
"Apa yang kau lakukan kepada kakaku!? " Thunder
"Apa yang aku lakukan? Tentu saja, tentu saja untuk menghancurkan kalian! " Ayah Fedrik
"Thunder, biarkan kami membantumu! " Elite
"Yah, aku juga pasti akan membantumu! " Emeli
"Baiklah! Ayo kita hancurkan si tua bangka sialan ini! " Thunder
"Eeeh... bertambahnya beberapa serangga tidak akan memengaruhi pertarungan " Ayah Fedrik
"Serangga yah! " Elite
Elite mengeluarkan Area Roh miliknya dengan kekuatan yang besar. Api mengelilingi sekujur tubuhnya.
"Phoenix ya? " Ayah Fedrik
"Aku juga! " Emeli
Karena Emeli memiliki kekuatan Api Phoenix yang sama. Mereka pun menggabungkan Aura Roh milik mereka pun bersatu hingga mengeluarkan api yang begitu besar.
"Dua ekor burung saja tidak akan merubah hasil pertandingan ini! " Ayah Fedrik
"Dibelakangmu! " Thunder
__ADS_1
Thunder mencoba menendang kepala Ayah Fedrik seperti menendang kepala Lery. Tetapi Ayah Fedrik berada di level yang berbeda dengan Thunder. Serangan Thunder digagalkan. Kaki Thunder dipegang oleh Ayah Fedrik lalu dilemparkan Thunder dengan sekuat tenaga. Thunder pun menghantam dinding. Bahkan dindingnya pun hancur oleh tubuh Thunder. Thunder langsung tidak sadarkan diri.
"NAPAS API PHOENIX! " Elite dan Emeli
"Lamban! " Ayah Fedrik
"CENGKRAMAN GUNUNG ES! " Eli
Saat Ayah Fedrik mencoba menghindari serangan Elite dan Emeli. Tiba tiba tubuhnya terhimpit oleh Es yang besar hingga tubuhnya tidak bisa bergerak.
"Apa! " Ayah Fedrik
"Kau pikir. Setelah kau melukai sahabat sahabat kami. Kau bisa pulang dengan selamat? " Eli
Akhirnya Ayah Fredrik pun terkena serangan Elite dan Emeli. Ledakan api terjadi.
"Masih belum! " Elite
"Hahaha... lumayan untuk seekor serangga. " Ayah Fedrik
Setengah tubuh Ayah Fedrik tertutupi oleh Jiwa Roh miliknya. Ayah Fedrik menahan ledakan besar tersebut hanya dengan menyatukan setengah tubuhnya dengan Jiwa Roh miliknya.
"Sekarang giliranku. LEDAKAN AMARAH BERUANG! " Ayah Fedrik
Ledakan aura Roh yang panas di arena pun terjadi. Aura Roh yang besar menghancurkan dinding arena disana. Semua orang terhempas oleh ledakan aura Roh tersebut. Hingga akhirnya arena yang didirikan oleh Ayah Fedrik sendiri ter hancurkan oleh dirinya sendiri.
__ADS_1
"Ahk... Sialan, dimana Thunder dan Darkness? Eli juga dimana dia? " Emeli
"Tenang saja mereka pasti baik baik saja. Lebih baik kita urus dulu dia? " Elite
"Pukulan beruang api! " Ayah Fedrik
"Cepat... terlalu cepat hingga aku tidak bisa menyadarinya. " Elite
Ayah Fedrik memukul Elit dengan kekuatan Roh miliknya. Emeli yang didekat Elite pun terhempas kembali oleh serangan Ayah Fedrik.
"Baiklah satu serangga telah mati. " Ayah Fedrik
Ayah Fedrik pun pergi menuju Emeli. Dia bermaksud untuk menghancurkan Emeli.
"Kau pikir pukulan teddy bear kecil akan mampu menghancurkan Phoenix berkepala tiga hah? " Elite
Elite pun bersatu dengan Jiwa Roh miliknya. Jiwa Roh milik elite bukanlah Jiwa Roh biasa. Jiwa Roh milik Elite adalah Phoenix berkepala tiga. Salah satu hewan Roh yang pernah menguasai langit.
"Jadi kau si anak Phoenix itu yah?! Kalau begitu aku akan menghancurkanmu hingga kau menjadi debu bagi beruang ini! " Ayah Fedrik
Ayah Fedrik bersatu dengan Jiwa Roh nya. Dia menyatukan seluruh tubuhnya dan membentuk zirah api.
"Kau pikir beruang sepertimu akan berhasil menghancurkan tubuh dari Phoenix yang suci ini. Jangan bercanda! Akulah yang akan menghancurkanmu. Jiwa Roh, Full Body! "
Elite
__ADS_1
Elite juga bersatu dengan Roh Phoenix miliknya. Daerah di arena tersebut memiliki aura yang tinggi.