Dua Saudara Iblis

Dua Saudara Iblis
Meriam Sihir


__ADS_3

"Izy!. " Silong berteriak dari dalam.


Tidak lama setelah itu Silong keluar dari dalam istana dengan membawa tas yang berukuran tidak terlalu besar dengan satu set baju ditangannya.


"Ini dia! Ayah menemukannya. Haha... ayah pikir ayah tidak akan pernah bisa mendandani mu lagi. " Ucap Silong dengan wajah yang berseri-seri.


"KALIAN! ANAK LAKI-LAKI! CEPAT BERBALIK DAN PEJAMKAN MATA KALIAN SEKARANG JUGA. PUTRIKU AKAN GANTI BAJU! " Silong berteriak kepada Thunder dan Alex.


"Hah~.. " Thunder dan Alex menghela napas dan mulai membalikkan badan.


"Merepotkan sekali, yah~.. " Ucap Alex.


Setelah beberapa saat.


"Baiklah! Sekarang kalian boleh berbalik! " Ucap Silong.


Lalu Thunder dan Alex pun berbalik.


"Lihat! Putriku benar-benar cantik kan! Bagaimana menurut kalian berdua? " Tanya Silong dengan bangga.


"Em.. Bagaimana menurutmu Thunder? Apa ini cocok untukku? Apa ini tidak terlihat aneh? " Tanya Izy dengan pipi yang merah.


"Tidak! Kau benar-benar cantik saat memakai itu. Yah,.. lagipula kau memang sudah cantik sejak awal. " Jawab Thunder.


Mendengar pujian itu dari Thunder. Wajah Izy yang cantik dan putih itu terlihat sangat merah.


"Apa aku bilang! Hahahaha! " Ucap Silong dengan bangga.


"Hei! Kakek tua! Apa kau tidak memiliki baju untukku? " Tanya Alex.


"Oh! Tentu saja ada. Ini dia! " Silong pun melemparkan baju untuk Alex kepada Alex.


"Sikap pria ini langsung berubah drastis kepada Alex setelah dia menjadi bocah lagi! " Ucap Thunder didalam hati.


"Oh ya! Ayah, didalam tas ini ada apa saja? " Tanya Izy sambil mengutak-atik dalam tas.


"Oh, disana ada pakaian ganti untukmu, ada makanan, dan ada boneka kesayanganmu saat kamu berumur 10 tahun! " Jawab Silong.


"Hore! Kalau begitu persiapan ku sudah matang! " Izy terlihat kegirangan.


"Hei! Kita ini tidak akan pergi piknik loh! " Ucap Thunder.


"Baiklah! Aku sudah selesai ganti bajunya! Sekarang kita tinggal berangkat! " Alex.


"Tunggu dulu! " Thunder.


"Hei! Silong, bagaimana dengan keadaan para peserta lain di dalam? " Tanya Thunder.


"Oh mereka. Lebih dari setengah jumlah peserta kemungkinan besar sudah mati. Mungkin hanya beberapa yang akan selamat. Masalah itu serahkan saja pada prajurit didalam istana. Disaat mereka sudah sadar. Semua kekacauan yang kau buat akan aku bereskan! Lebih baik kalian segera pergi sebelum gelap! " Ucap Silong.


"Yah,. Kalau itu tidak masalah bagimu. Kalau begitu, ayo kita pergi. Alex buka buku hariannya dan baca tempat tujuan kita berikutnya! " Ucap Thunder sambil pergi.


"Yah ayo! " Alex pun menyusul sambil membaca buku harian Silong.


"Kalau begitu, ayah! Aku akan pergi! Sampai jumpa. Jaga dirimu baik-baik! " Ucap Izy sambil menyusul Thunder dan melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Seharusnya itu kata-kata ayahmu! " Ucap Silong.


Air mata bahagia pun menetes dari pipi Silong.


Tidak lama pun, mereka sudah keluar dari kota.


"Hey Thunder! Ngomong-ngomong,.. nama jurus mu tadi itu apa? " Tanya Izy.


"Yah... aku juga penasaran! " Alex


"Hmm... Sebenarnya aku masih belum menamai jurus untuk membangkitkan kembali manusia yang sudah mati. Tapi kalau yang kembalikan umur itu aku sebut " Retry! "." Jawab Thunder menjelaskan.


"Oh!.. " Izy


"Kau masih belum menamainya kah! " Ucap Alex.


"Kalau begitu, bagaimana jika kita pikirkan namanya sekarang! " Usul Alex.


"Tapi sebelum itu, Izy, kenapa aura membunuhmu berbeda? Aku belum pernah sekalipun melihat atupun mendengar tentang aura membunuh yang mampu membekukan lingkungan sekitarmu!? " Thunder


"Oh tadi, tadi itu bukanlah aura membunuh loh! " Jawab Izy.


"Eh? Jika bukan aura membunuh, lalu tadi itu apa? " Thunder


"Kami menyebutnya meriam sihir! Sebenarnya, Izy itu mungkin hanya satu-satunya mahkluk hidup yang tidak bisa mengeluarkan aura membunuh. " Alex yang menjawab.


"Yah! Dia benar. Meskipun aku memiliki keinginan untuk membunuh. Tapi tetap saja aku tidak bisa memancarkan nya seperti yang kalian lakukan. " Izy


"Terus, apa bedanya itu dengan aura membunuh? " Tanya Thunder.


"Oh.. Jadi, bagaimana jika aku tidak menarik baginya? " Thunder.


"Kalau itu, lebih baik langsung praktekkan saja! Izy! " Alex menyuruh Izy untuk memberi Thunder contoh.


"Jangan memberiku perintah! " Izy.


Lalu Izy pun maju ke depan Thunder dan melihat kearah batu besar yang ada didepan mereka.


"Lihat ini! "


Energi sihir milik Izy pun memancar keluar. Lalu,.. Bom!. Batu yang semula tertutupi salju langsung berubah menjadi beku seketika.


"Keren! Bagaimana kau melakukannya? " Tanya Thunder


"Itu hal yang mudah! Lihat aku! "


Alex juga ikut Izy dan menatap kearah batu besar tadi yang dibekukan oleh Izy.


Seperti Izy, Energi Sihir milik Alex juga ikut keluar. Lalu tidak beberapa lama setelah itu.


Bom!. Batu yang tadi dibekukan oleh Alex langsung hancur karena meledak.


"Hey bagaimana kalian melakukan itu? " Tanya Thunder terkagum-kagum.


"Haha! Aku pikir aku tidak akan pernah ada yang mengagumi lagi! " Ucap Alex didalam hati.

__ADS_1


"Jika kau ingin tahu! Jilat sepatuku! " Alex dengan bangga.


Buk! Kepala Alex ditendang sehingga tubuh Alex terhempas dan menabrak sebuah batu besar lainnya hingga hancur.


"Ah.. Itu aku sebut Human Cannon! " Ucap Thunder


"Jadi, bagaimana kau melakukannya? "


Tanya Thunder pada Izy.


"Ini mudah, seperti halnya saat kau mengeluarkan aura membunuhmu. Kau hanya perlu mengeluarkan energi sihirmu! "


Izy


Lalu Thunder pun mengeluarkan energi sihir sesuai instruksi dari Izy. Energi sihir yang Thunder keluarkan begitu deras.


"Jangan mengeluarkan dengan deras. Cukup keluarkan sedikit saja! " Izy


Lalu mengecilkan Energi sihirnya.


"Lalu fokuslah pada satu titik! Lalu lepaskan energi sihirmu seperti halnya meriam! " Izy.


"Baiklah! "


Lalu, Thunder pun memfokuskan targetnya.


"Fokus pada target lalu,.. " Ucap Thunder didalam hati.


" LEPASKAN! "


Wush!. Energi sihir yang mengelilingi Thunder langsung padam seketika.


"Tidak apa, tidak apa! " Izy menenangkan Thunder yang terlihat kesal.


Hahaha... Terdengar suara Alex tertawa terbahak-bahak dari jauh.


"Hahaha! Bodohnya dirimu! Haha! Aku pikir kau akan langsung bisa! Tapi,.. tapi.. Hahaha! " Alex tertawa terbahak-bahak karena melihat Thunder gagal.


"Baiklah brengsek! Kau yang memintanya! "


Thunder terlihat marah.


Tiba-tiba tulang-tulang dari bawah tanah keluar dan mengangkat sekaligus mengikat tubuh Alex hingga tidak bisa bergerak di udara.


Lalu terlihat energi sihir keluar sangat deras dari tubuh Thunder. Senyuman yang mengerikan terukir di wajah Thunder.


"Thunder maafkan aku Thunder! Aku mohon! Thunder! " Alex berusaha melepaskan diri dari tulang-tulang yang dikeluarkan oleh Thunder.


"Jadi, ada kata-kata terakhir? " Ucap Thunder dengan senyuman yang mengerikan.


"Aku mohon! THUNDER! " Teriak Alex memohon.


"He.. Keluarkan lalu,.. LEPASKAN! " Thunder


Bom!. Ledakan sihir yang benar-benar kuat menimpa Alex. Alex langsung terkapar di tanah dan tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Waha!. Lihat itu Izy, aku bisa melakukannya! " Thunder pun terlihat sangat senang setelah menguasai meriam sihir.


__ADS_2