Dua Saudara Iblis

Dua Saudara Iblis
Nenek Yang Misterius


__ADS_3

"Eeh! Jadi sisi lain dari tuan muda juga tetap saja mencintai teman-temannya. Aku pikir kau tidak akan memperhatikan lagi teman-temanmu setelah kau berubah ke sisi gelap mu. " Ucap Lucifer


"Jangan banyak bicara! Lebih baik kau cepat sembuhkan semua teman-temanku atau aku akan membunuhmu! " Thunder mengancam


"Eh! Apa tuan muda yang sekarang mampu untuk menggores ku? Bahkan sepertinya anda tidak dapat bertahan lebih lama lagi. " Ucap Lucifer


"Dia menyadarinya kah, meskipun aku masih tetap berdiri tegak disini. Tapi inti sihir ku sudah mulai terguncang karena bentrokan ini. " Ucap Thunder


"Baiklah, aku tidak akan menyusahkan tuan muda lebih dari ini. " Ucap Lucifer dengan tersenyum


Lucifer pun menaruh biolanya di pundaknya. Lalu Lucifer sedikit menggesek biolanya.


Suara yang muncul, meski hanya sebentar tapi suaranya serasa menusuk gendang telinga. Meski pelan tapi sangat menyeramkan.


Dug! Untuk sekilas detak jantung Thunder berhenti.


Bom! Tiba-tiba darah langsung meledak dari seluruh tubuh Thunder. Seluruh tubuhnya langsung meledakkan darah saat itu.


Bruk! Thunder langsung terjatuh.


"A-apa-apaan dengan kemampuannya itu. Meski tubuh luar ku tidak terasa sakit. Tapi bagian dalam tubuhku serasa sudah hancur semuanya. Bahkan mataku tidak bisa melihat apapun lagi. Ah, aku, lagi-lagi kalah dalam pertarungan. " Ucap Thunder didalam hatinya


Thunder pun tak sadarkan diri.


...----------------...


1 minggu kemudian.


"Ah! Dimana ini? " Itu adalah perkataan pertama Thunder setelah tidak sadarkan diri selama 1 minggu penuh.


"Oh, Thunder! Apa kau sudah sadar? "


"Suara ini, Darkness kah! " Ucap Thunder yang masih samar-samar kesadarannya


Lalu terdengar suara berisik dari teman-teman Thunder.


"Thunder! Thunder! Apa kau sudah bangun? " Suara Izy


"Eh! Ya, lumayan. Tapi kesadaran ku masih belum pulih. Dan kepalaku masih sakit. " Ucap Thunder sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


"Jangan memaksakan diri dulu untuk berbicara! Dan kalian, jangan dulu berbicara padanya. Dia masih belum pulih sepenuhnya. " Ucap Liana.


"Ah, suara itu. Kau, Liana kah. " Thunder kembali menebak suara yang didengarnya.


"Oh ya, Alex! Apa Lucifer sudah menyembuhkan kalian sepenuhnya? " Tanya Thunder


"Sudah kubilang jangan berbicara dulu kan! " Ucap Liana.


"Oh, dia bilang sekarang kami adalah iblis murni. Saat itu dia menggunakan sihir yang sangat menyakitkan. Dia mengalahkan hampir seluruh darah kami dari tubuh kami. Dan Lucifer terlihat mencampurkan darahnya kepada darah kami yang diambil. Dan dia memasukkannya lagi kedalam tubuh kami. Terus dia berkata, sekarang kalian sudah menjadi iblis murni. Aku sudah mencuci darah kalian jadi tidak perlu khawatir tentang darah iblisnya. Itulah yang dia ucapkan. " Jawab Alex.


"Oh, syukurlah. " Ucap Thunder.


Thunder pun langsung berhenti berkata.


"Hey Thunder? " Tanya Darkness


Tapi Thunder tidak menjawabnya dan malah tidur di sana.


...----------------...


1 Hari pun berlalu.


"Hah! Selamat pagi semua! " Ucap Thunder yang baru bangun setelah 1 hari penuh tidur.


"Ah, apa kau sudah benar-benar sadar hari ini? " Ucap Darkness yang baru bangun dari tidurnya.


"Iya, sekarang sedang dimana kita? Dan apa yang terjadi saat itu. Tiba-tiba aku langsung hilang kesadaran. " Tanya Thunder


"Aku juga tidak tahu apa yang dilakukan oleh Lucifer kepadamu. Tapi yang jelas, setelah aku memasuki rumah. Kau sudah terbaring dengan berlumuran darah.


Dan karena aura membunuh milikku belum setara dengan level Harimau milikmu. Jadi aku tidak dapat membantumu saat itu. " Jawab Darkness.


"Oh,. Tidak kusangka ada aura membunuh sekuat itu. Itu bahkan sampai membuatku susah untuk bernapas. Aura membunuhnya, melebihi perkiraan ku. " Ucap Thunder


"Oh ya. Thunder, ada sesuatu yang serius yang ingin kami tanyakan padamu. Aku akan membangunkan semua orang dulu. " Ucap Darkness


"Eh? Apa yang ingin kalian tanyakan? " Tanya Thunder.


Darkness pun membangunkan semua orang. Lalu kembali berkumpul didepan Thunder dengan wajah yang serius.

__ADS_1


"Tunggu dulu. Kau belum menjawab pertanyaan ku. Dimana kita sekarang? " Tanya Thunder


"Kita sekarang sedang berada di pulau yang kita tuju sebelum bertemu dengan monster paus suruhan Azazel. Sepertinya Lucifer memindahkan kita kesini. Dan sekarang kita berada didalam rumah seorang wanita tua. " Jawab Alex.


"Eh! Kita kembali ketempat tujuan kita? Oh begitu ya, syukurlah. Jadi, apa yang ingin kalian tanyakan? " Tanya Thunder.


"Thunder! Apa kau tahu cara meningkatkan kekuatan Aura membunuh milikmu? " Tanya Liana.


"Emm.. Tidak, memangnya kenapa? " Thunder balik bertanya.


"Sebenarnya, aura membunuh milikmu itu, sudah naik ke level Raungan Harimau. Itu adalah tingkat ke-3 dari 5 Level. Nama dari masih-masih level itu adalah,..


Level 1 yang terendah, Tangisan Bayi Iblis


Level 2, Teriakan Kera Emas


Level 3, Raungan Harimau


Level 4, Hentakan Naga


Level 5, Jeritan Dasar Neraka.


Dan untuk meningkatkan dari setiap Level selalu miliki sebuah syarat. Dari Level 1 - Level 2 adalah menghancurkan inti sihir seseorang dengan aura membunuhmu. Dari Level 2 - Level 3 adalah memakan manusia sesaat sesudah dia dibunuh. " Via menjelaskan


"Kami menolak untuk percaya ini, tapi, Thunder! Bagaimana cara menaikkan aura membunuh milikmu? " Tanya Darkness


"Aku tidak melakukan, saat itu aku hanya berkeinginan besar untuk membunuh Lucifer. Dan kemarahan menelan diriku. Aku tidak cara apapun. " Jawab Thunder dengan serius.


"Dia, kepribadiannya berubah. Dia masuk ke kepribadian yang selalu serius. " Ucap Alex didalam hatinya menyadari bahwa Thunder merubah kepribadiannya.


"Ah, syukurlah. Aku tahu kau tidak mungkin melakukan hal sekeji itu. Apalagi untuk menaikkan level kau harus memakan 50 manusia. " Ucap Liana


"Eh? 50, seingatku aku hanya memakan 11 iblis. Apa tingkatan manusia dan iblis itu berbeda? Apa yang terjadi? " Thunder bertanya-tanya didalam hatinya


"Apa anak itu sudah sadar? " Suara seorang nenek-nenek dari luar kamar


"Oh nenek. Masuk saja, lagipula ini kan kamarmu. " Ucap Alex sambil membukakan pintu


Saat dibukakan pintu, nenek itu tidak langsung masuk, untuk waktu yang singkat nenek itu terus mengamati Thunder.

__ADS_1


"Ada apa nenek? " Tanya Alex


"Oh maaf! Aku hanya memastikan sesuatu sedikit. " Jawab nenek itu sambil tersenyum.


__ADS_2