
"Izy, kau tahu! Aku tidak akan pernah mengabaikan mu. Meskipun aku baik pada orang lain, tapi belum tentu aku menyukai orang itu. Kau tahu, hatiku ini benar-benar susah untuk dicuri loh! Setidaknya itu yang aku percaya. " Ucap Thunder sambil memandangi bulan.
"Mana mungkin aku percaya begitu saja. Itu hanyalah sekedar kata-kata, belum tentu itu benar! " Ucap Izy.
"Tidak! Kau harus percaya. Ditempat tinggal ku. Ada seorang gadis yang sangat aku sukai. " Ucap Thunder.
"Yah,. Aku tahu itu. Aku tahu kau juga pasti sudah memiliki seseorang yang kau cintai. Tapi,.. " Izy pun menyandarkan kepalanya ke bahu Thunder.
"Berikan juga tempat untukku di hatimu itu, biarkan aku menduduki tempat di hatimu dan bersaing melawan perempuan itu. " Ucap Izy.
"Yah, kau sudah memiliki tempat di hatiku ini, meskipun kau adalah yang kedua. " Gumam Thunder.
"Hah? Apa yang kau katakan? " Tanya Izy karena tidak terlalu mendengar apa yang dikatakan oleh Thunder tadi.
"Sudah kubilang kan, saat kita bertarung! Jika kau tetap seperti itu, mungkin kau akan merebut hatiku! " Jawab Thunder sambil menatap matanya.
Wajah Izy langsung memerah karena wajah mereka terlalu dekat. Izy langsung berhenti bersandar ke bahu Thunder.
"Y-ya! Aku tahu itu, t-tapi,... " Ucap Izy gugup
"Tapi apa!.. " Thunder menarik pundak Thunder dan membuatnya bersandar kembali ke bahunya.
"Ti-tidak ada apa-apa! " Teriak Izy sambil melepaskan tangan Thunder dan langsung berdiri karena saking malunya.
"Ah, a-aku akan langsung tidur. Se-sebaiknya kau juga segera tidur! " Ucap Izy dengan gugup.
Izy pun melangkah pergi masuk kedalam kapal.
Akhirnya Thunder pun sendirian. Thunder hanya terus memandangi bulan yang berwarna merah darah itu.
"Indahnya." Gumam Thunder
"Jadi, sekarang aku sudah sepuluh tahun ya! Sudah satu bulan lebih aku memulai perjalanan ini. Apa yang sedang dilakukan mereka di Akademi? Dan juga, sekarang apa Darkness sudah memiliki teknik bertarung yang baru tidak ya? " Ucap Thunder sambil pergi masuk kedalam kapal.
Keesokan harinya, di pagi hari.
"Bangunlah, orang-orang bodoh! Sekarang sudah pagi loh! Cepatlah bangun! " Teriak Syela membangunkan semua orang.
"Ah, ya, ya! Aku bangun! " Ucap Alex sambil menggosok matanya.
"Ah, sudah pagi kah! " Ucap Izy.
"Sudah kuduga! Dia benar-benar mirip dengan dia! Ternyata aku sudah salah telah mengajaknya sialan! " Ucap Thunder didalam hatinya menyesali apa yang sudah dia buat.
"Yah, mau bagaimana lagi, penyesalan selalu datang diakhir! " Gumam Thunder sambil bangun dari tempat tidurnya.
"Semangat lah kalian semua!. " Syela kembali berteriak.
"Berisik bodoh! " Thunder membentak Syela.
__ADS_1
"Ah~, sepertinya aku terlalu bersemangat, maaf maaf, ahaha! " Syela meminta maaf dengan wajah yang masih terlihat bersemangat.
"Setidaknya terlihatlah sedikit menyesal! Kau tahu! " Teriak Thunder kepada Syela.
"Eeeh, baru kali ini aku melihat dia marah dengan meneriaki seseorang. " Ucap Alex merasa heran.
"Benarkah? Karena aku baru mengenalnya, aku jadi tidak tahu! Memangnya seperti apa Thunder saat sedang marah padamu? " Tanya Izy pada Alex.
"Ah~, itu!. " Alex pun mulai mengingat saat Thunder sedang marah padanya.
Lalu wajahnya terlihat pucat dan ketakutan.
"Ah, aku bisa menebaknya. " Ucap Izy bersimpati pada Alex.
"Tapi, itu juga karena kau yang bodoh, dan belagu! Makanya Thunder seperti itu! " Ucap Izy menyindir Alex.
"Hah? Apa kau bilang? " Alex marah.
"Sudah kubilang! Itu karena kau terlalu bodoh dan belagu! Apa kuping mu itu bermasalah. Apa perlu aku mengobatinya, Bandit kotor? " Tanya Izy dengan nada yang menyinggung.
"Brengsek! Yah, tapi itu masih lebih baik, daripada wanita dengan kepribadian yang sangat membuat jengkel. Jika kau terus seperti itu, mungkin Thunder tidak akan pernah mencintainya loh! " Ucap Alex balik menyindir.
"Hah? Apa kau ingin ribut Bandit kotor!? " Tanya Izy marah.
"Jika kau berani, burung pipit! " Jawab Alex marah.
"Baiklah, jangan pernah menyesali perbuatanmu ini! " Ucap Izy.
Lalu mereka berdua pun ribut. Dan keributan itu membuat Thunder marah.
"Hei, kalian berdua! Bisakah kalian hentikan ini! Saat ini aku sedang sangat kesal loh, cukup dengan satu orang saja yang menimbulkan keributan! " Thunder mengancam mereka berdua.
"Ya, ya! Maafkan kami! "
Alex dan Izy langsung berhenti bertengkar dan langsung meminta maaf kepada Alex.
"Yah, baiklah! " Ucap Thunder memaafkan mereka.
"Oh ya! Siapa disini yang bisa memasak? " Tanya Thunder.
Izy langsung mengangkat tangannya.
"Oh baiklah, kalau begitu buatlah sarapan. Bukankah Silong memberimu makanan didalam tasmu? " Ucap Thunder
"Yah baiklah! "
Izy pun langsung pergi ke dapur sambil membawa tas miliknya.
"Alex, kau kembali kemudikan kapal, aku akan membersihkan kapal ini! " Ucap Thunder.
__ADS_1
"Yah, baiklah! "
Alex langsung pergi ke tempat kemudi.
"Bagaimana denganku? " Tanya Syela.
"Hah~, " Thunder menghela napas.
"Aku pikir kau akan langsung tahu. Bantu Izy di dapur, meskipun kau tidak bisa memasak, aku yakin kau bisa melakukan sesuatu yang diperintahkan! " Ucap Thunder.
"Ya, kalau begitu aku akan langsung saja pergi membantu Izy di dapur. " Ucap Syela dengan semangat sambil pergi ke dapur.
Di dalam dapur kapal.
"Permisi! " Ucap Syela sambil masuk
"Eh? Apa yang kau lakukan disini? " Tanya Izy.
Izy terlihat sudah mulai memasaknya.
"Thunder bilang aku harus membantumu di dapur. " Jawab Syela.
"Oh, tapi bukankah kamu tidak bisa memasak? " Tanya Izy.
"Ya, aku memang tidak bisa memasak. Itu sebabnya aku kesini. Aku akan membantumu memasak sekaligus belajar darimu. Beritahukan saja apa yang harus aku buat, aku pasti bisa melakukannya! " Ucap Syela.
"Oh begitu! Baiklah, kalau begitu tolong basuh sayuran-sayuran yang ada di depanmu itu, lalu kupas kan. Aku ingin membuat sup dan ikan panggang. " Ucap Izy.
Lalu Syela pun menuruti apa yang dikatakan Izy, dia terus mengikuti instruksi yang diberikan dari Izy.
"Hey, Izy! " Ucap Syela.
"Apa? Apa kau kesulitan membuat bumbunya? " Tanya Izy.
"Ah, tidak! Bukan itu maksudku. " Jawab Izy
"Lalu, ada apa? " Izy kembali bertanya.
"Izy, kau... menyukai Thunder kan? " Ucap Izy.
"Ah, ya itu benar. Aku menyukainya. Memangnya ada apa? " Tanya Izy.
"Bisakah kau tidak terlalu dekat dengannya? Soalnya aku juga menyukainya! " Ucap Syela dengan tegas.
"Tidak, aku tidak akan pernah menyerahkannya. Dan juga, bukankah itu berbahaya? " Ucap Izy
"Apa maksudmu? " Tanya Syela.
"Kau baru saja bertemu dengannya, dan kau langsung menyukainya. Kau masih belum tahu apa apa soal dirinya. Bisa saja sikapnya yang sebenarnya benar-benar berbeda dengan apa yang kau bayangkan loh! " Jawab Izy.
__ADS_1
"Ah, itu. I-itu adalah! " Syeka terlihat sedang mencari-cari alasan. Tapi, karena dia tidak mendapatkan alasan yang tepat. Dia pun balik bertanya kepada Izy.
"Lalu, sejauh apa yang sudah kau ketahui tentang Thunder!? " Tanya Syela