Emergency Bed Tuan Muda Kato

Emergency Bed Tuan Muda Kato
bab 61


__ADS_3

"Bisakah, kamu … melepaskan ku sekarang?" Lion berucap dengan sangat berhati-hati, takut istri mungil kesayangannya salah paham lagi.


Bukan kenapa, Lion ingin lepas dari jerat pelukan erat sang istri, yang membuatnya merasa tersiksa batin, saat sesuatu di area terlarangnya sudah menyesakkan segalanya di sana, hingga menjalar ke segala peredaran darahnya.


Yang membuatnya terasa tersiksa. Ingin nekat melakukannya kepada sang istri, ia takut melukai ketiga calon bayinya. Ingin membujuk, tapi respon sang istri tidak memadai.


Sehingga jalan yang tepat dan terbaik saat ini, yang Lion harapkan adalah, jalan pintas, yaitu kamar mandi.


Oleh sebab itu, ia berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan posesif Lolly, yang kini tubuh mungil istrinya menempel erat bagaikan perangko di dadanya yang tak tertutup oleh sehelai kain.


"Baby!" Seru Lion yang hanya bisa menghela nafas frustasi. Saat dengan usilnya, Lolly menggodanya dengan memainkan hidung mancung wanita itu di sekitar dadanya yang polos.


"Please!" Lion mengiba dengan suara tertahan.


"No!" Tolak Lolly, yang masih dengan kegiatannya. Yaitu, mengendus-endus wangi maskulin sang suami.


"Baby, love!" Rengek pria itu dengan meronta-ronta.


"Diamlah!" Sentak Lolly, yang menggigit dada berotot suaminya games. "Ini, keinginan mereka," sambung wanita itu yang kembali menghirup aroma wangi tubuh suaminya hingga ke bagian ketiak sang suami.


"Oh Tuhan, mereka paling menyukai aroma kamu di sini," sorak Lolly heboh saat berada di bawah ketiak suaminya itu, wanita hamil itu pun menghirup dengan tenang wangi di bagian tubuh suaminya yang baginya begitu berbeda.


Lolly bahkan, mengecup di bagian ketiak suaminya yang tanpa rambut itu, berulang kali.


Membuat Lion semakin uring-uringan dan panas dingin. Siapa yang tahu, kalau titik sensitifnya terletak di bagian tersebut.


"Ehem" Lion mencoba mengontrol perasaan itu dengan berdehem, jujur, saat ini pria itu begitu tersiksa dengan tingkah sang istri.


Lolly menulikan teguran dan suara suaminya, ia terus melakukan hal yang sangat menyenangkan bagi wanita hamil itu.


"Sayang!" Seru Lion kembali, kali ini, pria berwajah lembut kepada istrinya itu, menarik tubuhnya dari pelukan posesif Lolly.


Lolly yang begitu asyik menikmati wangi semerbak bagian ketiak suaminya, memasang wajah protes.

__ADS_1


"Kenapa, kamu menjauh? Apa, kamu tidak ingin aku memelukmu? Atau — kamu menginginkan, perawat tadi memeluk, tubuhmu?" Sentak Lolly yang raut wajah berubah berang. Tatapan mata wanita itu, langsung memicing tajam ke arah Lion yang kini sudah terduduk di pinggir ranjang pasien yang digunakan oleh sang istri.


"B-bukan, begitu honey," jelas Lion kelabakan, sambil menggaruk dagunya, ia begitu dipusingkan oleh seorang sikap tidak biasa wanitanya ini.


"Bohong! Pasti, kamu ingin menemuinya," sela Lolly yang kini tatapan matanya berubah berkilau, karena genangan air mata. Wajah wanita itu pun menjadi murung.


"Tidak, honey. Aku, hanya ingin …."


"Menyingkirlah," Sentak Lolly yang kini memunggungi Lion sambil memasang wajah merajuk.


"Aku, hanya ingin ke …."


"Aku, tahu. Kamu, pasti begitu tergoda dengan suster itu yang memiliki tubuh seksi. Iya, kan!" Tukas Lolly yang nada suaranya mulai bergetar.


Lion hanya bisa menganga, melihat berubah tingkah sang istri, dengan nafas frustasi, Lion meraup wajah rupawannya kasar dan mengeram tertahan dalam hati.


"Astaga, aku salah lagi," batinnya menjerit.


"Menjauhlah," ujar Lolly yang melepaskan tangan Lion dari pinggangnya sambil menggeser tubuhnya.


"Hati-hati, sayang. Nanti, kamu terjatuh," pungkas Lion yang menarik tubuh Lolly, yang sudah berada paling ujung tempat tidur.


"Lepaskan!" Tolak Lolly, merajuk. Saat Lion membalikkan tubuhnya dan memeluknya penuh sayang.


"Aku, hanya ingin memelukmu," bisik Lion. " Bukankah, mereka menyukainya, hm?" Sambung pria itu, sambil mengelus-elus perut Lolly lembut.


"Tidak, perlu," balas Lolly, yang menipis kembali tangan suaminya yang melingkar di pinggang.


"Maaf," bisik calon daddy itu, di belakang kepala Lolly.


"Menyebalkan," gerutut Lolly dengan mencebikkan bibirnya.


Lion tersenyum tipis, melihat wajah cemberut wanitanya, ia pun dengan gemasnya, mencubit hidung mancung Lolly, membuat istrinya mengeluh kesakitan. Lion hanya bisa tertawa lepas, saat Lolly berusaha membalasnya. Namun, lagi-lagi Lion merasa belum puas, sehingga pria itu menggigit gemas pipi istri yang terlihat kenyal dan sedikit berisi.

__ADS_1


"Sakit!" Rengek Lolly, manja. Dan, memberikan cubitan panas di dada polos Lion. Pria itu masih tertawa lepas hingga kepalanya tertarik ke belakang dan wajahnya berubah merah.


"Menyebalkan!" Pekik Lolly, menghadiahi suaminya dengan tepisan panas.


"Astaga, kamu kasar sekali," protes Lion yang mendesis kepedasan mendapatkan tepisan dari Lolly.


"Kamu, juga membuat wajahku merah," sahut Lolly sengit.


"Itu, karena aku terlalu gemas melihat wajah imut kamu, ini," jawab Lion yang menjepit kembali hidung istrinya.


"Sakit!" Aduh Lolly manja.


"Benarkah?" Tanya Lion, yang meniup hidung istrinya. "Maaf! Itu, karena aku terlalu gemas melihatmu," ucap Lion pelan dan tersenyum.


Pria itu, kini membawa kembali tubuh mungil Lolly ke pelukannya. Pria rupawan itu, mengecup seluruh sisi wajah istrinya berulang-ulang.


Lolly hanya bisa memejamkan mata, menikmati kecupan hangat suaminya itu, wanita itu juga membalas pelukan, pria yang sudah menjadi suaminya.


"Aku, menginginkan ini," timpal Lolly sambil menunjuk arah ketiak suaminya. Sontak Lion menghentikan kegiatannya yang masih asyik mengecup pipi kenyal Lolly.


"Apa?! Lion membeo.


"Mereka, menginginkannya," ujar Lolly dengan mata mengiba.


"Apa, mereka tidak menginginkan bagian tubuh yang, lain?" Gumam Lion.


"Cepatlah," sentak Lolly tidak sabar, memaksa suaminya mengangkat tangan Lion yang berada di bawahnya.


Setelah berada di posisi nyaman, Lolly menempelkan wajahnya di ketiak Lion yang bersih.


Menghirup dengan dalam wangi maskulin suaminya, Lolly bahkan tidak ingin berpaling dari area ketiak suaminya itu.


"Astaga, coba kalian meminta bagian yang, ajaib," batin Lion menjerit dan berharap.

__ADS_1


__ADS_2