
1 hari telah berlalu sejak Thunder menjaga Liana yang sudah baik baik saja. Di rumah Lucifer, di toilet.
"Hoekk! " Thunder sedang muntah di toilet
"Hei Thunder! Apa kau baik-baik saja. Dari kemarin wajahmu selalu pucat loh. " Ucap Darkness mengkhawatirkan keadaan Thunder .
"Apa perlu aku memanggil Lucifer kemari? " Tanya Darkness
"Ah tidak perlu. Aku baik-baik saja. " Ucap Thunder dari dalam toilet.
Teman-teman Thunder yang sudah mulai bisa berjalan kembali menghampiri Darkness.
"Bagaimana keadaannya? " Tanya Alex
"Dia masih didalam Toilet. " Ucap Darkness
Semua orang terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan Thunder.
"Ah apa ini salahku. Seharusnya ayah mengantarkannya kemarin malam. Meskipun itu harus dengan paksaan. " Ucap Liana merasa bersalah terhadap Thunder
"Tidak ini bukanlah salah siapa-siapa. " Ucap Thunder dari dalam Toilet.
"Thunder! Apa kau sudah baik kan? " Tanya Alex
"Ah kalian tidak perlu mengkhawatirkan diriku. Aku sebentar lagi akan keluar. " Ucap Thunder
Semua orang langsung terdiam. Mereka semua tidak tahu harus bicara apa kepada Thunder.
"Sial! Kenapa ini bisa terjadi padaku. Aku pikir itu hanyalah mimpi buruk. Apa yang sudah aku lakukan! Kenapa bisa-bisanya aku memakan mereka! " Ucap Thunder sambil menahan rasa mual.
Keringat bercucuran dari tubuh Thunder
Tiba-tiba tempat Thunder langsung berubah.
"Kenapa kau harus menyesali itu. Itu adalah cara dirimu, tidak, itu adalah cara kita agar bisa bertambah kuat. "
Thunder yang lainnya tiba-tiba muncul dibelakang Thunder.
"Kau! Kau yang membuatku memakan mereka kan! " Ucap Thunder marah
"Tidak perlu marah seperti itu. Dan kau juga tidak perlu menyesali mereka yang sudah kita makan. Mereka memang pantas dibunuh. Mereka adalah Iblis yang selalu berkeliaran dimalam hari. Mereka berbahaya. " Ucap Thunder lainnya
"Mana mungkin aku tidak menyesali hal itu! Apa kau menyuruhku untuk membuang sisi kemanusiaan ku hah!? Mana mungkin aku akan membuangnya kan! " Teriak Thunder
"Yah,.. kau tidak perlu membuangnya sekarang. Tapi, hal itu sudah pasti akan terjadi. " Ucap Thunder lainnya dengan senyuman yang mengerikan.
__ADS_1
Lalu Thunder yang lain itu langsung menghilang seperti debu yang tertiup oleh angin. Dan Thunder kembali berada di toilet.
"Dia adalah kepribadian dari mata kananku ini. Aku tidak boleh membiarkannya berbuat seenaknya lagi!. " Ucap Thunder
Thunder pun keluar dari toilet dengan wajah yang pucat.
"Hey Thunder! Apa kau baik-baik saja. " Ucap Izy menghampiri Thunder
"Ya,. sekarang aku sudah merasa lebih baik. Maaf telah membuat kalian khawatir. " Ucap Thunder sambil tersenyum
"Hah,. Syukurlah kau baik-baik saja! " Ucap Alex dan yang lainnya.
"Baiklah, sekarang lebih baik kita mulai mengantar kalian berkeliling bagaimana? " Tanya Darkness
"Ya, ayo! " Ucap Alex dengan semangat
Disaat mereka ingin berangkat untuk tour keliling kota iblis, Lucifer datang dan menghentikan mereka.
"Kenapa kau malah menghentikan kami? " Tanya Darkness.
"Aku lupa memberitahukan satu hal penting. " Jawab Lucifer
"Hal penting apa? " Tanya Thunder
"Sebenarnya, saat kalian dibawa olehku kemari. Kalian sudah kehilangan energi yang banyak. Karena energi kalian hilang begitu banyak, itu juga berpengaruh terhadap darah kalian. " Jawab Lucifer
"Kau lihat saat hari dimana kau sadar, di samping mereka ada infus darah kan? " Tanya Lucifer
"Ya! Memangnya ada apa dengan itu? " Tanya Thunder
"Itu adalah darahku, itu adalah darah iblis. Darah iblis, jika sel darahnya tidak dapat bersatu dengan sel darah manusia. Darah tersebut malah akan merebut nyawa mereka daripada menyelematkan. " Jawab Lucifer
Amarah Thunder langsung naik. Thunder langsung mencengkram baju Lucifer dan menariknya dengan kuat, tulang-tulang dari belakang punggungnya langsung bermunculan dan siap menusuk tubuh Lucifer, Aura membunuh Thunder langsung keluar, mata kanannya langsung berubah dan tanduk di kepala bagian kanannya langsung muncul.
"Kau! Apa kau berniat membunuh teman-teman ku hah? " Tanya Thunder sambil menggerakkan giginya.
"Apa? Apa kau ingin melawan ku lagi? " Tanya Lucifer
Lucifer juga terlihat sedikit marah. Aura membunuh yang sangat pekat, dan kental muncul dari Lucifer.
"Disini berbahaya, kalian semua keluarlah dari rumah ini sebelum tertelan oleh aura membunuh mereka! " Teriak Darkness
Darkness langsung membawa lari semua orang di sana karena keadaan yang diluar dugaan.
Setelah semua orang sudah dipastikan oleh Darkness bahwa sudah keluar dengan aman. Darkness pun kembali masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Aku akan melerai mereka berdua, kalian semua diamlah di sana! " Ucap Darkness
"Tadi itu, tidak salah lagi. Kekuatan dari aura membunuh Thunder sudah berada di tingkat Raungan Harimau. Aura membunuhnya sudah melebihi aura membunuh milik Darkness. " Ucap Liana didalam hati sambil gemetaran.
"A-aku tidak pernah,.. melihat Thunder sampai semarah itu sebelumnya. " Ucap Izy dengan kaki yang gemetaran karena rasa takut.
"Hei Bocah! Apa kau ingin bertarung lagi denganku hah? " Tanya Lucifer sambil melepaskan cengkraman Thunder.
"Ya! Jika itu agar bisa membebaskan teman-teman ku! " Jawab Thunder dengan tatapan yang tajam.
"Tunduklah! " Ucap Lucifer
Jbus! Tekanan yang sangat luar biasa menghantam Thunder. Tapi Thunder tetap berdiri tegak dengan amarah yang sangat memuncak.
"Heh! Lumayan juga, aku pikir kau akan langsung bersujud di sana. " Ucap Lucifer
Lucifer pun membuka gerbang sihir yang kecil, dan menarik keluar Biolanya. Sayap yang berwarna hitam pekat, bahkan lebih hitam dari kegelapan milik Darkness muncul dipunggung Lucifer.
Lalu di dahi Lucifer muncul mata ketiga berwarna emas. Lalu kedua bola mata lainnya memancarkan warna merah yang tidak kalah pekatnya dengan warna sayap miliknya. Aura membunuh milik Lucifer semakin kuat.
Tapi Thunder masih berdiri dengan tegaknya tanpa terusik sedikitpun.
"Memang hebat tuan muda Thunder. Bahkan dengan diriku yang sudah serius dengan Aura membunuhku, anda masih bisa berdiri dengan begitu tegak dan elegan. " Ucap Lucifer
Karena aura membunuh milik Lucifer meledak, Darkness langsung terlempar keluar rumah.
"Si Lucifer itu. Apa dia berniat untuk membunuh adikku!? " Ucap Lucifer dengan wajah yang marah sekaligus khawatir.
"Darkness apa kau tidak apa-apa? " Tanya Via sambil menghampirinya
"Aku tidak apa-apa tetapi Thunder. " Ucap Darkness
Semua orang tampak sangat khawatir kepada Thunder. Bahkan Izy dan Syela mulai menangis.
"Sekarang, aku sedang berbicara dengan siapa ya?Apakah Tuan Muda yang biasa, atau kah tuan muda yang memakan seluruh Iblis malam di kota? " Tanya Lucifer sambil tersenyum licik.
"Sudah kuduga kau sudah tahu akan hal itu. Tentang itu, aku mohon rahasiakan dari teman-temanku. Aku tidak ingin dianggap berbahaya oleh temanku sendiri. "
"Sepertinya aku sedang berbicara dengan Tuan muda yang biasanya kah. " Ucap Lucifer
"Tenang! Jangan menangis, Thunder akan baik-baik saja! Aku yakin akan hal itu! " Ucap Liana menenangkan suasana teman-teman Thunder
"Tidak, kau sedang tida berbicara dengan diriku yang biasanya,.. " Ucal Thunder
"Oh, apa Tuan Muda yang lainnya juga mengkhawatirkan teman-teman nya kah? " Tanya Lucifer
__ADS_1
"Kau sedang berbicara, kepada Dua-duanya! " Ucap Thunder.