
"Ehh,.. anu... Salam kenal, namaku Via, aku adalah teman dari Darkness. " Ucap Via memperkenalkan dirinya kepada semua orang di sana sambil gugup.
"Salam kenal juga! " Ucap Syela
"Emm,.. pertama-tama, aku ingin berterimakasih dulu kepada Thunder. Terimakasih karena sudah menyelamatkan aku dan Ibuku saat itu. Aku dengar, jika bukan karena Thunder, Darkness sudah pasti tidak akan menyadari bahwa itu adalah sihir ruang. " Ucap Via sambil merendahkan badannya berterimakasih kepada Thunder
"Tidak perlu berterimakasih. Itu adalah hal yang biasa. Salam kenal juga, semoga kita bisa akrab mulai dari sekarang. Dan juga,.. " Ucap Thunder
"Ya,.. aku juga. " Ucap Via
"Kita semua akan memulai perjalanan kita 1 minggu lagi dari sekarang. Jadi persiapkan dirimu ya! " Ucap Thunder
"Eeh? Memangnya aku pernah berjanji akan ikut? " Teriak Via kaget
"Yah, Darkness juga akan ikut. Sudah pasti kau juga akan ikut kan? " Ucap Thunder
"Eeh,.. Ta-tapi- " Sebelum Via menyelesaikan perkataannya, Via terpotong oleh ucapan Thunder
"Tidak perlu banyak alasan. Lagi pula aku tahu perasaanmu terhadap Kakak bodohku ini. " Ucap Thunder dengan wajah yang licik
"Iya! Aku paham! Jadi diamlah! Aku pasti akan ikut! " Teriak Via
"Hahahaha!.. " Semua orang langsung tertawa melihat reaksi Via tadi. Hanya Darkness yang tidak tertawa karena tidak mengerti apa yang sedang terjadi di sana. Sedangkan Via hanya malu karena kelakuannya sendiri
...----------------...
Disaat mereka semua sedang tertawa. Lucifer pun datang dengan wajah yang kesal.
"Berisik! Ditempat perawatan itu tidak boleh berisik kalian tahu! Apa tidak ada yang mengajari kalian tentang hal itu hah?! " Teriak Lucifer marah sambil masuk
Semua orang langsung terdiam ketakutan, begitu juga dengan Via.
"Hei! Sialan, Lucifer! Apa kau bisa melepaskan sihirmu ini hah? Aku sudah bosan terus seperti ini! " Ucap Thunder.
Lucifer tidak menjawab Thunder. Lucifer pun membuka peralatan yang biasa dia pakai untuk memeriksa teman-teman Thunder.
__ADS_1
"Lepaskan! " Ucap Lucifer
"Hah. Akhirnya aku bisa bebas juga! Tulang-tulangku terasa begitu pegal! Aku pergi dulu keluar. Aku ingin meregangkan tulang-tulangku ini! " Ucap Thunder sambil langsung pergi begitu saja.
"Ada apa dengan dirinya. Aku pikir dia akan marah-marah seperti yang aku tahu. Ada apa dengannya? " Lucifer bertanya-tanya karena sifat Thunder berbeda dari yang dia bayangkan sambil memeriksa seluruh teman-teman Thunder
...----------------...
"Hah~ " Thunder menghela nafas sambil berlari kecil di Kota Iblis yang indah itu.
"Si Lucifer bodoh itu! Dia bahkan sampai membuat seluruh tulang-tulangku ini merasa begitu pegal! Apa yang dia pikirkan sebenarnya? " Ucap Thunder
Disaat Thunder masih berlari-lari kecil dan tidak memerhatikan apa yang ada didepannya karena masih bergumam tentang Lucifer, Tiba-tiba...
Buk!.. Gubrak! Thunder menabrak seseorang dan mereka berdua terjatuh.
"Hei! Sialan, jika jalan itu pakai mata! Bodoh! " Teriak gadis yang ditabraknya.
"Eh? Suara ini? " Thunder pun melirik kearah gadis yang dia tabrak itu.
"Eh? Thunder? Eeeh? " Liana juga kaget melihat Thunder di sana.
Mereka pun pergi berdua ke lapangan yang dipenuhi rumput hijau yang saat itu didatangi Thunder.
"Heh,.. jadi kau juga tahu tempat ini ya. " Ucap Liana
"Yah,.. saat aku marah kemarin. Aku pergi kesini untuk melampiaskan segala kekesalan ku! " Ucap Thunder sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ooh.. " Ucap Liana
"Jadi, apa yang kau lakukan di kota tadi? " Tanya Thunder
"Aku pergi berbelanja untuk makan malam. " Jawab Liana.
"Eh? " Thunder kaget
__ADS_1
"Kenapa kau kaget begitu? Apa ini tidak normal di matamu? " Tanya Liana
"Ti-tidak. Aku hanya sedikit terkejut saja. Bukannya seharusnya para pelayan di rumahmu yang melakukan pekerjaan ini? " Tanya Thunder
"Yah,.. aku melakukan ini karena aku suka dengan memasak. " Jawab Liana
"Heh,.. Hebatnya kamu. Aku pikir kamu cuma seorang wanita manja. Emm.. mungkin aku tarik lagi perkataan ku soal kau anak manja. " Ucap Thunder
"Te-tentu saja! Mana mungkin aku ini anak yang manja! Bodoh! " Ucap Liana tersipu
"Eh? Kenapa kau malah memanggilku bodoh? Apa aku salah bicara? " Tanya Thunder
"Entahlah,.. tanya saja sendiri kepada dirimu sendiri! " Jawab Liana
"Cih! Sifat itu yang membuatku selalu kesal padamu. " Ucap Thunder dengan wajah yang kesal
"Eh? Apa ini jadi salahku? Kenapa? " Tanya Liana
"Tapi,.. Aku penasaran dengan rasa masakanmu. Hey! Liana? Bolehkah aku ikut ke rumahmu sekarang. Aku juga akan ikut membantumu memasak. " Ucap Thunder.
"Eh? Kenapa tiba-tiba begini? " Tanya Liana kaget dengan pipi yang memerah karena malu.
"Soalnya aku benar-benar penasaran dengan rasa dari makanan buatan tanganmu sendiri! Jadi, bolehkan? " Tanya Thunder
"Eh? Apa ini? Apa dia bermaksud untuk menikahi ku kah? Apa dia ingin menguji diriku kah? " Ucap Liana didalam hatinya
"Liana, masakan buatan mu ini enak sekali loh. Kau adalah wanita yang paling aku idamkan. Maukah kau menikahi ku? " Tanya Thunder sambil menatap mata Liana dengan tajam dan memegang dagunya sambil mendekatkan wajahnya.
(ini adalah imajinasi liar dari Liana)
"Seperti itu kah? Tidak, tidak, tidak! Tidak mungkin aku akan menikahi orang bodoh ini! Tapi, mungkin saja aku akan memberinya kesempatan- Tidak, tidak, tidak! Tidak mungkin itu terjadi! Ta-tapi! " Terjadi pertengkaran didalam dirinya sendiri
"Hey! Liana, apa kau baik-baik saja? Asap keluar dari kepalamu loh! " Teriak Thunder melihat Liana yang begitu memanas sampai-sampai mengeluarkan asap dari kepalanya.
Gubrak! Liana terjatuh tak sadarkan diri karena perdebatan dalam dirinya sendiri.
__ADS_1
"Eeeh? Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau malah pingsan? Jangan pingsan disini! Hey! Hey! " Teriak Thunder sambil mencoba membangunkan Liana yang terus terbawa arus imajinasinya sendiri.