Dua Saudara Iblis

Dua Saudara Iblis
Kecemburuan


__ADS_3

"Hei! Syela, apa kau mau menjadi bagian dari kami. Aku pasti akan menjamin keselamatanmu selama dalam perjalanan ini! " Ucap Thunder.


"Hah? Benarkah? " Tanya Syela ragu sambil mengusap air matanya.


"Ya, tentu saja! Meskipun perjalanan ini mungkin akan menjadi bahaya. Tapi aku pasti akan melindungi orang-orang yang kusukai! "


Ucap Thunder.


Pipi Syela pun langsung tersipu malu oleh yang dikatakan Thunder. Sedangkan dibelakangnya, Izy terlihat kesal melihat mereka berdua.


Syela pun menggenggam tangan Thunder dan berjanji untuk mengikuti perjalanan yang akan dilakukan mereka.


"Baiklah, sekarang anggota kita bertambah satu. Oh ya, aku hampir lupa menanyakannya.


Izy, sebenarnya apa perbedaan antara Aura membunuh dengan Meriam Sihir. Perbedaan dari keuntungannya tentunya. " Tanya Thunder


Tapi Izy tidak menjawabnya malah memalingkan wajahnya dengan raut wajah yang kesal. Melihat itu pun Thunder terlihat kebingungan.


"Hah~.. " Alex menghela napas.


"Dasar, memangnya kau ini anak kecil ya!? " Ucap Alex kepada Izy.


"Yah memang benar! Aku anak kecil. Aku masih berumur sembilan tahun, kau tahu! " Izy menjawabnya tanpa melihat wajahnya.


"Ya, ya. Terserah apa kau kata! Baiklah, karena Izy sedang dalam mode tidak berguna dan menjengkelkan! Aku yang akan menjelaskannya saja padamu! " Ucap Alex dengan raut wajah yang jengkel terhadap sikap Izy yang satu itu.


"Yah, siapapun juga boleh. Yang penting aku mendapatkan jawabannya. " Ucap Thunder masih kebingungan dengan sikap Izy yang seperti itu.


"Apa yang sebenarnya membuatnya kesal seperti itu? " Thunder bertanya-tanya didalam hatinya.


"Perbedaan antara Aura membunuh dengan Meriam Sihir benar-benar sangat berbeda. Aura membunuh hanya akan berguna ketika mental dan jiwa rohnya sedang dalam keadaan lemah. Jika jiwa roh ataupun mental mereka dalam keadaan yang fit. Aura membunuh tidak akan berguna sama sekali. Kau juga pasti tahu akan hal itu!


Sedangkan Meriam Sihir meskipun musuhnya berada di Rank yang lebih tinggi dari kita. Meriam Sihir akan selalu berguna. Apalagi jika Rank musuh kita berada di bawah kita. Meskipun beda satu level pun. Meriam Sihir mampu langsung membunuh lawan mu.


Tapi jika musuhnya berada di Rank yang di atas kita. Meriam Sihir hanya akan melukainya saja sesuai dengan kekuatan kita.


Semakin pintar kau menggunakan Meriam Sihir, semakin kuat juga meriam itu. Itulah yang aku pelajari dari si Kakek tua itu. " Ucap Alex menjelaskan

__ADS_1


"Oh,.. Begitu ya. Tapi apa maksudmu dengan "semakin pintar menggunakan Meriam Sihir semakin kuat juga Meriam itu"? " Tanya Thunder


"Yah, jadi begini. Dari Meriam Sihir, kau akan menembakan peluru Sihir. Dan jika kau berada di Level pengendalian yang hebat. Kau bisa mengendalikan peluru itu sesuai keinginanmu. Bahkan kau bisa membelokkannya 120 derajat jika kau pandai dalam menggunakannya. Aku dengar, hanya penyihir Summoning yang bisa menggunakan itu. " Ucap Alex menjelaskan


"Dan tentu saja aku salah satu dari para penyihir itu! Hahahaha! " Ucap Alex sambil menunjuk dirinya dengan bangga.


"Ah!. Aku tidak mendengarnya! Aku tidak mendengarnya. " Teriak Thunder , Izy, dan Syela.


"Jahatnya kalian! " Teriak Alex.


Lalu mereka pun tertawa dengan bahagianya. Tapi meskipun begitu, Izy masih saja terlihat sedih dan kesal.


Menjelang malam, mereka berempat pun akhirnya sampai di pelabuhan.


"Oh ya, Thunder! Saat kau datang ke pulau ini, apa yang kau pakai untuk bisa sampai kesini dari rumahmu? " Tanya Alex.


"Oh, aku?! Aku menggunakan energi Sihir ku. Aku terus melesat dari sana tanpa henti untuk bisa sampai kesini! " Jawab Thunder


"Ah.. Sudah kuduga! Aku tidak tahu dia ini bodoh atau jenius. " Izy sambil menepuk dahinya dengan wajah yang terlihat kecewa.


"Kalau begitu, aku akan membuat kapal es dari energi Sihir ku. Ini akan menjadi lebih baik dari pada harus terus menggunakan energi Sihir tanpa henti untuk waktu yang lama tentunya. " Ucap Alex.


"Ship! " Lalu muncul sebuah kapal yang terbuat dari Es dari lingkaran Sihir itu.


"Baiklah, semuanya ayo naik! " Ucap Alex dengan penuh semangat. Tapi,


"Uwaah! Kapal ini benar-benar luas loh! Lihat ini! Ini! Kameranya juga luas! Hahaha! Bandit sialan itu memang bisa diandalkan! " Terdengar suara Thunder dari dalam kapal.


"Yah, kau benar. Hahaha! " Terdengar suara Syela menjawab suara Thunder.


"Hei! Jangan masuk kapal orang seenaknya! Dasar! " Teriak Alex dengan kesal.


Tapi Thunder dan Syela tidak menghiraukan teriakkan dari Alex.


"Biarkan saja! Lagi pula aku tidak peduli pada si Thunder itu. Thunder Bodoh! " Gumam Izy dengan wajah yang kesal.


"Ternyata dia juga bisa jatuh cinta. Aku pikir dia hanya akan terus sendiri untuk selamanya karena sikapnya itu. Dia dingin didepan semua orang, tapi di depanku dia hanyalah seorang gadis yang cengeng, yang telah membunuh ......... sendiri. " Ucap Alex didalam hatinya sambil memandangi Izy.

__ADS_1


"Hei! Apa yang kalian berdua lakukan? Cepat naik. Sebentar lagi malam akan tiba. Aku ingin cepat-cepat sampai di tujuanku berikutnya. " Teriak Thunder dari atas kapal.


"Oh,. Ya, sebentar! " Lalu Alex pun melompat menaiki kapal itu. Laku disusul oleh Izy dengan wajah yang masih saja terlihat kesal.


Malam pun tiba, kapal mereka sudah mulai berlayar dibawah kendali Alex. Lalu, dibawah sinar bulan purnama yang berwarna merah darah itu, terlihat Izy sedang duduk di geladak kapal melihat. Rambut putihnya yang indah itu terlihat terhembus angin dan melambai dengan indah. Tapi, di pipinya terlihat air mata terus berjatuhan.


"Hei! Apa kau juga tidak bisa tidur? " Teriak Thunder dari belakang.


Lalu Izy pun terlihat terkejut dengan Thunder yang tiba-tiba saja berada di belakangnya. Izy langsung mengusap air mata yang ada di pipinya itu.


"Apa peduli mu! " Teriak Izy.


"Sebenarnya kau ini kenapa? Dari tadi sebelum kita menaiki kapal ini, kau terus saja terlihat kesal? " Tanya Thunder sambil duduk di sampingnya.


"Sudah kubilang, Apa peduli mu! Kau selalu saja berbuat baik kepada semua orang. Tapi kau tidak pernah mempedulikan orang-orang yang sudah peduli padamu! " Teriak Izy langsung berdiri dan marah.


"Bukan begitu! Sikapku memang seperti ini. Aku baik kepada Syela, tapi bukan berarti aku akan melupakanmu. " Ucap Thunder


"Lalu, jika kau disuruh memilih diantara aku atau Syela, siapa yang akan kau pilih!? " Teriak Izy.


"Sst!.. Jangan terlalu berisik! Kau bisa membangunkan mereka berdua? " Ucap Thunder berusaha untuk menenangkan Izy.


"Siapa peduli! Lebih baik kau cepat jawab pertanyaan ku terlebih dahulu! " Ucap Izy


"Entahlah! Mungkin aku akan memilih keduanya, atau,.. " Ucap Thunder


"Atau apa? " Tanya Izy.


"Mungkin aku malah akan meninggalkan kalian berdua! " Ucap Thunder dengan raut wajahnya yang langsung terlihat berubah menjadi hampa tanpa ekspresi.


Izy pun tidak bertanya lagi, wajah Izy terlihat gelisah dengan jawaban Thunder itu. Dia memikirkan apa maksud dari perkataannya itu. Suasana pun menjadi sangat hening untuk beberapa saat.


"Bercanda!. " Ucap Thunder memecah keheningan.


"Duduklah dulu di sampingku! " Ucap Thunder


"Eh?! Yah baiklah. " Izy pun duduk disampingnya.

__ADS_1


Izy pun terus menatap Thunder yang sedang memandang ke arah bulan purnama itu.


"Aku tahu bahwa kau sedang menyembunyikan sesuatu dari kita semua! Apa yang kau maksud dengan meninggalkan tadi? Hei, Thunder? " Ucap Izy didalam hatinya.


__ADS_2