
Lion kembali merenggut bibir mungil merekah, Lolly. Menyesapnya dan ********** dengan tergesa-gesa. Emosinya terlihat, campur aduk. Saat mendengar segala ungkapan perasaan Lolly terhadapnya.
Pria berwajah rupawan itu, terus ******* bibir mungil Lolly dan mengabaikan rontakan wanita yang kini berada dalam kurungan tubuhnya kembali.
Sementara Lolly yang berada di balik tubuh kekar Lion, hanya bisa memukul-mukul dada keras pria itu dengan lemah. Itu dikarenakan, tenaganya habis terkuras oleh perlawanannya terhadap serangan Lion.
Nafas keduanya kembali terengah-engah, saat… tautan bibir keduanya terlepas. Lion melepaskan bibirnya di atas permukaan bibir Lolly, saat merasakan wanita mungil itu kehabisan nafas, tanpa — melepaskan kedua tangannya di pinggang dan tengkuk Lolly. Keningnya pun, masih menempel di kening Lolly. Hembusan nafas keduanya saling menyapa di atas permukaan wajah masing-masing. Hidung mancung keduanya pun kini saling bergesekan.
Lolly hanya bisa memejamkan matanya dengan — dada yang terlihat begitu berat dan menyesak. Wajah wanita itu juga tampak terlihat merah.
Lolly hanya bisa terdiam membisu, tenaganya sudah terkuras habis. Apalagi, pagi ini dirinya melupakan sarapan.
Lolly membuka matanya dan menatap nyalang ke arah Lion, saat merasakan tubuh mungilnya melayang ke udara. Ternyata… Lion menggendongnya untuk menuju kembali ke sofa.
"Tetaplah, disini!" Pinta Lion, sambil mengecup puncak kepala Lolly, sebelum pria itu berjalan ke arah meja kerjanya.
Lolly hanya bisa diam. Melawan pun tidak akan berguna, karena saat ini dirinya tidak bisa berbuat apa-apa
Lion terlihat menelpon seseorang melalui telepon yang berada di atas meja kerja mewahnya, dengan — tatapan terus, tertuju kepada Lolly.
"Saya, ingin dalam waktu 1 menit, pesanan saya sudah berada di ruangan, saya," ucap Lion melalui sambung telepon untuk memberikan perintah kepada seseorang di seberang sana.
__ADS_1
" …
"SAYA BILANG, SECEPATNYA!" Lion bahkan berteriak, menghardik seseorang di balik telepon tersebut.
" …
Tanpa menjawab, ucapan seseorang di seberang sana Lion lantas meletakkan kasar telepon tersebut. Segera pria itu mendekati Lolly kembali.
Pria dengan setelan rapi itu duduk di sebelah Lolly yang sedang dalam posisi setengah berbaring. Lion lebih mendekatkan tubuhnya yang begitu wangi maskulin itu, meraih tubuh mungil Lolly dan satu hentakan saja, tubuh Lolly sudah berada di atas pangkuan Lion. Pria arogan yang kini sedang berusaha mendapatkan maaf pun cinta wanita berwajah imut di depannya.
"Lepaskan, saya!" Pinta Lolly dengan nada lemas di atas pundak keras Lion.
Posisi wanita mungil itu duduk menyamping. Dan tuan muda Kato, melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping Lolly dengan begitu posesif.
Pria dengan senyum tampan itu, hanya bisa memamerkan seulas senyum tipis dengan sesekali, memberikan kecupan di puncak kepala Lolly dan pundak mungil wanita itu..
"Saya, tidak akan pernah melepaskanmu. Meskipun, kamu memilih mati, maka saya akan melakukan berbagai cara agar bisa melihatmu dan berada di sisimu," bisiknya di atas pundak Lolly sambil mengusap-usap rambut wanita itu.
"Anda, sudah gila!" Lolly masih mengeluarkan makian nya sambil meninju punggung kokoh Lion.
"Yah! Saya sudah gila. Dan — itu karenamu," bisik Lion kembali yang … tidak bosan-bosannya menciumi pundak mungil wanita yang sudah membuat dirinya menjadi sosok pria lain.
__ADS_1
"Saya membenci, anda," sahut Lolly geram dan meninggalkan tanda gigi di pundak keras Lion yang tertutupi pakaian bermerek.
"Hm!" Gumam Lion yang, berusaha menahan rasa sakit akibat gigitan kuat Lolly.
"Saya, membenci anda," ucap Lolly kembali. Kali ini, wanita itu memukuli punggung kekar Lion dengan tangisan kekesalan dan amarah.
"Saya, mencintaimu," sahut Lion, yang kini memberikan jarak di antara mereka.
Saling menatap dengan tatapan berbeda. Lion dengan penuh rasa cinta dan Lolly penuh benci juga amarah.
Lion hanya bisa tersenyum tipis saat, melihat wajah marah Lolly kepadanya, wajah marah yang terlihat menggemaskan, menurut Lion.
Pria itu tidak menanggapi tatapan permusuhan Lolly. Ia hanya sibuk menghapus lelehan air mata wanitanya yang sudah menjadi label miliknya.
Lion pun mengusap-usap lembut bibir Lolly yang sudah terlihat membengkak itu. Dan — memberikan kecupan manis sebelum menjauhkan jarinya di atas permukaan bibir Lolly.
Pria itu juga memberikan kecupan penuh cinta di seluruh permukaan wajah menggemaskan wanitanya yang terus melayangkan tatapan tajam.
"I love you! Meskipun, kamu mengabaikan perasaan cintaku, saya akan tetap mencintaimu dan — kamu akan tetap berada di sisiku. Selamanya."
"You crazy!"
__ADS_1
"Cup!"
"Meskipun, gila. Saya akan tetap mencintaimu."