Dua Saudara Iblis

Dua Saudara Iblis
Semuanya Kembali


__ADS_3

Dua hari setelah perampokan toko Via. Di rumah sakit


"Bagaimana? Apa kau sudah baikkan, Via? " Tanya Liana


"Ya! Sekarang aku sudah tidak apa-apa. Aku dengar Liana lah yang menyelamatkanku benar kan? Aku sudah berhutang banyak kepadamu, maafkan aku karena sudah merepotkan mu! " Ucap Via kepada Liana.


"Tidak, tidak! Sudah wajar jika kau membantu sahabatmu yang sedang dalam bahaya. Jadi, tidak perlu dipikirkan! Lebih baik kau segera makan buah ini! " Ucap Liana sambil memberikan buah apel yang sudah dia kupas kepada Via.


"Halo! Via, bagaimana keadaanmu? " Ucap Darkness langsung masuk.


"Apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu? " Tanya Liana.


"Sudah, sudah! Jangan bertengkar, aku baru saja bangun! Jadi jangan bersisik! " Ucap Via sambil memakan buah.


"Maaf! " Ucap Liana dan Darkness.


Wajah Via terlihat sedih saat dia melihat tangan kiri Darkness, dan Darkness menyadarinya.


"Jangan merasa bersalah! Ini karena aku terlalu lambat dan masih lemah! " Ucap Darkness.


"Ah, maaf! Ji-jika bukan karena karena aku.. " Ucap Via semakin merasa bersalah.


"Sudah kubilang, jangan meminta maaf. Dan juga, aku ingin menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi dua hari lalu. Tapi sepertinya kau sudah melupakannya. " Ucap Darkness.


Via hanya mengangguk tanpa berkata apapun.


"Thunder! Lebih baik kau masuk! " Ucap Darkness


"Thunder? Siapa itu? " Tanya Via.


"Lihat saja! Ini benar-benar menarik loh! " Ucap Liana.


Lalu Thunder pun masuk kedalam ruangan Via. Dan Via terlihat terkejut setelah Thunder muncul.


"Kenapa Darkness ada dua? Apa kau klon nya? " Tanya Via.


"Tidak! Namaku Thunder Storm, aku adalah adik kembar Darkness! Meskipun namaku aneh, tapi aku bukanlah orang yang aneh! " Thunder memperkenalkan dirinya.


"Sekarang minta maaflah! " Ucap Darkness.


"Kenapa aku harus minta maaf! Dia juga terlihat sudah melupakannya! " Ucap Thunder mengeluh.


"Sudahlah cepat lakukan! " Ucap Darkness.


"Tch! " Thunder pun berdiri di samping Via.


"Maafkan aku karena sudah menakutimu waktu itu! Saat itu aku sedang benar-benar marah! Jadi aku malah menakuti mu! Maaf! " Ucap Thunder.


"Oh, ya ya! Aku memaafkan mu! " Ucap Via sambil tersipu malu.

__ADS_1


"Baiklah, aku sudah minta maaf. Aku ingin pergi dulu keluar. Aku ada urusan! " Ucao Thunder.


"Eh! Apa kau ingin langsung pergi! Tinggallah dulu disini sebentar, agar Via melihat ke menarikan dari kalian berdua! " Ucap Liana.


"Tidak ada yang menarik dari kami, Bodoh! " Ucap Thunder sambil langsung pergi.


"Cih! Bikin kesal saja! " Ucap Liana.


"Aku tidak tahu bahwa kau punya saudara kembar! " Ucap Via kepada Darkness.


"Yah, aku juga belum menceritakannya. Dia dibawa kesini oleh Lucifer! Aku dengar dia hampir mati oleh Iblis bawahan dari Azazel! " Darkness menjelaskan.


...----------------...


Di rumah Lucifer.


"Hei! Lucifer, apa mereka semua sudah tersadar? " Tanya Thunder dengan nafas yang terengah-engah.


"Yah, mereka semua sudah tersadar. Tapi, lebih baik kau minum dulu. " Jawab Lucifer.


Thunder pun mengambil cangkir yang ada didepan meja Lucifer dan langsung meminum air yang ada didalamnya. Lalu Thunder langsung berlari ketempat teman temannya.


"Permisi! " Teriak Thunder sambil mendobrak meja.


"Wah! Brengsek! Beraninya kau mengejutkan ku! " Teriak Alex marah.


Wajah Thunder terlihat sangat senang. Mata mulai berkaca-kaca.


Thunder pun mengusap matanya yang ingin mengeluarkan air mata.


"Haha, seperti biasa kau selalu membuatku ingin membunuhmu! " Ucap Thunder tersenyum.


"Tidak, jangan mengatakan sesuatu yang mengerikan sambil tersenyum! " Ucap Alex ketakutan.


"Selamat datang, teman teman! Izy, Syela, Ikan! " Ucap Thunder.


"Ya! Kami kembali! " Ucap Izy dan Syela sambil tersenyum.


"Ikan? Namaku bukanlah ikan! " Teriak gadis duyung marah.


"Namaku Vina! Vina! " Ucap gadis duyung itu.


"Ya, selamat datang Vina! " Ucap Thunder.


Thunder pun menghampiri mereka berempat.


"Wah! Vina, kemana ekor mu pergi? " Tanya Thunder.


"Wah, benar! Siripnya hilang dan berubah menjadi kaki! " Ucap Izy dan Syela.

__ADS_1


"Yah, ekor kami akan berubah jadi kaki jika tubuh kami kering! " Jawab Vina.


"Wah, kau benar-benar hebat! " Ucap Alex.


Mereka berlima pun kembali mengobrol seperti biasa. Izy dan Syela juga terlihat sudah akrab dengan Vina. Tapi, meskipun begitu, Izy, Syela, dan Vina terlihat seperti menyesali sesuatu.


"Tidak perlu menyesal! Ini semua karena kita terlalu lemah! " Ucap Thunder.


"Ya! Dia benar! Jika kita kuat, kita pasti bisa mengalahkan Iblis itu. " Ucap Alex.


"Ya, terimakasih! " Mata Izy dan Syela langsung berkaca-kaca.


Mereka berdua langsung memeluk Thunder dan meminta maaf sambil menangis.


"Maafkan aku Thunder! Jika aku bisa menahan keegoisan ku saat itu, ini pasti tidak akan terjadi! " Ucap Izy.


"Ya, jika saja aku bisa menahan rasa cemburu ini di hatiku! Ini pasti tidak akan terjadi. "


"Tidak, tidak perlu meminta maaf! " Ucap Thunder sambil mengusap kepala mereka berdua.


"Maafkan aku kalian semua! Jika saja aku tidak menaiki kapal kalian! Kalian pasti tidak akan pernah merasakan kejadian seperti itu. Jadi maaf, aku akan pergi besok! " Ucap Vina


"Sudahlah! Bukankah sudah kubilang bahwa itu bukan salah siapa siapa! Itu semua terjadi karena kita saja yang lemah! Dan juga,.. " Ucap Thunder. Lalu Thunder terlihat seperti memberikan kode kepada Alex.


"Jadi, Vina,.. maukah kau ikut dalam perjalanan kami berlima? Ah tidak tidak! Kau harus ikut! " Ucap Alex.


"Eh? Kenapa? " Tanya Vina kebingungan.


"Kau sudah membawa bahaya kepada kami! " Ucap Alex.


"Hey Alex! Apa yang kau katakan? " Teriak Izy marah kepada Alex.


Mendengar perkataan Alex, Vina tidak berkata apa-apa. Dia hanya menundukkan kepala saja, bukti bahwa dia memang merasa bersalah.


"Dan karena kau sudah membawa bahaya kepada kami! Kau sudah menjadi anggota dalam perjalanan ini! Bersiaplah untuk perjalanan yang gila kita selanjutnya! " Ucap Alex sambil tersenyum.


"Hah? A-apa yang kau bilang? " Tanya Vina kebingungan dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.


"Kau sudah menjadi bagian dari kami! Jadi kau tidak boleh pergi kemana pun, sebelum Thunder memutuskan tujuan kita berikutnya! Itu yang aku katakan. Apa ada yang salah? " Tanya Alex.


Air mata bahagia mulai bercucuran dari mata Vina. Vina langsung menangis dan memeluk Alex sambil berterimakasih.


"Sudahlah, jangan berterimakasih padaku! Berterimakasih lah kepada Thunder! " Ucap Alex sambil menepuk nepuk kepala Vina.


"Yah, terimakasih Thunder! Terimakasih kalian semua! Kalian memang orang orang yang baik hati! " Ucap Vina.


"Tidak, seharusnya akulah yang berterimakasih kepadamu! " Ucap Thunder.


"Eh? Kenapa? " Tanya Vina.

__ADS_1


"Jika bukan karena kau membawa Iblis besar itu,.. Aku pasti tidak akan pernah tahu rasanya kekalahan, dan putus asa! " Jawab Thunder sambil tersenyum kepada Vina.


__ADS_2