Emergency Bed Tuan Muda Kato

Emergency Bed Tuan Muda Kato
bab 47


__ADS_3

"Minggir!" Sentak seorang wanita bertubuh langsing dan memiliki rambut pendek sedaun telinga itu, kepada, pria yang menutupi wajahnya dengan helm full face.


Lion, Lolly dan bryan tercengang dengan sikap, serampangan Sakura. Bryan sendiri terjungkal ke belakang, akibat dorongan kuat Sakura.


"OH Tuhan, akhirnya, aku menemukanmu sayang," sorak Sakura dengan wajah berseri bahagia. Sambil memeluk posesif kepada motor besar hitam Bryan.


"Apa, kamu tahu? Aku, langsung tergila-gila padamu, saat pertama kali melihat mu, sayang," Seloroh wanita berwajah oriental itu sambil, menelisik tunggangan mewah, pria yang mengenakan helm full face di belakangnya.


"Tapi, lihatlah! Kita dipertemukan lagi," sorak Sakura begitu bahagia, sambil mengecupi, body motor mewah itu.


"Akhirnya kita berjodoh! Dan — doa ku terkabul, untuk bisa bertemu lagi denganmu," celetuk wanita bertubuh langsing itu.


"Bahagianya," lagi. Wanita itu, masih menyuarakan kebahagiaannya dengan terus mengelus body motor mewah itu dan menciuminya.


Kembali, ketiga orang yang berada di dekatnya, melongo tak percaya, dengan apa yang mereka lihat. Seorang, wanita berkelas dan dari keluarga konglomerat terpandang itu, bertingkah aneh. 


Seakan mengalami, gangguan kejiwaan. Berbicara dengan hati bahagia kepada motor, yang notabene nya adalah sebuah benda mati.


"Sejak, kapan saudaraku menjadi seperti ini?" Gumam Lion, menatap nanar kepada saudaranya.


"Astaga! Ternyata, nona muda Sakura, begitu tertekan." Batin Lolly pun menatap Sakura nanar.


Tapi, tidak dengan pria bersetelan serba hitam dan wajahnya ditutupi helm full face nya, mendekati Sakura, lalu menyentakkan tubuh ramping wanita itu, hingga Sakura menjauh dari motor mewah milik Bryan.


"Menjauhlah, dari motor saya, nona," tegur Bryan dengan nada suara tidak suka kepada Sakura yang begitu lancang menyentuh benda kesayangannya.

__ADS_1


Bryan, mengusap-usap body motornya yang terdapat bekas sentuhan Sakura.


"Jadi, ini motor anda, tuan?" Tanya Sakura antusias.


"Menurut anda?" Tanya balik pria yang memiliki tubuh tinggi atletis itu dengan sinis.


Sembari, menghalangi Sakura yang masih ingin menyentuh motor kesayang Bryan, yang harganya sangat wow.


Lolly dan Lion hanya bisa menjadi penonton perdebatan keduanya. Namun tiba-tiba, pergelangan tangan Lolly terasa hangat di dalam genggaman tangan kekar.


Lolly memandangi telapak tangannya yang kini berada di genggaman Lion kembali, dan ia merasa tertarik oleh genggaman tangan kekar tersebut.


"Sebaiknya, kita segera ke atas!" Ajak Lion, tanpa memperdulikan wajah kesal Lolly.




"Duduklah!" Lion membawa Lolly langsung ke ruangannya dan mendudukkan wanita berwajah imut itu di sofa yang terdapat di ruangannya.



"Saya, akan kembali keruangan, sebelah," tolak Lolly yang segera berdiri dan berjalan mendekati pintu ruangannya.


__ADS_1


Ia tidak mengerti dengan cara pikir Lion yang sangat semena-mena terhadapnya. Apa dia pikir dirinya sudah memaafkan pria arogan ini?



Tentu saja tidak. Karena tidak semudah itu, melupakan luka dan hidup hancur yang ia lalui akhir-akhir ini. Yang — diakibatkan oleh keegoisan sosok pria di depannya.



"Tetaplah, disini." Perintah Lion.



"Tidak! Terimakasih," tolak Lolly dengan wajah datar.



"Saya, katakan, tetaplah disini!" Hardik Lion yang tidak terima, perkataannya di tentang.



"Apa mau … anda tuan?! Tanya Lolly dengan sengit dan tatapan penuh luka juga dendam.



"Anda, tidak punya hak atas urusan pribadi saya dan urusan saya di luar jam bekerja." Sentak Lolly love yang kini menatap penuh dendam ke arah Lion.

__ADS_1


__ADS_2