Emergency Bed Tuan Muda Kato

Emergency Bed Tuan Muda Kato
bab 37


__ADS_3

"SAKURA!"


"Bugh"


"Hg" suara keras terjatuh dan lenguhan kesakitan terdengar dari balik sofa panjang yang ada, di ruangan Ceo. Gadis yang begitu terlelap dari tidur paginya, harus terganggu oleh suara pekikan nyaring.


Wanita bertubuh mungil itu, bangkit dengan mata mengantuk dan mendengus kesal, saat menyadari keberadaan saudara kembarnya.


"Ck! Pengganggu," cibir wanita berwajah cantik khas wanita Jepang itu. Melanjutkan tidurnya di sofa mewah, tanpa, menghiraukan tatapan kesal Lion.


"Sakura!" Sentak Lion sekali lagi dengan wajah kesalnya. Ia melangkah mendekati, Sakura, meraih tangan saudaranya itu, lalu menariknya kuat.


"Argh! Sakit, sialan," bentak Sakura dengan mata yang masih terpejam.


"Apa, yang kamu lakukan di ruangan ku, Sakura!" Geram Lion.


Wanita berambut pendek layaknya seorang pria itu, membuka matanya dengan terpaksa dengan dahi mengkerut.


"Ruangan mu?! Tanya yakin.


Mata wanita berusia 28 tahun itu, begitu berat untuk terbuka lebar, tidak hentinya ia menguap lebar, cuek dengan wajah jijik Lion.


"Ini ruangan ku, Sakura light Kato," ujar Lion dengan geram. Ia bahkan mengepalkan tangannya sendiri di depan wajah tampannya.


"Cih! Itu dulu. Sekarang, ini menjadi milikku," sahutnya sinis dan menjatuhkan kembali di sofa.


Lion semakin geram melihat tingkah saudara kembarnya yang satu ini. Wanita yang sangat cuek dan bertindak semaunya sendiri.


Seperti sekarang, ruangannya begitu terlihat berantakan. Terdapat, perlengkapan alat-alat mekanik dan sebuah kerangka motor.


Membuat Lion hanya bisa menahan rasa kesalnya. Melihat, ruangan kesayangannya begitu berantakan layaknya gudang.

__ADS_1


"Sa-ku-ra!" Erang Lion dengan suara tekanan.


"Shut! Berisik." Wanita itu hanya berdesis tidak acuh dan melanjutkan tidurnya, dengan posisi tengkurap.


Lion meraup wajahnya sendiri kasar dan mengeluarkan amarah tertahannya dengan mengerang frustasi.


Ia mendekati meja kerjanya, meraih telepon yang terdapat di atas meja, menekan sebuah tombol khusus, untuk memanggil para karyawan di bagian kebersihan.


Lion menjatuhkan, tubuh tingginya di kursi kebesarannya sambil memijat kepalanya. Sekali lagi ia, menelisik keadaan ruangannya yang begitu sangat berantakan.


"Apakah, ia ingin merubah ruangan mewah ini, menjadi bengkel," sungutnya dengan mata mendelik ke arah Sakura yang begitu pulasnya tidur.


Pria itu lalu menekan meraih remote kecil di lacinya dan menekan tombol hijau, dengan mata tajamnya tertuju kepada tirai penghalang untuk kaca besar yang menjadi dinding ruangannya.


Lion kini memusatkan perhatiannya kepada, sosok bertubuh mungil dengan rambut panjang terurai indah, pun, wajah yang terlihat begitu imut mempesona. Pria itu menopang dagu kokohnya di atas telapak tangannya yang bertumpuk di meja. Mengawasi gerak-gerik Lolly yang sedang berbincang-bincang dengan beberapa karyawan lain.


Kadang wanita imut itu terlihat tersenyum, kadang juga terlihat marah dan kadang terlihat berpikir. Yang membuat tingkat keimutan wanita itu bertambah, dan membuat Lion tidak dapat memalingkan wajahnya.


Tanpa Lion, sadari sebuah senyum lebar terlukis di wajahnya yang begitu tampan. Ia begitu menikmati pemandangan wajah cantik nan imut milik wanita yang sedang kesal di sebelah ruangannya.


Namun sayang, suasana kekaguman itu harus terganggu oleh dorongan kuat dari saudara kembarnya.


"Minggir!" Sentak Sakura kasar, yang mendorong kuat tubuh kekar Lion sampai pria tampan itu terjatuh.


"Ahk! Sakura. Apa yang kamu lakukan," pekik Lion sembari bangkit dari jatuhnya.


"Mendorongmu," jawab Sakura cuek. Wanita berwajah cantik itu hanya tersenyum sinis kepada Lion. Tanpa merasa bersalah.


Lion pun bangkit dan mendekat kepada Sakura, pria itu kini berdiri di samping saudara kembarnya yang memiliki tingkah absurd yang sangat aneh. Wanita bertubuh mungil, yang sangat menyukai dunia menantang, seperti mengoleksi beberapa motor besar dan merakitnya sendiri sesuai keinginannya.


Lion terus menyipitkan matanya yang memang sudah sipit semakin menyipit. Melihat layar laptopnya yang digunakan saudaranya, melihat beberapa desain motor.

__ADS_1


Lion semakin mendekati layar laptopnya dengan mata lekat kepada jejeran angka yang tertulis di katalog sebuah motor besar.


"WHAT! YOU ARE CRAZY! Pekik Lion syok.


Sakura menjauhkan wajahnya dari Lion, saat telinganya tiba-tiba mendengung. Ia menatap sinis kepada Lion sambil — mengusap telinganya.


"Kamu, membelinya dan merusaknya? Apa, kamu sudah gila!" Pekik Lion sekali lagi dengan nada tidak percaya, menatap layar laptopnya bergantian dengan motor mewah di ruangannya yang sudah tidak berbentuk.


"Cih! Bukan urusanmu," cibir Sakura menyahut.


Wanita itu terus menyibukkan jari-jarinya di atas jajaran tombol laptop. Dengan mata sipitnya yang begitu lekat memandangi rangkai desain motor.


"Obsesi mu terlalu mengerikan," ketus Lion yang mengikuti arah pandang Sakura dan sesekali melirik Lolly yang sedang fokus di depan layar komputer.


"Bagaimana kalau, … mommy Tah —"


"Maka, aku akan menghajarmu," ancam Sakura memotong perkataan Lion sambil, menjepit bibir tebal saudaranya itu, menggunakan ibu jarinya dan telunjuknya.


Lion menyingkirkan jari Sakura kasar, dan mengusap bibirnya dengan tatapan kesal ia berikan kepada saudara kembarnya yang berpenampilan layaknya — bad girl.


Lion melirik ke sebelah ruangan di mana Lolly sedang, menerima sebuah buket bunga indah.


Pria dengan wajah tegas itu, berdiri tegak dan mengerutkan wajahnya, saat melihat ada begitu banyak buket bunga yang mengisi ruangan Lolly.


"Apa-apa ini!" Gumamnya geram, sambil melangkah ke arah pintu untuk menuju ruangan — Lolly.


Entah, mengapa hatinya begitu panas, saat melihat puluhan buket bunga dengan warna berbeda memenuhi ruangan kecil Lolly.


Sedangkan wanita itu, hanya terdiam dengan wajah bingungnya sambil, menghitung ribuan tangkai bunga mawar yang berada di hadapannya.


"Clek! Pintu ruangan Lolly terbuka, dan sekali lagi beberapa buket bunga mawar putih di antara oleh penjaga keamanan.

__ADS_1


"Apa-apa ini. Sejak kapan perusahaan ini menjadi taman bunga."


__ADS_2