
"Tidak! Dia harus ikut dengan, saya," suara pekikan Lion terdengar nyaring. Membuat, Lolly menutup telinganya.
"Anda, siapa tuan," tanya pria di depan Lion dengan nada menantang.
"Saya!" Lion menunjuk wajahnya dan menjawab pertanyaan pria tinggi di depannya dengan sengit. "S-saya…." Lion terbata, ia bingung harus mengatakan apa? Pria tampan di balik helm full face dan Lolly, menunggu jawaban Lion penasaran.
"Saya, pemimpin perusahaan dimana dia bekerja," jawab Lion dengan lantang dan lugas. Apa yang harus ia katakan? Haruskah, dia mengatakan— kalau, Lolly wanitanya?
Pikiran bingung Lion teralihkan, oleh kekehan mengejek dari balik helm full face pria itu.
"Apa, ada yang lucu?" Tanya Lion kesal.
Dia, sebisa mungkin menahan rasa kesalnya, sehingga membuat raut wajah pria bermata sipit itu merah, sampai di kedua telinganya.
"Cih! Anda, hanya seorang tuan muda. Jadi … anda tidak berhak mengetahui urusan di luar pekerjaan, karyawan anda," terang pria itu sinis.
"Jadi — bagaimana, sweetheart, apakah kamu mau sarapan bersamaku?" Ajak pria dengan wajah ditutupi helm full face tersebut.
Membuat tuan muda Kato, menjadi lebih geram dan terus terbakar api cemburu.
"Tidak! Bagaimanapun, dia tidak boleh ikut bersama anda. Ayo!" Sentak Lion dan meraih tangan Lolly untuk menariknya memasuki lobby perusahaan. Tapi … tiba-tiba telapak tangan kekar mencekal pergelangan tangan Lolly. Membuat langkah Lion dan Lolly terhenti.
"Lepaskan!" Pinta Lion dengan nada suara berat dan tatapan tajam.
"Tidak! Sebelum, dia ikut bersamaku," tolak pria itu dengan berdecak kesal.
"Lepas!
"Tidak!"
__ADS_1
"Hey… saya katakan lepaskan dia," teriak Lion, menarik kasar tangan wanitanya
"Anda, yang seharusnya melepaskan dia," teriak pria itu juga sambil menepis tangan Lion yang bertengger di telapak tangan Lolly.
Terjadilah, tarik-menarik diantara mereka, tanpa melihat wajah kebingungan dan kesakitan Lolly.
Lolly hanya bisa menatap para pria maskulin di kedua sisinya secara bergantian dan dengan mulut terbuka, wajah kebingungan.
Sedangkan, para karyawan yang bersembunyi merasa terkejut melihat Lolly diperebutkan oleh sosok pria-pria seksi dan hot.
Lion dan Bryan masih saling menatap dengan sengit, keduanya tidak mau mengalah, dan mengikuti egonya. Saling memandang permusuhan dan siap bersaing.
Namun, di tengah-tengah ketegangan di antara keduanya. Tiba-tiba, terdengar teriak histeris dari arah samping mereka bertiga.
Ketiganya, sontak bersamaan menoleh dengan wajah heran kepada sosok wanita yang begitu bahagia berlari ke arah mereka.
Lion, Lolly dan pria berhelm pun, ikut mengerutkan keningnya, mereka, saling melihat dengan mata menyipit.
Lion menatap pria itu, bertambah tajam, Lolly pun melayangkan tatapan heran kepada pria berhelm.
Sedangkan, yang di tatap hanya bisa menampilkan wajah bingungnya di balik helm mahalnya.
"HONEY?"
"Baby?" Lion dan Lolly, bersamaan bergumam dengan intonasi suara berbeda.
"Darling?"
"SWEETY!" Sela mereka berdua lagi bersamaan. Lolly yang tampak penasaran. Sedangkan Lion dengan nada suara geraman tertahan.
__ADS_1
"Anda, mengenal …."
"OH sayang!" Pekikan gembira, menjela ucapan Lion yang hanya bisa melongo, melihat saudara kembarnya makin mendekat, dengan merentangkan kedua tangannya, seakan ingin, memeluk seseorang.
Lion pun semakin menatap tajam, pria tinggi di depannya. Dia, berpikir. Kalau Sakura memiliki hubungan spesial dengan pria berwajah helm ini.
"STOP!" Lion maju dua langkah untuk menghalangi Sakura.
"Minggir! Kamu, mengganggu pemandangan kepada cinta pertamaku," sentak Sakura.
"Cinta pertama?" Gumam Lion dengan wajah tidak percaya.
"Bugh, akh!" Lion, meringis kesakitan, saat Sakura mendorongnya ke samping, saat Lion mencoba menghalangi jalan saudara kembarnya.
Lolly pun refleks menggeser tubuhnya ke samping, tanpa ada niat menolong, tuan mudanya.
"Sayang!" Sakura semakin mendekat, ke arah sosok pria berhelm itu. Pria itu pun hanya bisa kebingungan dan merasa heran dengan sosok wanita setengah jadi menurutnya.
"Siapa, yang dipanggil sayang?" Batin pria di balik helm full face nya.
"Saya?! Tunjukkan pada dirinya sendiri.
"OH … darling."
"Minggir!"
"Bugh"
"Akh! Dasar wanita setengah jadi."
__ADS_1