
"Kau! Bocah Sialan! " Teriak pria itu marah sambil mengarahkan telapak tangan kirinya kearah Darkness.
"Awas Darkness! Menyingkir lah dari sana! " Teriak Thunder memperingati Darkness.
Karena Darkness selalu percaya kepada adiknya, Darkness pun melangkah ke kanan seperti apa yang dikatakan oleh Thunder. Tiba-tiba saja lengan kiri Darkness langsung menghilang.
"A-apa? " Darkness bertanya-tanya kenapa lengan kirinya langsung lenyap begitu saja.
Di bagian lengan yang tidak ikut lenyap terus mengeluarkan darah.
"Apa yang baru saja kau lakukan? " Tanya Darkness sambil menahan rasa sakit yang begitu hebat dari lukanya.
"Cih! Aku pikir tadi kau akan langsung mati. Hebat juga kau bisa menyadarinya ya, meskipun kau hanya klon! " Ucap pria itu kepada Thunder.
"Aku bukanlah klon! Namaku Thunder Storm! Aku adik kembar dia. Meskipun namaku aneh, tapi aku bukanlah anak yang aneh! " Ucap Thunder memperkenalkan dirinya.
"Terserah mau kau adiknya atau apapun itu, lagipula aku tidak peduli! " Ucap pria itu sambil membawa kembali lengannya yang sudah terputus.
"Tapi,.. biar lebih enak lagi, lebih baik kalian memanggilku dengan namaku saja. Jangan cuma " Kau! ", " Kau! "-an saja! Namaku So! Hanya itu saja! " Pria itu memperkenalkan dirinya sambil menyambungkan kembali lengan kanannya.
"Wah! Sudah tersambung! " Ucap pria itu sambil menggerak-gerakkan tangan kanannya.
Darkness dan Liana terlihat terkejut.
"Monster! " Ucap Liana sambil terus mengobati Via.
"Hah? Aku ini Iblis bukanlah monster! Apa kau bodoh? " Ucap So kepada Liana.
"So! Kau sudah mencapai level berapa? " Tanya Thunder
"Hah? Level? Heh,.. sepertinya kau akan menjadi lawan yang menarik! " Ucap So seperti sudah menyadari sesuatu.
Liana langsung menghampiri Darkness dan langsung menghentikan pendarahan pada lengan Darkness.
"Hei! Lebih baik kau sembuhkan dulu Via! " Ucap Darkness
"Diam lah! Lagipula Via sudah aku hentikan pendarahannya. Sekarang lebih baik aku menghentikan pendarahan mu terlebih dahulu! " Ucap Liana
Jbus! So dan Thunder yang sedang saling berhadapan tiba-tiba memancarkan seluruh energi sihirnya. Meskipun energi sihir Thunder sangat deras, tapi energi sihir milik So lebih besar dan deras lagi.
"Kau, sudah mencapai Rank B- kan, So!? " Tanya Thunder
"Ya! Tapi sepertinya kau bahkan belum mencapai Rank C! Sepertinya ini hanya akan menjadi pertarungan yang singkat. " Ucap So
__ADS_1
"Level? Apa yang mereka maksud? Darkness apa kau mengerti apa yang mereka katakan? " Tanya Liana.
"Aku juga tidak tahu! " Jawab Darkness
Energi sihir mereka berdua pun mulai mengecil. Dan,..
Bom! Muncul ledakan yang lumayan besar di antara Thunder dan So. Hampir seluruh lantai yang ada di sekeliling Thunder hancur, hanya lantai yang sedang Thunder pijak saja yang tidak berubah. Tapi, tidak ada yang terjadi pada lantai yang ada di sekeliling So.
"Sudah kuduga dia juga bisa menggunakannya! " Ucap So di dalam hati.
"A-apa yang terjadi? Tiba-tiba saja ada sebuah ledakan energi sihir yang muncul? " Liana kebingungan dengan apa yang terjadi.
"Apa itu tadi? Padahal mereka berdua tidak melakukan apapun? Tapi kenapa ada sebuah ledakan yang terjadi? " Darkness juga terus bertanya-tanya kebingungan
"Disini sempit! Lebih baik kita lakukan saja diluar! " Thunder memberikan saran
"Ya! Buatlah pertarungan ini menjadi menarik, Thunder! " Ucap So dengan semangat.
Thunder langsung melompat keluar dan disusul oleh So. Karena ledakan energi sihir tadi para warga yang ada disekitar mulai menghampiri toko milik Via.
"Hei! Apa kalian tidak apa-apa? Apa yang terjadi disini? " Tanya seorang iblis menghampiri Darkness yang sedang di obati.
Darkness tidak menjawab apapun, Thunder hanya terus melihat kearah Thunder dan So tadi keluar. Para warga pun langsung membantu Ibu Via yang sedang tidak sadarkan diri.
......................
"Sepertinya disini juga tidak apa apa. " Ucap So.
"Yah! Lebih baik kita langsung lanjutkan saja! " Ucap Thunder.
"Ya! Kau benar! " Teriak So.
Bom! Bom! Bom! Ledakan sihir terus bermunculan. Thunder dan So terus beradu meriam sihir milik mereka. Meskipun meriam sihir Thunder lebih lemah dari pada milik So, tapi Thunder mampu mengimbangi Meriam Sihir milik So dengan terus menghindari dampak ledakan yang tersisa dari meriam sihir So.
"Ternyata kau lebih hebat dari dugaan ku! " Ucap So memuji Thunder.
"Jangan pernah menganggap ku remeh! " Ucap Thunder.
"Ya! Tapi bagaimana dengan ini? " Ucap So sambil mengulurkan kedua lengannya.
Tiba-tiba saja tanah dan rumput yang ada disekitar Thunder langsung lenyap.
"Tch! Sihir Ruang lagi! " Ucap Thunder didalam hati.
__ADS_1
Disaat Thunder sedang berusaha menghindari serang sihir Ruang milik So. Tiba-tiba Thunder langsung terjatuh.
"Ah! Sial aku malah terjatuh! " Ucap Thunder.
Disaat Thunder mencoba untuk kembali berdiri, Thunder langsung kembali jatuh.
Lalu, So terdengar sedang tertawa.
"Kakiku, sudah hilang. " Ucap Thunder sambil melihat kaki kirinya yang sudah tidak ada.
"Kau ternyata tidak terkejut. Aku pikir kau akan langsung terkejut dan histeris setelah melihat bagian tubuhmu hilang? Tapi ternyata tidak. Apa kau juga memiliki sihir Ruang sepertiku? " Tanya So.
Thunder tidak menjawabnya. Tapi Thunder masih mencoba untuk berdiri.
"Mana mungkin ya! " Gumam So menjawab pertanyaannya sendiri yang tadi diberikan kepada Thunder.
Disaat So sedang melangkah kearah Thunder.
Jleb! Tubuh So langsung ditusuk oleh tulang tulang milik Thunder yang langsung muncul dari bawah tanah.
"A-apa-apaan ini? Benda apa yang menusukku, dan juga ini ulah siapa? " So bertanya-tanya karena tiba-tiba saja ada serangan dari belakang yang menyebabkannya tidak bisa lagi bergerak karena ditusuk tepat di dada.
"Haha! Aku pikir kau tidak akan tertipu oleh hal seperti ini! " Ucap Thunder yang sedang berdiri dengan tegak tepat didepan So.
"Thunder!.. Apa yang sudah kau lakukan? " Tanya So.
Tulang-tulang yang menusuk So dari belakang pun menghilang.
"Mana mungkin aku memberitahu kan trik ku kepada musuh kan? Lagipula kau juga tidak akan mati, benarkan? " Ucap Thunder.
"Apa sebenarnya tadi itu? " So bertanya-tanya didalam hatinya. Lalu So yang menderita luka yang parah dan kehilangan banyak darah langsung kehilangan kesadarannya dan jatuh di hadapan Thunder.
"Aku benar-benar sudah meremehkannya. Thunder Storm. " Ucap So didalam hatinya sebelum kehilangan kesadarannya.
...----------------...
Di kota, di sebuah rumah sakit.
"Yo Darkness! Bagaimana dengan lengan kirimu? " Tanya Thunder.
"Yah, seperti yang kau lihat! Sepertinya aku harus membuat lengan buatan! " Jawab Darkness.
"Oh begitu! " Ucap Thunder sambil duduk di samping ranjang Darkness.
__ADS_1
"Bagaimana dengan pria bernama So itu? Apa kau mengalahkannya? " Tanya Darkness.
"Ah, maaf! Aku tidak dapat mengalahkannya, tapi dia langsung menghilang menggunakan sihir Ruang miliknya. Sihir Ruang itu sihir yang merepotkan! " Jawab Thunder sambil mengeluh.