
"Jangan bercanda! Bagaimana mungkin anak sepertimu memiliki kekuatan sebesar ini! "
"Yah, kau benar! Ini bukanlah kekuatanku, ini hanya sekadar pemberian seorang ayah,.. mungkin. "
"Lalu, bagaimana kau melakukannya bocah!? "
Thunder pun memperlihatkan mata sebelah kanannya. Bandit itu terkejut saat melihat mata sebelah kanannya.
"Kau!.. Kau bukanlah manusia kan? Sebenarnya, siapa kau ini? "
"Eh? Sepertinya kau tau banyak tentang mata ini! Katakan padaku! Apa saja yang kau ketahui tentang kekuatan mata kananku ini! "
"Tidak akan! Meskipun aku tahu! Aku tidak akan mengatakannya pada Iblis seperti dirimu! Dan juga, bukannya kau sudah bisa menggunakan kekuatannya!? "
"Ooh! Jadi kau tidak ingin mengatakannya kah? Dan juga, itu tadi bukan murni dari kekuatan mataku ini. Ini adalah Imajinasiku. Aku pikir jurus ini akan gagal. Tapi ternyata berhasil. "
"Jurus ini! Dia bilang hanya menggunakan imajinasinya. Dia pasti berbohong, tidak mungkin hanya dengan menggunakan imajinasi, dia bisa menciptakan jurus yang se mengerikan. Dia bukanlah iblis. Dia bahkan lebih buruk, dan mengerikan daripada Iblis. Dia adalah musuh dari segala mahkluk. Harus ada yang bisa menghentikannya. Jika tidak, dunia ini pasti akan hancur karena dirinya. "
Didalam pikirannya.
Thunder membalikkan badannya dan maju beberapa langkah. Sebuah tulang berujung runcing muncul dari punggungnya dan mengarah ke Bandit itu.
"Cepat katakan! Jika tidak, aku akan membunuhmu! "
"Hah? Bunuh saja aku! Lebih baik aku mati daripada membantu seekor Iblis kotor sepertimu! "
"Tch!.. "
__ADS_1
Tulang tulang yang muncul dari punggung Thunder menusuk tubuh Bandit itu. Bandit itu berteriak kesakitan, dan akhirnya mati di sana.
"Ahk... dimana aku? Apa aku berada di surga? "
"Yo! "
Seseorang menyapanya.
"Hah? Siapa? "
Bandit itu pun melihat kearah suara itu berasal. Bandit itu terkejut kembali. Dia melihat Thunder tepat didepannya.
"kenapa kau terkejut? Sudah kubilang ini adalah dunia tanpa waktu. Apa kau pikir kau akan bebas setelah aku bunuh? Tentu saja tidak! Cepat katakan! "
"Ti-tidak akan! "
"Hah!.. Hah!.. Hah!.. Ternyata cuma mimpi! "
Wajah Bandit itu penuh dengan keringat.
"Tidak! Itu bukan mimpi! "
"Hah? "
Wajah bandit itu menjadi pucat.
"Cepat katakan padaku! "
__ADS_1
"Ti-"
Belum selesai bandit itu bicara. Dia sudah dibunuh lagi oleh Thunder.
"Cepat katakan! "
"Ti-"
Bandit itu terus dibunuh. Setelah dia dibunuh untuk yang kesekian kalinya. Akhirnya dia menyerah.
"Baiklah! Aku menyerah! Ampuni aku, aku mohon! "
"Cepat katakan padaku! Semua yang kau ketahui tentang kekuatan dari mata kananku ini. "
"Ba-baiklah."
Bandit itu mulai menceritakan tentang kekuatan dari mata sebelah kanannya itu.
"Dengarkan aku baik-baik. Aku pikir cerita ini hanyalah sekadar bualan kakekku. Kakekku pernah menceritakan ini sebelumnya.
Dahulu, dunia ini tidak memiliki batas. Manusia, Peri, Iblis, Peri Hitam, para Penyihir, Dewa, Malaikat, semuanya. Mereka semua tinggal ditempat yang sama. Dunia ini sangatlah damai. Para Raja dari setiap mahkluk selalu mengadakan pertemuan untuk merayakan perdamaian.
Tapi, dibalik kedamaian itu, setiap pemimpin selalu merasa iri pada pemimpin lainnya. Lalu, di suatu pertemuan, akhirnya terjadi perdebatan diantara para pemimpin itu.
Para pemimpin saling menghina satu sama lain. Hingga akhirnya, semua pemimpin memutuskan untuk tidak akan pernah saling bertemu lagi. Mereka membangun dinding sihir dari setiap kerajaan.
Tetapi, para Iblis dan Dewa saling memperebutkan tanah mereka. Para dewa ingin mendapatkan kekuasaan di dunia bawah, begitu juga sebaliknya.
__ADS_1
Hingga akhirnya, terjadilah perang diantara pemimpin terkuat itu. "