Emergency Bed Tuan Muda Kato

Emergency Bed Tuan Muda Kato
bab 19


__ADS_3

"Bugh, bugh, bugh."


"Dasar, pecundang sialan."


"Pengecut, bugh, bugh." Tiada hentinya wanita berpostur semampai itu, menghantam wajah saudara kembarnya. Belum lagi makian dan umpatan yang di layangkannya kepada saudara kembar laki-lakinya itu.


Sakura begitu geram dan marah, saat mengetahui kelakuan bejat saudaranya itu, apalagi, dia menyaksikan juga mendengar sendiri ucapan dan perlakuan Lion kepada seorang wanita lemah.


Sakura menjadi sangat geram, ketika Lion merendahkan martabat seorang wanita dan melakukan tindakan kasar.


Dirinya tidak menyangka, kalau sosok saudaranya itu begitu bejatnya dan begitu kejamnya terhadap seorang wanita dan begitu arogannya merendahkan martabat seseorang.


Sakura yang tidak sengaja, mendengar percakapan sang mommy dan orang suruhannya, tentang perbuatan bejat saudaranya itu.


Ia yang sangat membenci hal-hal yang seperti dilakukan sang saudara kembarnya. Ia sangat membencinya. Melakukan tindakan kekerasan satu hal yang sangat ia benci.


Segera saja wanita berpenampilan bagaikan bad girl itu menunggangi kuda besinya, ketempat Lolly.


Dengan bermodalkan komunikasi dari orang suruhan sang mommy, sakura dapat melihat sendiri sikap dan perilaku, saudara kembarnya itu.


Wanita berambut pendek di atas telinga itu, berada di atas perut keras Lion. Wajahnya masih terlihat geram, tangannya pun masih berada di kerah jas Lion, mencengkeramnya dengan kuat dan menghantamkan kepala belakang Lion kuat di atas lantai.


Sakura juga masih memberikan pukulan kuat di wajah saudaranya itu. Membuat pria bermata yang sama persis dengannya merintih kesakitan.


Lion tidak bisa berbuat apapun, apabila berhadapan dengan saudara kembarnya yang satu ini. Ia akan kalah telak, saat adu kekuatan.


Sakura merupakan sosok wanita tangguh seperti sang mommy. Meskipun wajah sang mommy tidak menurun kepadanya, tapi … soal kekuatan dan ketangguhan, maka sakura lah yang mewariskan sifat sang mommy.


Wajah sakura sendiri, sama persis dengan granny semasa muda. Mewarisi kecantikan seorang wanita khas Jepang.

__ADS_1


Sedangkan sifat bar-bar granny menurun kepada Daisy. Rose mewarisi sifat Arogan sang daddy dan Lily memiliki sifat lemah lembut dan baik hati. Sedangkan Lion … entahlah.


________________


Wajah Lion kini terlihat babak belur, dengan luka memar terdapat di wajah tampannya.


Ia sendiri begitu terkejut dengan kedatangan saudara kembarnya itu.


Lion hanya bisa pasrah menerima amukan mengerikan saudaranya. Apabila ia melawan, maka, saudara kembarnya satu ini, akan semakin gila. Mungkin jiwa lainnya akan bangkit, dan itu, membuat Lion bergidik ngeri.


"Brengsek. Aku, akan membunuhmu!" Pekik Sakura geram.


"H-hentikan! Sakura." Lion mencoba memberontak dan mengeluarkan suaranya, meskipun hanya suara lirihan yang diikuti ringisan kesakitan.


"Aku, tidak akan melepaskanmu, bajingan. Kau, sudah membuatku kecewa. Aku tidak menduga akan berubah sikapmu ini. Apa, ini karena wanita sialan, itu." Cerca Sakura dengan suara emosi tertahan.


"Cukup, Sakura!" Sentak Lion, yang kini mendorong kasar tubuh saudaranya itu dan bangkit terduduk dengan memasang wajah tidak suka akan ucapan terakhir Sakura.


"Itu yang aku rasakan sekarang. Saat, kau sudah berani menghina seseorang. Kemana Lion ku yang dulu, yang selalu menghargai dan menghormati seseorang. Mana Lion ku yang dulu, yang sangat menjunjung tinggi martabat seorang wanita dan tidak mudah dipengaruhi. MANA DAN KENAPA KAU, BEGITU KEJAM DAN BEJAT SEPERTI ITU, LION LIGHT KATO." Bentak Sakura dengan wajah suram.


"Sikap brengsek mu ini, sudah membuat kami semua kecewa," teriak Sakura lagi.


Lion hanya bisa menundukkan kepalanya dengan rasa penyesalan, karena sudah membuat keluarganya kecewa.


Niat hati ingin menyembunyikan ini, kepada keluarganya. Namun, semuanya gagal. Dirinya lupa tentang, sang mommy yang masih terus mengawasi gerak-geriknya.


Lion yakin, sebentar lagi, sang mommy pasti akan muncul. Mungkin seluruh keluarganya akan hadir.


"Bisakah, anda membawanya pergi!" Potong Liza jengah.

__ADS_1


Ia sejak tadi melihat amukan Sakura yang menghajar Lion hingga babak belur.


Liza sangat puas melihatnya, tapi … sang kakak masih terlihat ketakutan saat melihat sosok Lion, apalagi mendengar suara pria brengsek itu.


Ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada kakaknya itu. Apalagi, kondisi sang kakak terlihat sangat tidak baik-baik saja.


_____________


Sakura mengarahkan tatapannya kepada kakak -beradik itu, dengan tatapan sendu.


Netra coklat terang wanita itu kini, tertuju kepada sosok Lolly yang begitu terlihat ketakutan.


Wanita itu, merangkak, mendekati Lolly. Ia kini meraih telapak tangan lembab Lolly yang dibasahi oleh keringat dingin.


Ia menggenggam lembut telapak tangan Lolly dan menatap sendu wajah sembab Lolly yang bersandar di dada Liza. Masih terdengar sisa tangisan dan sesekali terdengar sesegukan.


"Maaf!" Lirih Sakura yang kini meraih tubuh Lolly yang sudah tak sadarkan diri.


"Kakak!" Pekik Liza cemas.


"Kakak. Bangun," pintanya dengan nada takut.


"Please, bangunlah." Racau Liza, saat tidak mendapatkan respon dari Lolly.


Sakura lantas memeriksa denyut nadi Lolly yang begitu lemah. Tidak ingin terjadi sesuatu kepada wanita itu, Sakura, memerintahkan Lion yang masih mematung di tempatnya, untuk membawa Lolly ke dalam mobil.


"Cepatlah, sialan," pekik Sakura.


Lion yang merasa bingung dan harus berbuat apa, karena Liza melarangnya untuk menyentuh kakaknya itu.

__ADS_1


Liza pun akhirnya menyerah, saat Sakura menghardiknya. Wanita itu, sangat mengkhawatirkan kondisi Lolly yang sangat serius.


__ADS_2