Dua Saudara Iblis

Dua Saudara Iblis
Aura Yang Kuat


__ADS_3

Semua peserta pertandingan sudah berada di halaman istana dimana pertandingan itu akan diadakan. Halaman istana itu benar-benar luas. Semua peserta yang lebih dari 100 orang itu berkumpul di satu halaman. Ratu pun muncul dan didampingi oleh ke dua panglima disampingnya dan seorang pria yang terlihat agak tua dibelakangnya muncul dengan membawa sebuah pedang.


"Orang itu. Pasti dia adalah Silong yang disebutkan oleh Alex kemarin. " Ucap Thunder didalam hatinya.


"Selamat siang semuanya. Sebelum kita masuk ke pertandingan utama. Pertama-tama kita akan mengadakan Battle Royal terlebih dahulu. Setelah kalian menaiki arena ini. Akan muncul gelang sihir ditangan kiri kalian. Jika peserta sudah mencapai 30 orang, maka gelang sihir itu akan berbunyi dan Battle Royal pun selesai. " Ratu menjelaskan


Lalu tentara dihalaman melangkah ke tengah arena yang luas itu.


"Baiklah. Jika kalian sudah mengerti! Naiklah ke arena dan ambilah posisi masing-masing! " Ucap tentara itu dengan lantang dan tegas.


Semua peserta pun memasuki arena itu, dan tentara itu keluar arena. Setelah semua peserta sudah terlihat siap.


Deng!. Deng!. Bel pun berbunyi, pertandingan pun dimulai. Semua orang mulai bertarung.


"Hey lihat! Disitu ada seorang anak! Kita bunuh dia dulu! " Kata seorang pria.


"Ya, ayo! " Saut peserta lainnya.


Beberapa peserta pun mulai berlari mengarah ke Thunder.


"Mereka akan langsung mati. " Kata pria yang tadi menyenggol Thunder dengan wajah ketakutan.


"BERSIAPLAH KAU BOCAH! " Kata pria tadi yang mengajak beberapa peserta lainnya untuk membunuh Thunder dulu.


"Mereka mengeluarkan aura membunuhnya. Mereka hanyalah orang bodoh, aku tidak perlu menyentuh mereka. Itu hanya akan membuat tanganku kotor saja. " Ucap Thunder di dalam hatinya.


Thunder pun memejamkan matanya. Lalu,..


"ADA APA BOCAH!? APA KAU TAKUT SAMPAI KAU TIDAK BISA MEMBUKA MATAMU, HAH!? " Teriak peserta itu dengan kegirangan melihat Thunder memejamkan matanya.


Disaat para peserta yang ingin membunuh Thunder tadi sudah mulai dekat dengan Thunder.


Wuusshh!.. Thunder membuka matanya dan mengeluarkan aura membunuh yang benar-benar kuat. Aura membunuh yang sangat mengerikan dalam sekejap menghembus ke seluruh bagian istana.


Semua peserta yang tadi mencoba membunuh Thunder langsung jatuh tak sadarkan diri karena Auranya itu. Dan beberapa peserta disekelilingnya yang memiliki kekuatan mental dan sihir yang lemah langsung tereliminasi karena pingsan tak sadarkan diri.


Karena aura membunuh Thunder yang benar-benar kuat dan mengerikan itu, seluruh kaca dan jendela di istana yang menghadap ke halaman itu langsung hancur. Bahkan pagar yang terbuat dari es yang ada dihadapan sang ratu pun retak.


"Sepertinya anak itu bukanlah anak biasa, Ratu! " Kata Silong kepada Ratu sambil merendahkan tubuhnya.


"Yah... hanya dengan melihatnya saja aku tahu itu. " Jawab sang Ratu dengan keringat bercucuran diwajahnya.


"Aura membunuh tadi. Anak ini, aku harus waspada terhadapnya. " Kata Silong di dalam hatinya.


Disaat sebelum Thunder mengeluarkan aura membunuhnya. Di dalam istana, dikamar Lucy.

__ADS_1


"Apa dia sudah tenang? " Tanya penjaga kamar itu kepada pelayan pribadi Lucy.


Pelayan itu pun melihat kearah Lucy dengan wajah yang gelisah.


"Entahlah, untuk saat ini mungkin dia sudah tenang. Mungkin dia mimpi buruk tadi. "


Wuusshh... Aura membunuh Thunder menghembus di dalam kamar itu.


"Aaaahh!!.. " Lucy kembali berteriak dengan ketakutan. Lucy menangis dengan histeris.


Pelayan Lucy tidak menenangkan Lucy. Pelayan itu terdiam dengan perasaan syok yang hebat karena Aura membunuh tadi. Begitu pula dengan penjaganya. Dia juga terdiam membeku dengan keringat yang bercucuran diwajahnya.


Disaat yang sama. Frost dan Carlos yang baru sampai saja ke depan arena.


"Dimana anak itu!? " Tanya Carlos.


"Entahlah, aku juga tidak melihatnya. " Jawab Frost sambil terus mencari Thunder.


Wuuusshh... Aura membunuh Thunder menghembus.


Keringat mulai bercucuran di wajah Frost dan Carlos. Mereka berdua terlihat syok dengan itu.


"Hey,.. apa kau merasakannya? " Tanya Carlos dengan sedikit gugup.


"Aura ini bahkan lebih mengerikan dari Iblis kemarin. Meskipun auranya hanya menghembus saja. Tapi, bahkan hampir setengah peserta itu terjatuh karena aura itu. " Kata Frost dengan katekutan.


Karena saking ketakutannya Frost. Frost pun lupa dengan apa yang akan dia lakukan kepada Thunder.


"Yang mulia, apa aku harus menghentikan pertandingannya? " Tanya Silong sambil merendahkan punggungnya.


"Tidak, kita lihat saja dulu sampai ini selesai. Setelah ini selesai. Kau tahu apa yang harus kau lakukan kan?.. Silong!? " Jawab sang Ratu.


"Dimengerti yang mulia! " Ucap Silong sambil mengangkat punggungnya.


"I-itu benar-benar mengerikan! Apa itu berasal dari bocah itu? " Tanya peserta dengan ketakutan.


"Ya.Kau benar! " Jawab peserta lainnya


"Hei Bocah! Ayo kita bertarung! " Kata pria yang tadi sedikit ribut didepan gerbang istana dengan gadis kecil.


Thunder membalikan badannya dan menatap dengan tajam kepada pria itu.


"Baiklah.Aku terima tantangan mu itu! "


Disaat mereka berdua akan mulai bertarung.

__ADS_1


Boom!.. Carlos tiba-tiba saja ada di samping Thunder dan memukul pinggang Thunder dengan pedang yang masih dia sarung kan dan dilapisi oleh sihir. Ledakan terjadi saat Thunder terkena serangan itu. Dan Thunder terhempas dan menabrak dinding Pagar istana yang besar.


Semua orang terkejut dengan hal itu.


"Ohok! Ohok! " Thunder batuk darah.


Thunder kembali berdiri dengan agak sempoyongan.


"Apa-apaan kau ini? " Kata Thunder dengan lemas.


"Yang mulia. Apakah aku harus menghentikan Carlos? " Tanya Silong sambil menurunkan punggungnya.


"Tidak, tidak perlu. Aku ingin melihat, sudah seberapa kuat Silong itu sekarang. " Jawab Ratu


"Kau memang hebat! Siapa kau sebenarnya, anak kecil. Jika kau orang biasa, kau akan mati dengan serangan ku tadi. " Tanya Carlos.


"Aku hanyalah seorang anak yang sedang mengembara untuk mendapatkan sebuah kekuatan. " Jawab Thunder


Mendengar jawaban Thunder, Silong terlihat agak terkejut. Dan Ratu mengetahui hal itu dan bertanya.


"Ada apa Silong? "


"Tidak, tidak ada apa-apa, Ratu! " Jawab Silong.


"Baiklah kalau begitu. Aku akan percaya dengan apa yang kau katakan itu. Tapi, perjalanan mu akan berakhir disini. " Kata Carlos sambil tersenyum.


Carlos membuka sarung pedangnya.


Buush... Aliran sihir yang kuat muncul di sekeliling Carlos. Saking kuatnya aliran sihir yang dibuat oleh aliran sihir Carlos sampai membuat arena yang sedang dia pijak retak dan menjadi es.


Seluruh bola matanya berubah menjadi warna biru yang indah.


Dan Thunder juga mengeluarkan energi sihirnya. Aliran sihir cahaya mengelilingi tubuh Thunder.


"Heh!.. Cahaya kah? " Ucap Carlos dengan nada cemburu.


Semua peserta terpesona melihat kekuatan sihir kedua orang itu.


Di sebuah pohon yang tidak terlalu jauh dari istana. Alex yang sedang memakai sihir mata elang dan mengamati Thunder dari sana.


"Heh!.. Terlalu cepat untuk terpesona oleh itu. Meskipun aku juga terkejut dengan sihir cahayanya itu. Tapi dia masih belum mengeluarkan "itu" " Ucap Alex dengan nada sombong


Zrash... Suara mantel Thunder yang sobek. Empat pasang tulang berujung runcing muncul dari punggung Thunder.


Semua orang terlihat kaget dengan itu. Semua peserta termasuk orang-orang yang melihatnya bertanya-tanya apa yang muncul dari punggung Thunder itu.

__ADS_1


__ADS_2