Emergency Bed Tuan Muda Kato

Emergency Bed Tuan Muda Kato
bab 11


__ADS_3

"Akh!" Teriakkan kesakitan seorang wanita terdengar nyaring di sebuah kamar remang, di ruangan seorang pemimpin perusahaan agensi.


Suara kesakitan lepas saat sesuatu benda, menembus pusat inti tubuh secara paksa.


Suara teriak kan kesakitan antara merasa sakit pada inti tubuhnya dan juga kehancuran hidupnya.


Saat sesuatu yang paling berharga yang ia memiliki direbut paksa oleh, sosok pria yang selama ini ia cintai dalam diam.


Sebuah teriak yang bersamaan dengan suara gertakan dari atas langit, yang menjadi saksi kehancuran wanita malang itu.


Air matanya luruh dengan bersamaan hujan turun, ia terisak menahan rasa sakit dan juga menangis dirinya yang hancur.


Malam ini ia mendapatkan luka hati dan fisik secara tak terduga. kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam dirinya, membuat hidup Lolly hancur lebur.


Tubuh Lolly kini polos tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya, setelah dirobek paksa oleh Lion.


Wajahnya pun terdapat bekas tamparan dan terdapat luka kecil di sudut bibirnya.


Lolly mendapatkan tamparan itu, saat berusaha melawan dengan mencaci maki Lion juga berusaha lepas dari Kungkungan pria di atasnya yang terus berpacu.


Kini wanita itu, hanya terdiam bagaikan patung, dengan tatapan kosong mengarah ke samping.


Menatap deras hujan turun membasahi kota Los Angeles, yang menjadi saksi kehancurannya malam ini.


Suara petir menyambar, seakan-akan menjadi alarm kehancurannya.


Lolly tak sedikitpun menatap wajah pria yang berada di atasnya, ia terus menatap ke arah samping dengan air mata terus mengalir dalam kediamannya.


Tiada kenikmatan yang dirasakan Lolly, yang ada hanya rasa sakit dan perih, apalagi jiwanya yang paling terluka malam ini.


Kini ia hanya bisa pasrah dengan kedua tangan menggenggam kuat ujung bantal yang berada di atas kepalanya.


Diam dengan tatapan kosong sambil menangisi hidup nya yang telah dihancurkan oleh pria pemilik hatinya itu.


Lolly tidak memperdulikan tatapan Lion yang terlihat menikmati perbuatannya. Pria itu terus berpacu di bawah pusat tubuh Lolly dengan bringasnya.


Mimik wajah puas dan penuh kenikmatan Lion tampilkan kepada Lolly.


Ia begitu menikmati penyatuan paksa itu dengan beberapa kali terdengar erangan nya juga desaaha nikmat.


Lion terus menatap wajah menyedihkan Lolly dengan terus bergerak tak menentu, sesekali, pria itu menciumi wajah, bibir dan juga dua benda berharga Lolly yang ranum.


Lion begitu puas dengan penyatuan nikmat yang dirasakannya, dia tidak mengetahui, kalau dirinya sudah menghancurkan kehidupan seorang wanita.


Lion semakin menggila ketika mendengar desisan kesakitan Lolly dan isakan tertahan wanita di bawahnya.


Tanpa memperdulikan wajah Lolly yang terluka dan penuh kesedihan.

__ADS_1


Mata mereka kini beradu dalam diam, Lion dengan tatapan laparnya, sedangkan Lolly dengan tatapan terluka.


"Kenapa, anda melakukan ini kepada, saya?" Gumam Lolly. Mata berkilau oleh genangan air mata itu, ia sorotkan kepada Lion.


"Kau, begitu nikmat," racau Lion yang terus berpacu.


"Apa salahku?" Lirih Lolly dengan nada putus asa.


Lion tidak menjawab yang kini sibuk menciumi tubuh mungil Lolly, dengan naafsu.


"Saya, membenci anda, tuan. Sangat, membenci anda," gumamnya sambil menatap benci Lion.


"Akh!" Lion terdengar terpekik nikmat saat, mendapatkan pelepasannya. Sejurus kemudian tubuhnya tumbang di atas, tubuh Lolly yang sejak tadi hanya terdiam membisu.


_____


Terdengar tangisan tertahan di balik kamar mandi di ruangan istirahat ceo agensi light Hugo.


Lolly kini terduduk di lantai kamar mandi dengan memeluk kedua kakinya di bawah guyuran air shower.


Menangis kehancurannya malam ini, yang meninggal luka fisik dan hati paling dalam.


Mungkin ia akan merasakan trauma, bila berdekatan dengan lelaki yang sudah merebut paksa kehormatannya.


Wanita mana yang tidak terluka, saat kesuciannya diambil paksa dengan kasar dan di anggap bagaikan wanita menghibur.


Ia merasa seperti wanita jaalang sungguh, saat Lion menyentuhnya berulang kali dan ia hanya pasrah bagaikan sebuah boneka.


"Aku, hancur. Diri ini sudah ternodai. aku, … tidak pantas menjadi seorang kakak yang baik untuk adik-adik ku. Aku … wanita kotor. aku, wanita pendosa," lirih Lolly dengan suara tangisan histeris penuh luka.


"AKU HANCUR TUHAN!" Teriak Lolly penuh keputusasaan.


Lolly terlihat menggosok kasar tubuhnya yang terdapat jejak cumbuan Lion. Tubuhnya bahkan lecet terkena kukunya sendiri.


Lolly bahkan memukuli kepalanya sendiri dan menyumpahi dirinya juga memaki dirinya sendiri, karena tidak bisa lepas dari jerat paksaan tuan muda Kato.


______


1 jam kemudian, wanita yang berada di kamar mandi itu, keluar dengan langkah tertatih dengan wajah memutih pucat.


Lolly keluar dengan keadaan polos, yang masih menampilkan tatapan kosongnya.


Ia melirik Lion yang begitu damai dalam tidurnya, seakan ia merasa puas atas apa yang ia lakukan kepadanya.


Lolly menyeret langkahnya menuju arah lemari pakaian Lion.


Ia menarik sebuah kemeja hitam dan mengenakannya.

__ADS_1


Tidak mungkin Lolly mengenakan kembali pakaiannya yang kini terkoyak dan bawahnya pun ikut terkoyak oleh keberingasan Lion


Setelah mengenakan pakaian, Lolly menatap sejenak wajah puas Lion dengan tatapan kecewa.


Entah mengapa setiap melihat Lion ada perasaan takut dalam dirinya, namun perasaan kecewa yang lebih besar menguasai.


"Anda yang memaksa saya, untuk membenci anda, tuan," gumamnya yang diiringi tatapan kecewa.


"Sekarang, waktunya saya mengikuti raga ini, untuk membenci, anda."


"Meskipun, dalam hati masih tersimpan nama anda dengan hiasan cinta indah. Tapi — raga ini sungguh terlalu sakit." Lolly masih terus menggumam dengan tangisan lirih.


"Saya berharap, setelah ini kita tidak berhubungan lagi. Saya, menganggap ini semua hanya lah, keberuntungan untuk, anda." Sambungnya lagi.


"Selamat tinggal." Setelah menyampaikan berkata terakhir, Lolly berjalan keluar dari kamar istirahat Lion.


Membawa luka hatinya dan juga kehancurannya.


Langkah tertatih dengan tangisan lirih, terus menemani perjalanan Lolly, hingga tiba di kediamannya yang sederhana.


Lolly membuka perlahan pintu rumahnya. Hal pertama yang menyambutnya adalah, keadaan rumah yang sudah gelap dan sunyi.


Itu karena ini sudah memasuki waktu pagi buta, jarum pendek jam di dinding rumah Lolly saja menunjuk angka 2.


Berarti Lolly melewati hari kemarin penuh dengan drama dan luka yang berakhir kehancuran.


Lolly membuka satu persatu kamar yang berada di lantai dua, yang merupakan lamar adik-adiknya.


Lolly menatap satu persatu wajah terlelap sang adik dan meninggalkan kecupan kehangatan di pelipis adik-adiknya.


Ingin rasanya ia bersikap egois, meninggalkan kedua adiknya dan juga sang ibu, untuk menenangkan dirinya.


Tapi … itu tidak mungkin ia lakukan, karena kedua adiknya sangat tergantung dengannya.


Apalagi sang ibu masih dalam keadaan koma di rumah sakit pun membutuhkan biaya banyak.


Lolly kembali luruh di lantai kamar tidurnya dan mulai menangis lagi.


Lolly harus berpikir panjang setelah mengambil keputusan untuk meninggalkan perusahaan agensi light Hugo.


Tidak mungkin ia menelantarkan kedua adiknya dan juga sang ibu.


Haruskah ia berkorban lagi? Dan melawan rasa sakit dan traumanya setiap berhadapan dengan Lion?


"OH Tuhan, kenapa hidupku begitu menyedihkan." Lolly terus mengeluarkan tangisan kesedihannya sepanjang malam di dalam kamar.


Sebagai tulang punggung keluarga, ia tidak boleh egois dan lemah. Biarkanlah dia bertahan dalam ketakutannya.

__ADS_1


Ia rela, asalkan kehidupan kedua adiknya tak seburuk dengan kehidupannya. Dan, semoga ia masih bisa memberikan biaya pengobatan sang ibu.


__ADS_2