Emergency Bed Tuan Muda Kato

Emergency Bed Tuan Muda Kato
bab 56


__ADS_3

Perusahaan agensi light Hugo


"Baby! I'm coming." Pekik lembut seorang pria dengan style modern. Wajah tampannya begitu mendambakan sosok wanita yang terus membuatnya kepikiran bila tidak melihat sosok wanita mungilnya walaupun hanya satu jam.


Sebab itu lah' Lion meninggalkan rapat penting di tengah-tengah pembahasan yang sangat menguntungkan. Namun, rasa rindunya kepada wanita imutnya itu, membuat Lion mengambil nyali untuk meninggal rapat tersebut.


Pria itu, tidak peduli sebanyak apa kerugian yang harus ia terima, atas keputusannya meninggalkan ruangan rapat di perusahaan salah satu kliennya. Bagi, Lion bertemu sosok wanita mungil kesayangannya lebih utama baginya saat ini.


Meskipun, Lion harus mendapatkan makian dari Nicko, sepupunya dan juga amukan dari kedua saudara kembarnya, Rose dan Sakura. Lion mengabaikan semua itu, dan segera melajukan kendaraan mobil mahalnya kembali ke perusahaan agensi light Hugo.




"Baby!" Panggilnya lagi dengan tersenyum bahagia, tapi… senyum kebahagian itu kini memudar dan berganti dengan raut wajah mengkerut heran.



"Baby love!" Panggil Lion yang mencari wanita mungil kesayangannya itu, kesegala penjuru isi ruangan mewah miliknya.



"Baby!" Panggil Lion di depan kamar mandi, sambil mengetuk pintu kamar mandi dengan wajah mulai panik, saat Indra pendengaran Lion menangkap kesunyian di dalam sana.



Dengan hati-hati, Lion mencoba membuka handle pintu kamar mandi itu, berharap wanitanya berada di dalam.



Keningnya mulai terlipat, saat pintu yang berusaha ia buka, dalam keadaan tidak terkunci.



"Baby!" Panggil pria itu lagi yang mengintip ke dalam kamar mandi.



"Baby love!" Seru Lion yang semakin panik saat tidak menemukan keberadaan, wanita mungil kesayangannya itu.



"Honey love!" Teriak Lion nyaring, sehingga terdengar sampai keluar ruangannya.



"Sayang!" Pekik Lion kembali sambil mencari bagaikan orang kehilangan kendali. Segala, bawah meja dan sofa pun tak luput dari pencarian pria itu, saking panik dan khawatirnya. Tidak menemukan, wanitanya.



Pikiran pria itu kini diliputi oleh rasa panik dan beranggapan yang tidak logis. Ia mulai berpikir, kalau wanitanya kini, sedang dalam bahaya, atau pergi jauh meninggalkannya. Yang … membuat Lion, mengerang frustasi, saat pikirannya kini mengarah ke hal yang membuat api cemburu buta membakar hatinya.



Pria itu pun meraih ponselnya yang berada di saku depan celana kain yang ia pakai. Menekan, nomor yang diberi nama, baby love.



Lion terus mencoba menghubungi nomor, Lolly. Tapi… tidak ada satupun jawab, padahal Lion sudah melakukan panggilan melebihi sepuluh kali panggilan.



"Sial! Kemana, kamu sayang," umpatnya pelan dan mengerang frustasi.


__ADS_1


Pria itu juga mengacak-ngacak seluruh isi ruangannya, karena rasa frustasi tidak bisa menemukan keberadaan wanita kesayangannya itu.



"Baby love, kamu dimana!" Teriak Lion kembali. Membuat, karyawannya terpengarah heran mendengar teriakkan stres tuan muda Kato.



"Tuan muda, kenapa?" Tanya salah satu karyawan.



"Entah! Sepertinya dia sedang mencari, Lolly," sahut yang lain.



"Bukankah, dia belum datang?"



"Hm!"



"Clek"



Di tengah percakapan karyawan, Lion keluar dengan penampilan berantakan dan wajah merah bercampur rasa panik.



Sontak saja semua karyawan yang ada di sana berdiri dengan wajah was-was, saat mendapatkan tatapan mata tajam dari tuan muda Kato.




Para karyawan pun terheran-heran dan saling melirik satu sama lainnya, dengan wajah kebingungan. "Siapa, wanita kesayangan, tuan muda Kato?" Batin salah satu karyawan dalam hati.



"KATAKAN! APA KALIAN MELIHAT WANITA MUNGIL KESAYANGANKU?! Hardik Lion.



"KATAKAN! Kali ini, Lion berteriak lantang. Membuat semua karyawan disana terloncat kaget.



"A-apa yang … anda maksud, nona, Lolly, tuan?" Tanya salah satu karyawan yang memberanikan diri untuk bertanya.



"Iya! Siapa lagi, wanita paling imut dan menggemaskan kalau bukan wanita kesayangan ku," jawab Lion ketus dan menerbitkan senyum tipis saat mengingat wajah menggemaskan Lolly.



"Dimana kamu, sayang," ucap Lion dalam hati. Dengan wajah lesu tidak bersemangat. Ia pun mencoba mengontrol perasaan paniknya dan mencoba berpikir jernih.



"Sepertinya, nona Lolly belum datang, tuan," timpal karyawan yang tadi.


__ADS_1


Lion pun mengangkat pandangannya dan menatap karyawannya itu, dengan wajah mengkerut penasaran dan heran.



"Belum datang?! Cicit Lion.



"Dia, belum tiba di sini?" Tanya Lion dengan wajah penuh keingintahuan.



"Iya, tuan,"



"Benarkah?! Tanya Lion tidak percaya. Tidak biasanya, wanitanya itu datang terlambat.



"Benar, tuan,"



"Kemana dia? Tidak, biasanya dia seperti ini," Lion berkata lirih dan mencoba mencari letak keberadaan wanitanya melalui aplikasi lacak.



Yah, Lion baru ingat, kalau dirinya sudah melacak ponsel milik Lolly, agar dia bisa mengetahui keberadaan wanitanya itu, dimanapun dan kapanpun.



"Rumah sakit?" Gumam Lion, saat melihat titik merah keberadaan ponsel Lolly.



"Apa, … tidak!" Pikiran buruk pria itu pun kini mulai menguasainya.



"TIDAK! BABY! sentak Lion nyaring, dengan wajah panik pun khawatir.



Membuat semua karyawan terkejut dan ikut merasakan kepanikan.



Lion kini, sudah berlari kencang menuju pintu lift dengan wajah khawatir, dan terus melihat ke arah ponselnya.



"Tidak! Jangan, sampai dia kenapa-kenapa, Tuhan," batin Lion.



mampir kedua karya Uma yuk☺️



![](contribute/fiction/5204450/markdown/13754687/1660525887682.jpg)



![](contribute/fiction/5204450/markdown/13754687/1660525887690.jpg)

__ADS_1


__ADS_2