Emergency Bed Tuan Muda Kato

Emergency Bed Tuan Muda Kato
bab 53


__ADS_3

"A-apa ini!" Seru Lolly terkejut, saat melihat meja kerjanya sudah berpindah di ruangan Ceo dan berada tepat di sebelah meja — Lion.


Lion yang sedang fokus menata meja kerja pujaan hatinya berpaling dan menerbitkan senyum tipisnya. Sembari, mendekat ke arah Lolly.


"Apa, kamu menyukainya?" Tanya Lion yang kini berada tepat di belakang wanita mungil itu. Membungkukkan setengah badannya, kedua lengan kekar pria itu menyusutkan di kedua sisi pinggang ramping Lolly, memeluk tubuh mungil itu dari belakang dan dagu Lion bertengger di bahu Lolly.


"Apa, anda sedang kurang sehat? Atau… anda sudah benar-benar kehilangan akal?" Cerca sengit Lolly yang menolehkan wajahnya ke samping, pas berhadapan dengan wajah Lion.


"Cup!" Tentu saja, pria bertubuh atletis itu tidak meninggalkan kesempatan untuk mengecup sekilas bibir merengut Lolly.


"Yes, aku kurang sehat. Lebih tepatnya, kurang perhatian darimu," seloroh Lion asal.


"Ck! Dasar, tidak waras," sungut Lolly yang melepaskan paksa rangkulan posesif Lion kepadanya.


"Kamu, mau kemana, baby?" Lion menarik, kembali tubuh Lolly kedalam pelukannya dan mengurung wanitanya itu.


"Lepaskan, tuan." Pinta Lolly dengan ekspresi wajah jengah.


"No!" Tolak Lion, yang semakin mengeratkan pelukannya.


"Tuan!


"Shut! Bisakah, kamu tidak berbicara terlalu formal kepada ku? Agar, kita terbiasa bicara dengan nyaman," pinta Lion, memotong ucapan Lolly. Sambil membalikkan tubuh gadis itu.


"Berbicaralah, kepadaku, layaknya sepasang kekasih," terang Lion kembali, sambil memandangi wajah muak Lolly.

__ADS_1


"Tidak! Karena, kita bukanlah sepasang kekasih," ketus Lolly menolak.


Lion semakin menempelkan, tubuh mereka dengan wajah menunduk. Pria itu berbisik di telinga — Lolly.


"Kalau, begitu menikahlah denganku," timpal Lion. Membuat wanita mungil di hadapannya melongo tidak percaya, atas apa yang pria tinggi menjulang ini utarakan.


"Sepertinya, anda tidak baik-baik, saja." Sela Lolly, yang menatap Lion semakin jengah.


"Saya, sarankan. Anda, harus kerumah sakit. Untuk memeriksa kesehatan jiwa anda," Seloroh Lolly sengit.


Lion bukannya, marah mendengar perkataan Lolly, pria yang terkenal arogan itu, malah — semakin gemas kepada wanita mungilnya.


"Yap! Jiwaku, memang tidak baik-baik saja, itu — karena mu," bisik Lion di atas puncak kepala Lolly.


"Menyingkirlah, tuan. Biarkan saya bekerja," ketus Lolly kembali dan memaksa Lion melepaskannya.


Lion pun akhirnya melepaskan wanitanya, yang kini sedang duduk di meja kerja wanita mungilnya itu.


Pria dengan setelan jas berwarna hitam itu, mengikuti Lolly, duduk di kursi kebesarannya yang berada tepat di samping wanitanya, tanpa jarak sedikitpun.


Lolly hanya melirik sinis menggunakan ekor matanya, saat melihat sosok Lion duduk dengan wajah puas.


Wanita itu, kembali berdecak kesal dan raut wajahnya kembali jengah, saat — Lion meraih sebelah telapak tangannya. Pria itu bahkan mengikat genggaman tangan mereka menggunakan dasinya.


Lolly hanya bisa melongo dengan mulut terbuka dan mata melotot tajam ke arah genggam tangan mereka yang kini di lilit oleh dasi.

__ADS_1


"Really?!


"Yes! Aku, akan merasa nyaman seperti, ini."


"Anda, memang sudah gila."


"Tidak mengapa, yang terpenting gila karenamu, baby."


"OH Tuhan! Selamatkan aku dari tingkah konyol pria, sialan ini," doa Lolly dalam hati sambil mengumpat pria di sampingnya.


Lion terus memperlihatkan, senyum penuh kemenangan dan juga rasa bahagia. Bisa menekan Lolly, agar selalu berada disisinya.


Pria itu pun, bekerja. Sambil sebelah tangannya menggenggam telapak tangan kecil Lolly yang berada di telapak tangan besar lembutnya.


Sesekali, pria itu, terlihat mengecup telapak tangan putih Lolly dengan perasaan hangat. Menolehkan wajahnya, dimana — Lolly terlihat serius memeriksa sesuatu di dalam komputer kerjanya. Meskipun, wanitanya itu, terlihat tidak nyaman.


"I love you, baby," bisik Lion tepat di pipi kenyal Lolly. Meninggalkan kecupan berulang-ulang di pipi wanitanya yang begitu lembut dan kenyal. Yang hanya dioles make up natural.


"Crazy!" Sungut Lolly pelan, sambil menghapus bekas ciuman bibir Lion di pipi putihnya. Tapi, pria itu terus mengulanginya dan Lolly pun terus menghapusnya.


"ADEH! AKU YANG BAPER." Keluh si author.



__ADS_1


__ADS_2