Emergency Bed Tuan Muda Kato

Emergency Bed Tuan Muda Kato
bab 49


__ADS_3

"Plak! Saya, membenci anda!" Terang Lolly dengan kedua kelopak matanya dipenuhi air mata. Tatapan, penuh kebencian dan rasa amarah yang sejak tadi di tahanannya.


Tautan bibir keduanya terlepas, saat, Lolly menggigit kuat bibir bagian bawah Lion, dan Lion refleks memberi jarak antara wajah keduanya.


Tidak lupa, wanita bertubuh mungil itu, memberikan satu tamparan keras di wajah Lion, yang hanya terdiam dengan wajah merah dan deru nafas tersengal-sengal.


Posisi Lion masih seperti — semula, yaitu menundukkan kepalanya. Menatap nanar wajah, wanita yang sudah mencuri separuh hatinya.


"Please! Jangan, pernah melakukan ini lagi kepada, saya. Dan — saya, mohon, jangan pernah mengganggu hidup saya lagi. Bersikap profesional lah' tuan, hubungan kita tidak lain hanya lah, staf dan atasan semata." Tanpa menatap wajah — Lion, Lolly mengeluarkan segala kata hatinya dan perasaan benci kepada Lion.


Setelah itu, Lolly memutar tubuhnya kesamping dan berjalan ke arah pintu ruangan Lion, dengan kedua kelopak matanya yang sudah dibanjiri air mata.


Pria yang memiliki punggung lebar dan kokoh itu, hanya bisa tercengang mendengar ucapan, wanita yang sudah dianggap sebagai miliknya itu, dengan wajah tidak, terima atas ucapan — Lolly barusan.


Lion mengepalkan kedua tangannya di kedua sisi tubuhnya, dengan wajah suram dan tatapan penuh amarah.


Lion tidak akan membiarkan, Lolly yang sudah menjadi hak miliknya dimiliki oleh pria lain. Lion tidak akan membiarkan itu terjadi. 

__ADS_1


Lion bersumpah, akan menjadikan Lolly sebagai miliknya selamanya, ia akan melakukan segala cara agar bisa mengurung Lolly, agar bisa selalu berada di sisi wanitanya.


Menjerat, Lolly di dalam sanggar cintanya yang kini mulai menguasai segala isi hatinya.


Langkah pria itu, begitu panjang, menyusul langkah Lolly berjalan ke arah pintu ruangan. 


Sekali sentakan tangan kekarnya, saat berhasil meraih pergelangan tangan Lolly kembali. Lion menariknya kasar dan — kembali menyudutkan tubuh mungil itu di dinding. Segera saja, Lion kembali mengurung tubuh Lolly di dibalik punggungnya. 


"Permisi!" Ucap Lolly dengan intonasi dingin tanpa, menatap wajah Lion.


Namun pria itu, tidak bergeming sedikitpun. Ia semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh mungil Lolly.


"Menyingkirlah!" Sentak — Lolly dengan suara naik satu tingkat, dan menatap pria tinggi menjulang di depannya dengan kepala mendongak ke atas.


Lion masih menatap lekat wajah merah Lolly yang — menahan amarahnya. Pria itu bahkan memajukan wajah suramnya ke arah wajah Lolly, sehingga, jarak wajah keduanya kini sangatlah dekat.


Lion mendekatkan bibirnya di telinga Lolly yang ditutupi rambut coklat wanita itu. Dan — membisikkan sesuatu di telinga wanita yang begitu menatapnya penuh kebencian.

__ADS_1


"Sesuatu, yang sudah menjadi milik saya, maka… tidak satu orangpun yang bisa memilikinya. Termaksud — dirimu. Karena, kamu adalah wanitaku, sekarang." Lion begitu menekan setiap kata yang ia utarakan di dekat telinga Lolly. Membuat, wanita itu kembali meliriknya tajam dengan dada naik-turun menahan segala gejolak amarahnya.


"Ingat! Kamu, hanya milik saya. Dan … tidak boleh dimiliki oleh pria manapun. Kalau, itu terjadi. Maka … mereka tidak menyayangi nyawanya." Terang Lion kembali penuh ancaman.


"Egois!" Hanya satu kata yang keluar dari mulut bergetar Lolly yang mana air matanya sudah membasahi kedua pipinya.


"Saya, tidak peduli! Yang … terpenting, kamu hanya milikku," sahut Lion dengan seringai licik.


"Saya, tidak akan pernah sudi menjadi milik anda. Dan — saya lebih memilih mati." Lolly berteriak lantang di depan wajah Lion dengan posisi kepala mendongak ke atas dan mengeluarkan segala amarahnya.


Lion tentu tidak terima dengan perkataan Lolly. Apa, begitu tidak berharganya kah, dirinya, depan wanita mungil ini? Sehingga ia lebih memilih mati?


Lion menarik ujung bagian atas rok span selutut Lolly, agar lebih menempel di tubuhnya. Pria itu melayangkan tatapan, tajam dengan wajah semakin merah.


Pria itu kembali menempelkan kening mereka dengan sedikit kasar dan membuang nafas frustasinya di depan wajah imut Lolly. Membuat wanita itu refleks memejamkan matanya dengan erat, yang menghasilkan kerutan di bagian kedua kelopak matanya.


"Sebelum, kamu memilih mati. Maka, kamu harus melangkahi saya terlebih dahulu," bisiknya dengan nada berat dan serak.

__ADS_1


"Mulai, sekarang. Kamu, akan menjadi milikku dan … aku tidak peduli, kalau kamu menolak. Saya, akan melakukan berbagai cara agar kamu tetap menjadi milikku, sehingga, kamu sendiri pun tidak mempunyai hak atas dirimu." Lanjut Lion yang ucapannya tidak terbantahkan.


Membuat wajah Lolly, semakin tidak dapat diartikan. Antara terkejut atas ucapan Lion dan amarah mendengarnya.


__ADS_2