Dua Saudara Iblis

Dua Saudara Iblis
Rumah Para Bandit


__ADS_3

"Oh ya,.. Ngomong ngomong, sekarang kita akan pergi ke mana? "


Tanya Alex


"Hmm... Sepertinya di pulau ini aku tidak akan mendapatkan ilmu sihir apapun. Mungkin sekarang kita akan pergi ke pulau berikutnya. Oh ya! Alex, apa kau tahu tempat seorang pendekar pedang yang hebat? " Thunder


"Hmm, kalau pendekar pedang disini juga ada. Tapi dia tinggal di istana. Akan sulit untuk menemuinya. " Alex


"Kenapa sulit? Bukankah aku hanya tinggal masuk ke istana dan memintanya saja untuk mengajariku. Bukankah itu mudah!? " Thunder


"Kau ini ya! Jika itu semudah merampok toko seperti tadi. Aku pasti sudah menjadi penguasa di pulau ini! " Alex


"Kalau begitu apa yang harus aku lakukan? "


Tanya Thunder


"Ada satu cara agar kau bisa masuk kedalam kerajaan dengan mudah. Di pulau ini, setiap 1 tahun sekali, kerajaan pulau ini selalu membuat kompetisi. Yang menang dari kompetisi itu akan dijadikan pengawal oleh bangsawan didalam kerajaan.


Dan acara itu akan dimulai 2 minggu lagi. Kita hanya perlu menunggu sampai dibukanya pendaftaran. " Alex


"Oh... Sepertinya menyenangkan. Kalau begitu lebih baik kita cari penginapan dulu. "


"Tidak mungkin aku bisa menginap didalam toko. Aku ini adalah seorang bandit di pulau ini. Lebih baik kita pergi ke tempatku saja. "


"Ohh... Baiklah! Ayo! "

__ADS_1


Mereka berdua berjalan menuju ke arah gunung di pulau itu. Lalu, disaat mereka baru berjalan, Thunder berhenti berjalan.


"Ada apa? " Alex


"Sepertinya aku sudah melupakan sesuatu. Tapi aku tidak bisa mengingatnya. " Thunder


"Yah, aku juga merasa ada sesuatu yang aku lupakan. Lebih baik kita mengingat-ingatnya sambil berjalan saja. "


Mereka berdua kembali berjalan sambil memikirkan "sesuatu" yang mereka lupakan itu.


Setelah berjalan cukup jauh dari kota. Akhirnya mereka berdua sampai di sebuah rumah yang lumayan besar yang berada di gunung tadi.


"Waah... Ternyata rumahmu besar juga. Apa kau tidak kesepian tinggal disini sendirian? " Thunder


"Siapa bilang aku tinggal sendirian? "


"Halamannya juga benar-benar luas. Darimana kau mendapatkan rumah sebesar ini. Padahal kau hanya seekor Bandit kotor. "


"Maaf saja jika aku hanya seekor bandit kotor. Tapi ini murni rumahku. "


Mereka berdua sampai didepan pintu.


"Eh? Rumahmu! Kenapa kau menjadi seorang Bandit. Padahal kau orang yang cukup kaya. Aku saja tinggal di rumah yang kecil dan kurang berkecukupan. Tapi aku tidak pernah berpikir untuk menjadi seorang bandit. Apa kau ini Bodoh! "


"DIAMLAH, BERISIK! " (marah)

__ADS_1


"Jangan banyak komentar dan lebih baik lihat dan masuklah ke dalam. "


Pintu pun dibuka oleh Alex.


"Selamat datang dirumahku! "


Disaat pintu itu terbuka. Didalamnya terdapat bawahan-bawahan sesama bandit Alex.


"Ternyata disini lumayan banyak orang juga. Itulah kenapa tadi dia mengatakan " Siapa bilang aku tinggal sendiri" Ini kah yang dia maksud?! " Pikiran Thunder


"Oh, Bos! Kau sudah kembali rupanya. Selamat datang! Oh, apa itu anak baru! Dia masih bocah ternyata! " Bawahan Alex.


Beberapa bawahan Alex pun menghampiri Thunder dan menggoda Thunder. Melihat itu Alex langsung menjaga jarak.


"Bos!? Kenapa kau menjaga jarak seperti itu? "


Tanya salah satu bawahan Alex yang menggoda Thunder. Tapi, Alex hanya menjawabnya dengan menggelengkan kepala dan bahasa isyarat. Karena bawahannya tidak mengerti apa yang Alex katakan, dia kembali menggoda Thunder.


"Apa yang kalian pikirkan bandit bodoh!? "


Thunder terlihat jengkel. Tapi para bandit itu tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Thunder dan terus menggodanya.


Duar!..


Muncul Ledakan di sekeliling Thunder. Para Bandit itu terhempas dengan luka parah ditubuhnya.

__ADS_1


"Hah... " Alex menghela napas


"Kenapa kau tidak mengerti dengan bahasa Isyarat ku. "


__ADS_2