Dua Saudara Iblis

Dua Saudara Iblis
Jurus Terkuat Ice Eagle


__ADS_3

"Apa yang direncanakan oleh Bandit ini? Sepertinya dia daritadi hanya menggunakan serangan berskala kecil. Apapun yang ia rencanakan, tidak boleh masuk dalam jebakannya. "


Pikiran Ice Eagle.


"Berapa lama sebenarnya untuk jeda kekuatan perinya itu. Ini sudah 20 menit. Jika terus seperti ini, meskipun aku menggunakan serangan dengan sihir yang kecil pun, lama kelamaan sihir ku malah habis gara-gara mengulur waktu. "


Karena cahaya yang mengelilingi tubuh Ice Eagle tidak kunjung hilang, si Bandit pun kembali bersembunyi agar energi sihirnya pulih kembali.


"Sekarang dia sembunyi lagi. Sebaiknya aku segera mengakhiri ini. "


"Snow Storm! "


Udara sekeliling mulai berubah. Dari langit yang cerah, berubah jadi langit yang gelap. Udara berubah menjadi dingin. Angin besar mulai bertiup. Salju yang turun semakin menebal. Jarak pandang menurun.


"Apa-apaan ini? Sepertinya si Ice Eagle Sialan itu sedang melakukan sesuatu! "


Bandit itu masih bersembunyi dibelakang duri yang dibuat oleh Ice Eagle.


"Ahh... sial! Aku tidak bisa melihat apa-apa? Dimana dia sekarang? "


Bandit itu mencoba untuk melihat dimana Ice Eagle berada. Tapi, karena badai salju itu, dia tidak melihat apapun. Dia pun kembali bersembunyi. Tetapi,..

__ADS_1


"Disini!.. "


Suara Ice Eagle muncul dari belakangnya. Karena Bandit itu kaget, Bandit itu langsung memukul sekuat tenaga dengan sihirnya kearah suara itu.


Booom!..


Tapi tidak ada siapapun dibelakangnya. Bandit itu hanya menghancurkan Duri besar yang Ice Eagle gunakan tadi.


"Sial, aku dibodohi nya! "


Tidak beberapa setelah Bandit itu menghancurkan Duri tadi. Terdengar suara Ice Eagle dari langit.


"Haha... Sekarang aku tahu dimana kau sembunyi, Bandit kotor! Akan ku bunuh kau! "


"Tidak akan mempan. Karena, ketika aku menggunakan jurus ini. Seluruh area terkena dampak dari badai ini adalah tubuhku. Kau tidak akan bisa melukaiku! "


Duak!..


Ice Eagle balik memukul tubuh bandit itu. Bandit itu langsung terhempas oleh pukulan Ice Eagle. Tubuhnya berhenti disaat dia menabrak salah satu duri besar itu. Belum sempat Bandit itu menarik napas. Dia kembali dihantam dengan tendangan yang kuat dari Ice Eagle. Karena tendangannya itu, Duri itu hancur, Bandit itu kembali terhempas dan tergeletak di tanah.


"Sekarang giliranku untuk memberimu serangan habis-habisan. Aku tidak tahu apa yang tadi kau coba buat. Tapi, itu semua sekarang akan menjadi sia-sia. Karena kau akan mati disini. "

__ADS_1


Tubuh bandit itu dilemparkan ke langit. Tubuh Ice Eagle hancur menjadi salju. Dan di atas langit, beberapa salju yang turun menyatu dan membentuk tubuh Ice Eagle lagi.


"Sekarang, tamatlah riwayatmu! "


"Holy Sword! Storm Sword! "


Beberapa salju yang turun berkumpul di lengan kirinya. Salju itu membentuk sebuah pedang. Pedang yang berkilau berwarna biru langit.


Ice Eagle menukik kearah tubuh Bandit itu. Pedangnya yang indah tepat didepannya, mengarah pada Bandit itu. Tetapi, disaat pedang itu hampir mencapai tubuh si Bandit.


Di udara, Ice Eagle yang hendak menusuk jantung si Bandit. Dia memuntahkan darah, keseimbangannya hancur. Sehingga tubuhnya menabrak tubuh si Bandit.


Bruk!..


Keduanya jatuh ke tanah. Dari dalam Zirah birunya yang indah, tubuh Ice Eagle mengeluarkan darah.


"Si-sial! Kenapa harus disaat seperti ini! Padahal tinggi sedikit lagi aku bisa membunuh Bandit kotor itu. Tapi luka ini menghalangiku. " Kata Ice Eagle didalam hati.


"Ouh... "


"Bandit itu, sudah sadar kembali! Gawat! Kalau aku tidak cepat bangun, aku akan dibunuhnya! Sial, tubuhku mati rasa. Aku tidak bisa bergerak. Ayolah, bergerak, bergerak! "

__ADS_1


(Didalam hati)


__ADS_2