuh mereka. Darah keluar dari mata, telinga, hidung, dan mulut. Suara itu pun berhenti.


Meskipun suara yang dikeluarkan oleh iblis itu hanya sebentar. Tapi itu menyebabkan kerusakan organ dalam yang parah kepada Thunder dan yang lainnya.


"Yah,.. Aku pantas mendapatkan ini! " Ucap Izy dan Syela didalam hatinya.

__ADS_1


"Sialan! Andaikan saja aku lebih kuat. Aku pasti bisa melindungi mereka! " Ucap Alex dengan keadaan yang sangat parah.


"Kenapa harus mereka, ini semua gara-gara aku. Jika saja aku tidak naik ke kapal ini. Ini pasti tidak akan menimpa mereka. Padahal mereka adalah orang-orang baik! " Ucap Gadis ikan didalam hatinya.


Gadis ikan dan tiga lainnya sudah mulai kehilangan kesadarannya. Mata mereka sudah tidak bisa melihat apapun lagi. Pendengaran mereka benar-benar sudah kosong. Tubuh mereka tidak dapat digerakkan dan penuh dengan luka yang parah.


"Kenapa! Padahal aku sudah siap dengan kematian ini tapi kenapa!. " Thunder didalam hatinya.


"Tubuhku mati rasa, pendengaran ku menjadi sangat kosong. Tapi mataku masih bisa melihat dengan jelas. Ah!. Mulut iblis ini sebentar lagi akan tertutup. Padahal aku baru saja memulai perjalan ku. " Ucap Thunder didalam hatinya sambil melihat mulut yang sangat besar itu tertutup.


"Sudah tertutup, penglihatan ku menjadi sangat gelap. Ah, percuma juga aku terus berusaha. Ini adalah akhirnya, maaf kakak, sepertinya kita tidak akan pernah bertemu lagi. " Air mata mulai menetes.


"Maaf Alex, Izy, jika saja aku tidak menyeret kalian kedalam perjalanan bodohku ini. Jika saja aku tidak datang ke kerajaan kalian, jika saja aku tidak pernah terlahir di dunia ini! Ini pasti tidak akan terjadi kepada kalian! " Kesadaran Thunder sudah semakin membuyar.


"Maaf Berisik! Karena kali ini aku akan benar-benar meninggalkanmu. " Air mata yang terus mengalir dari mata Thunder berhenti. Semuanya sudah benar-benar menghilang. Bahkan Thunder tidak lagi sanggup untuk berpikir. Thunder hanya terus diam menunggu kematiannya.


Lalu, terdengar suara samar seoarang pria ditelinga Thunder.


"Death tone! "


"Siapa itu? " Thunder terus bertanya-tanya.


Disaat suara biola itu berhenti, cahaya yang sangat terang langsung menyinari mereka. Dibalik sinar yang menyilaukan mata Thunder, terlihat samar seorang pria yang sedang memegang biola tengah berdiri dihadapannya. Pria itu memiliki sayap yang sangat hitam seakan warna hitam dari sayapnya itu memakan cahaya disekelilingnya.


"Eh? Darkness... " Terlintas dipikiran Thunder sebelum Thunder benar-benar kehilangan kesadarannya.


Di suatu tempat, di sebuah kota dengan langit yang sedang terang. Di sebuah rumah yang lumayan besar.


"Dimana ini? " Thunder yang baru sadar bertanya-tanya dimana dia sekarang. Terlihat atap yang sangat mewah di atasnya.


Lalu Thunder melihat keluar jendela. Terlihat cuaca sedang indah diluar.


Thunder pun beranjak dari tempat tidurnya dan membuka jendelanya. Angin yang hangat dan segar langsung bertiup ke tubuhnya.

__ADS_1


"Kota yang sangat damai! " Ucap Thunder sambil melihat kegiatan normal didepannya.


"Kalau tidak salah ingat aku sudah dimakan oleh iblis yang disebut suruhan Azazel. Lalu, setelah itu,.. " Thunder mulai mengingat kembali kejadian yang terakhir dialaminya.


"Pria biola bersayap! " Ucap Thunder.


Lalu Thunder pun membalikan badan dari arah jendela. Terlihat di samping kasur yang tadi dia tiduri ada seorang yang sedang tidur.


"Siapa dia? " Tanya Thunder sambil menghampirinya.


"Hei! Bangunlah, sebenarnya aku sedang dimana? Dan dimana teman-temanku? " Tanya Thunder sambil mencoba membangunkannya.


Karena posisi kepalanya saat tidur menghadap ke lantai Thunder jadi tidak bisa melihat wajahnya, dan juga, ternyata orang itu adalah anak yang seusia dengan Thunder.


Anak lelaki itu pun bangun. Disaat anak lelaki itu melihat kearah Thunder. Thunder terlihat sangat terkejut.


"Ke-kenapa kau ada disini?.. " Tanya Thunder pada anak lelaki itu.


"Oh? Thunder, selamat pagi. Sudah kuduga kau pasti akan cepat sembuh! " Ucap anak lelaki itu sambil menggosok-gosok matanya.


"Bukan selamat pagi! Kenapa kau ada disini? Darkness! " Teriak Thunder sambil menunjuk ke wajahnya. Ternyata anak lelaki itu adalah Darkness.


"Seharusnya aku yang bertanya padamu! Kenapa kau bisa sampai babak belur seperti itu! " Ucap Darkness.


"Mau bagaimana lagi! Aku melawan iblis besar, yang super besar! Aku dengar itu adalah iblis utusan dari-" Disela


"Azazel! Itu adalah paus hitam! " Ucap seseorang dari arah pintu.


Seorang pria yang sedang membawa biola berdiri didepan pintu. Kulitnya putih pucat, seluruh mata kanannya berwarna merah seperti darah. Rambut berwarna hitam pekat.


"Oh! Lucifer, rupanya kau sudah kembali! " Ucap Darkness menyapanya. Mereka berdua terlihat lumayan akrab.


"Lucifer? " Tanya Thunder.

__ADS_1


"Yah! Dia adalah Lucifer, tangan kanan dari ayah kita. Raja Iblis Tuan Satan. Dan dia adalah orang yang menyelamatkanmu! "


__ADS_2