Dua Saudara Iblis

Dua Saudara Iblis
Nenek Tahu Itu


__ADS_3

Nenek itu dengan tersenyum menghampiri Thunder. Lalu dia duduk di sampingnya.


"Sepertinya kau tidak akan melukai teman-temanmu, ya?! " Ucap Nenek itu.


"Eh? " Thunder terkejut


"Apa yang nenek katakan? " Tanya Alex dan yang lainnya karena tidak terdengar terlalu jelas oleh mereka


"Tentu saja! Tidak mungkin aku akan melukai temanku sendiri! " Ucap Thunder dengan nada yang tegas


"Kepribadian Thunder bertukar lagi. " Ucap Alex didalam hatinya


"Mm!. Jika begitu, baguslah! Nenek paling benci orang yang mengkhianati temannya sendiri. " Ucap Nenek itu kepada Thunder


"Aku juga benci akan hal itu! Terimakasih karena sudah merawatku, dan juga mengkhawatirkan teman-temanku! " Ucap Thunder


"Tidak, tidak! Tidak perlu sungkan begitu. Jadi, berapa lama kalian akan tinggal di rumah ini? " Tanya Nenek itu


"Oh itu, mungkin untuk beberapa hari! Aku akan menyembuhkan dulu fisik ku ini. Si sialan itu benar-benar bermaksud untuk membunuhku! " Ucap Thunder dengan kesal


"Kalo begitu, kalian semua. Lebih baik kita sarapan dulu! Seseorang juga bantu nenek buatkan bubur untuk Thunder! " Ucap Nenek itu sambil pergi.


"Eh tunggu nenek! Siapa namamu? " Tanya Thunder


"Mm,.. panggil saja Nenek Gin! " Jawab Nenek itu


"Baiklah, kalau begitu biar aku yang membuat bubur! Kalian tunggulah di meja makan. " Ucap Liana sambil beranjak pergi


"Tidak! Tunggu dulu, lebih baik kau saja yang duduk di meja makan, biarkan aku yang membuat bubur sekaligus menyuapi Thunder. " Ucap Izy


"Tidak, kalianlah yang harus duduk! Biarkan Syela ini yang membuatnya. " Ucap Syela


"Hah?! " Izy dan Liana marah

__ADS_1


"Apa? Ingin bertarung! Maju saja! " Ucap Syela


"Tch! " Thunder marah dengan suasana yang dibuat mereka bertiga


Wush! Tulang-tulang dari punggung Thunder langsung bersiap menusuk mereka kapan saja di hadapan mereka.


"Kalian semua diamlah! Mm,.. Alex, kau saja yang buat! " Ucap Thunder


"Baiklah! Baiklah! " Ucap Alex menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil pergi


"Eh! Tidak mungkin! " Ucap Izy dan yang lainnya kecewa


"Thunder! Apa dia bisa membuatkan bubur yang kau inginkan? Pasti rasanya tidak akan enak! Lebih baik aku saja yang buat! " Ucap Liana


"Tidak! Tidak! Lebih baik- " Sebelum Syela dan Izy kembali berdebat.


Wush! Aura kematian bertiup kearah mereka bertiga. Mereka bertiga langsung tenang.


"Jadi, siapa yang ingin mati duluan? " Tanya Thunder dengan raut wajah yang benar-benar terlihat marah.


Mereka bertiga pun pada akhirnya malah hampir merasa trauma dengan aura membunuh milik Thunder.


"Hei! Hei! Kau hampir membuatku pingsan loh! Kendalikan sedikit saja aura membunuh milikmu itu! " Ucap Darkness


"Ya! Ya! Maaf! Tapi, kenapa Liana menjadi seperti itu? Biasanya hanya Izy dan Syela saja yang suka bertengkar di setiap keadaan. Aku tida berpikir bahwa dia juga salah satu dari tipe seperti itu. " Tanya Thunder


"Seharusnya kau sadar akan hal mudah seperti itu bodoh! " Jawab Darkness


"Ehem! Tuan muda Darkness, sebenarnya kau tidak memiliki hak untuk berkata seperti itu loh! " Ucap Via sambil menarik Darkness dengan kasar keluar dari kamar Thunder


"Wah! Sepertinya aku baru saja melihat sisi lain dari Via! " Ucap Thunder terkesan didalam hatinya


...----------------...

__ADS_1


Setelah beberapa lama kemudian.


"Baiklah, Thunder. Aku masuk! " Ucap Alex dari luar kamar Thunder


"Ya! Masuk saja! " Ucap Thunder membiarkan Alex masuk


"Ini dia! " Ucap Alex sambil memberikan bubur buatannya.


"Baiklah, kita coba sekarang saja! Jika ini tidak enak maka kau akan kubunuh! " Ucap Thunder sambil membuka penutup mangkuk buburnya.


"Setidaknya berterimakasih lah terlebih dahulu! " Ucap Alex


Thunder pun mulai memakan bubur buatan Alex.


"Uh! Tidak kusangka kau bisa memasak. Emm! Hebat, hebat! " Ucap Thunder sambil memakan buburnya


"Tentu saja! Aku sudah hidup sendirian selama 13 Tahun. Aku selalu memasak sendiri sebelumnya. Tapi, karena pengikut ku semakin lama semakin banyak. Lama kelamaan aku tidak memasak. Hanya menunggu hasil masakan dari para bawahan ku saja.


Kalau begitu, nikmati makanannya. Aku akan keluar! " Ucap Alex sambil keluar


"Ya! Akan kuhabiskan tenang saja! " Ucap Thunder


Wush! Tiba-tiba tempat Thunder langsung berubah.


"Jadi, bagaimana sekarang! Apa kita akan mencari monster. Kita belum mencoba mereka. Atau manusia? Yang mana yang kau pilih. Semuanya juga bergantung padamu, begitu juga sebaliknya. " Ucap Thunder yang lainnya.


"Tidak mungkin aku akan memakan salah satu dari itu kan! Sudah cukup dengan hal seperti itu. " Ucap Thunder


"Tenang saja! Pasti kau akan terbiasa. " Ucap Thunder yang lain


Wush! Tempatnya kembali menghilang seperti debu yang tertiup oleh angin. Dan Thunder langsung kembali ke kamarnya.


"Hah~, dia benar-benar menghancurkan selera makan ku! " Ucap Thunder mengeluh.

__ADS_1


Gruk!~ Perut Thunder kembali berbunyi


"Tidak apalah, sepertinya aku juga belum makan selama beberapa minggu! " Ucap Thunder kembali melanjutkan makannya.


__ADS_2