Dua Saudara Iblis

Dua Saudara Iblis
Mengambil Buku


__ADS_3

Thunder lalu melepaskan kedua pedangnya yang tertancap di dada Izy. Lalu Izy pun terjatuh ke tanah. Dalam beberapa detik Thunder hanya terus memandangi Izy yang sudah tidak sadarkan diri.


Thunder pun melihat ke langit. Matanya menerawang jauh sangat jauh. Dibalik rambutnya yang lumayan panjang dan acak-acakan itu, terlihat di pipinya setetes air mata jatuh dari mata kirinya.


Thunder tidak mengusapnya. Thunder lalu melangkah kearah tubuh Alex yang hampir seluruh tubuhnya tertutupi oleh salju.


Dia pun membangunkannya.


"Hei! Bangunlah! Lebih baik kita segera membawa buku harian Silong secepatnya! "


Ucap Thunder kepada Alex yang masih setengah sadar.


"Ah? Ya-yah! A-ayo! " Ucap Alex masih terlihat pusing


"Tapi, kau benar-benar kuat ya! Kau bahkan tidak terlihat ada luka mental ataupun luka fisik di tubuhmu ini setelah berada di tengah-tengah pertarungan antara keinginan membunuh. " Ucap Thunder


"Oh ya! Aku pingsan karena termakan oleh aura membunuhmu, SIALAN! " Alex yang terlihat sedang pusing langsung menjadi marah.


"Yah tapi kau benar, aku pikir pusat sihir ku akan hancur karena aura membunuhmu tadi! Tapi, ini bahkan tidak meninggalkan apapun didalam tubuhku! " Ucap Alex sedikit kebingungan.


"Karena kau baik-baik saja lebih baik kita langsung ambil saja buku harian Silong saat berpetualang! " Ucap Thunder.


"Oh ya! Dimana si Tua Silong itu! Dan apa yang terjadi pada si Izy itu? " Ucap Alex


"Aku sudah mengalahkan Silong! Dan aku juga sudah membunuh sang Ratu dan si Frost itu! Dan karena itu juga energi sihir ku benar-benar terkuras habis! " Ucap Thunder


Mendengar itu Alex terlihat terkejut.


"Be-begitu yah.. Aku tidak percaya kau membunuhnya! " Alex terdengar sedikit sedih


"Ada apa? " Tanya Thunder


Alex hanya menggelengkan kepalanya dengan senyuman yang terlihat dipaksakan. Alex menghampiri tubuh Izy yang memakai topeng Ice Eagle.


"Apa kau sudah tahu bahwa sang Ratu Izy adalah Ice Eagle, wanita yang paling ingin kau bunuh? " Ucap Thunder


"Ya-yah, aku sudah tahu! " Ucap Alex terlihat sedih melihat tubuh Izy


"Kenapa kau? Kau terlihat sedih! Apa kau memiliki hubungan tertentu dengannya? " Tanya Thunder


Alex terdiam sebentar oleh pertanyaan dari Thunder.


"AKU TIDAKLAH BERSEDIH! " Alex berteriak


"Aku hanyalah kecewa karena dia tidak mati di tanganku. " Alex terlihat kesal


"Aku dan dia sebenarnya adalah saudara. " Ucap Alex

__ADS_1


Thunder terlihat terkejut dengan itu, lalu dia terlihat kesal. Disaat Alex ingin menceritakan lebih lanjut tentang kenapa dirinya bisa sampai ingin saling membunuh dengan saudara kandungnya sendiri. Thunder menyela perkataannya.


"Cukup disitu. Lebih baik kita langsung ambil buku harian milik ayahmu! " Ucap Thunder sambil melangkah ke dalam istana.


"Ah? Yah baiklah... " Ucap Alex kebingungan


"Ada apa dengannya? Apa ada kepribadian yang baru bangkit lagi? Dia benar-benar bersikap aneh! " Ucap Alex didalam hati. Alex pun mengikuti Thunder kedalam istana.


Sepanjang jalan istana, Thunder tidak berkata apapun. Hanya keheningan yang mengikuti mereka berdua. Thunder hanya selalu berbalik dan hanya bertanya kemana arah yang harus dilalui untuk ke perpustakaan istana.


Mereka pun sampai didalam perpustakaan istana.


"Jadi, dimana buku harian itu? " Tanya Thunder


"Tunggu sebentar. Aku akan mencarinya, kalau tidak salah buku itu disimpan didalam kotak dari kulit ular laut. "


Kata Alex sambil mencari.


Alex pun terus mencari kotak itu. Dia mencari di setiap sudut ruangan. Sedangkan Thunder membaca beberapa buku.


"Ah! Ini dia! Hei Thunder, cepat kesini. Aku sudah menemukannya! " Ucap Alex


Alex pun membawa kotak itu dan menunjukkannya kepada Thunder.


"Baiklah! Kalau begitu kita buka! " Ucap Thunder.


"Oke, sekarang kita sudah mendapatkan apa yang kita cari. Lebih baik kita langsung pergi saja. " Ucap Thunder.


"Tunggu! Aku juga ingin membacanya! Berikan padaku! " Ucap Alex.


Sambil berjalan Thunder melemparkan buku itu kebelakang kearah Alex. Alex pun menangkapnya dan membacanya.


"Wah! Ternyata ini memang benar. Thunder biarkan aku saja yang membawa buku ini! "


"Yah, lakukan apapun sesukamu. Asalkan aku bisa bertambah kuat! Apapun itu aku tidak peduli! " Ucap Thunder.


"Kau benar-benar dingin yah! " Ucap Alex sambil mengikutinya.


Didalam istana. Disebuah lorong terdapat sebuah kamar dan Thunder dan Alex sedang berjalan di sana untuk keluar dari dalam istana.


Tiba-tiba saja dari dalam kamar itu terdengar suara teriakan dan tangisan seorang gadis.


"Suara ini.. " Alex terlihat jijik saat mendengar suara itu.


"Sepertinya dia sedang menangis. " Ucap Alex


Thunder lalu menghampiri pintu kamar itu.

__ADS_1


"Apa yang akan kau lakukan? " Tanya Alex.


Buk! Thunder menendang pintu kamar itu hingga hancur. Karena kaget tangisan dari gadis didalam kamar itu berhenti.


"Permisi! " Ucap Thunder sambil masuk.


"Permisi! Bukankan kau sudah telat untuk mengatakan itu! " Gumam Alex.


"Si-siapa kau? " Tanya Lucy.


Lalu Lucu melihat kearah Alex.


"A-alex?! APA YANG KAU LAKUKAN DISINI! "


Tiba-tiba saja Lucy langsung marah.


"Sudah kuduga! Ternyata yang menangis itu kau yah, Lucy!? " Ucap Alex.


"Oh! Ternyata kau yah? Hah! Kau membuang-buang waktuku saja! Ayo Alex, kita keluar. " Ucap Thunder dengan wajah kecewa keluar dari kamar Lucy.


"Ternyata Kau? Apa kita pernah bertemu sebelumnya? " Tanya Lucy dengan tatapan yang sinis.


"Eh? Oh ya aku lupa, saat itu aku memakai topeng! Baiklah kalau begitu! "


Thunder lalu memunculkan sebuah topeng tulang dari tangannya. Lalu dia memakainya dan memperlihatkannya pada Lucy.


"Bagaimana? Apa kau ingat sekarang? "


"Ka-kau! Iblis yang waktu itu! "


Lucy langsung pingsan setelah mengatakan itu.


"Sepertinya dia benar-benar trauma terhadapmu Thunder! " Ucap Alex.


"Yah, siapa peduli! Lebih baik kita cepat cepat pergi. Disini aku sudah tidak memiliki urusan lagi soalnya! " Ucap Thunder sambil terus melangkah.


Mereka pun tiba di pintu istana. Diluar terlihat Silong sedang memeluk tubuh putrinya. Lalu Silong pun melihat kearah Thunder. Matanya terlihat memerah. Air matanya berubah menjadi darah yang mengalir dari matanya.


Bom! Tiba-tiba Silong langsung berada didepan Thunder dan langsung menendangnya dengan kekuatan penuh.


Thunder terhempas kembali kedalam istana.


"Sial! Sihir ku sudah benar-benar habis sekarang! Aku hanya bisa bertahan sekarang! " Ucap Thunder sambil menyekat darah yang keluar dari mulutnya.


Thunder bahkan baru saja berdiri lagi. Tapi Silong sudah ada disampingnya dan memotong tangan kanan Thunder dan kembali menendangnya dengan kekuatan yang kuat.


"Meskipun aku bisa tahu kemana dia akan kembali menyerang. Tapi tubuhku sudah tidak mampu untuk menahannya! "

__ADS_1


Bom! Tubuh Thunder yang terhempas, berhenti menabrak dinding istana.


__ADS_2