Emergency Bed Tuan Muda Kato

Emergency Bed Tuan Muda Kato
bab 57


__ADS_3

"Brakk" pintu kamar rawat inap mewah itu , terbuka dengan kasar. Dan tidak lama kemudian, terlihat sosok pria bertubuh sempurna dengan nafas tersengal-sengal. dan wajahnya yang tampan terlihat merah juga di basahi keringat. Tanpa memperdulikan rasa lelahnya yang, sehabis mendaki hampir ratusan anak tangga darurat, hanya untuk bisa melihat wajah imut wanitanya.


Lion segera berseru nyaring, membuat para penghuni di ruangan itu tercengang, namun, tidak dengan Lolly yang malahan menangis kencang.


"BABY LOVE! Seru Lion menggelegar di kamar rawat tersebut. Dengan wajah khawatir bercampur terkejut.


"Dia, yang sudah membuatku seperti ini," sentak Lolly yang tiba-tiba menangis kencang. Membuat mommy Kim segera menenangkan calon menantunya itu.


"Mom, dad, g-granny," gumam Lion saat melihat keberadaan kedua orang tuanya dan juga granny yang memberikan tatapan menghunus tajam.


"Dasar, pria tidak bertanggung jawab. Teganya anda membuat aku seperti ini. Lihat! Karena, anda aku harus menanggung beban ketiga kecebong anda," pekik Lolly emosi dan terus menangis.


Lion yang ingin menanyakan keadaan wanitanya terhenti dan raut wajahnya kini berubah kebingungan dan heran.


"A-apa?! Tanyanya terbata.


"Tanggung Jawab, apa? Beban kecebong? Apa, itu kecebong?" Tanya Lion semakin bingung dengan wajah terlihat seperti pria idiot.


"Iya! Tanggung Jawab, karena sekarang saya sedang mengandung ketiga calon anak, anda," sambung Lolly kembali yang kini menangis di pelukan mommy — Kim.


"Apa, yang sedang kamu katakan, honey. Mengandung? Mengandung apa?" Kembali Lion bertanya dengan wajah semakin tidak mengerti.


"Mengandung, kecebong milikmu, bodoh," timpal granny.


"Pletak" dan mendaratlah, tongkat sakti granny di kepala Lion.


Lion hanya bisa mengusap kepalanya dan mulai berpikir keras, atas apa yang disampaikan oleh wanita kesayangannya itu.


"Jangan, mendekat!" Lolly melarang Lion untuk, mendekatinya.


"Tapi, aku merindukanmu, baby love," ujar Lion yang tetap melangkah mendekati wanitanya.


"STOP!" Pekik Lolly, sambil meringis kesakitan pada perutnya.


"STOP, Lion. Dia, sedang hamil dan hampir saja kehilangan ketiga calon cucu, mommy." Kim, mencegah putranya yang bersikeras untuk mendekati Lolly.


"Jangan, buat dia stres dan tertekan. Yang, akan membuat ketiga calon anak kamu dalam keadaan bahaya," sambung mommy Kim.


Lion kini membeku di tempatnya, dengan raut wajah syok. Mulutnya pun terbuka dengan kedua kelopak matanya berkedip-kedip tidak percaya.


Wajahnya tersirat rasa terkejut dan bahagia. "H-hamil?! Gumam pria itu lirih.

__ADS_1


"H-hamil? Anakku?" Tanya Lion dengan wajah linglung.


"Iya anak kamu. apa, kamu lupa membuatnya kapan? Kini granny kembali menimpali ucapan cucunya itu dengan wajah kesal.


"Ingat! Aku, mengingatnya." Lion kembali berkata lirih dengan tatapan nanar kepada Lolly yang masih terisak di pelukan, mommy Kim.


Lion kini berjalan pelan ke arah ranjang. Dimana Lolly dan mommy Kim berada. Dimana, Lolly masih menangis di pelukan mommy Kim. Dan — wanita itu terus mengelus punggung calon menantunya penuh kasih sayang.


"Lion!" Tegur mommy Kim pelan dengan tatapan mata penuh peringatan kepada putranya.


"Izinkan, aku bicara dengannya, mom. Aku, janji tidak akan terjadi apa-apa dengan mereka," mohon Lion dengan tatapannya kini, mengarah ke perut rata Lolly.


Lolly terlihat, menggeleng di pelukan mommy Kim, membuat wanita berwajah cantik dan tegas itu, menghela nafas dan menatap suaminya, yang sejak tadi terdiam di sofa bersama dengan — granny.


Arthur tampak mengangguk pelan, memberikan isyarat kepada istrinya, agar memberikan ruang untuk keduanya. Agar bisa saling mengungkapkan perasaan mereka.


Granny pun menyetujui pikiran putranya, itu dengan meng angkuk-angkuk pelan.


Kim pun menghela nafas berat kembali dan melepaskan pelukannya kepada Lolly dan memberikan isyarat kepada putranya untuk mendekat.


"Kalian, butuh bicara empat mata," timpal Kim.


"Ingat, pesan dokter. Kamu, harus tetap tenang dan jangan tertekan. Kalian, butuh bicara empat mata, mengenai, ketiga calon anak kalian. Pikiran, hari esok untuk ketiganya," imbuh, Kim sambil berlalu.


Lolly pun terdiam dengan wajah menunduk. Benar, apa yang dikatakan mommy Kim. Dia, harus memikirkan nasib ketiga calon buah hatinya kelak dan dia juga harus membahasnya dengan, sang penanaman bibit unggul di rahimnya.


Dengan sinis Lolly menatap pria tampan di sampingnya yang memperlihatkan, binar kebahagiaan.


"I love you," ucap Lion dengan air mata yang menetes, karena berita bahagia yang ia dapat.


Segera saja pria itu membawa tubuh mungil wanita kesayangannya kedalam pelukan hangat miliknya. Memberikan, kecupan bertubi-tubi di puncak kepala, wanitanya. Sambil membisikkan kata-kata penuh kasih sayang dan cinta.


Lolly hanya diam dengan wajah, masih berpikir keras. Wanita itu juga membalas pelukan pria yang merupakan, ayah dari ketiga calon bayinya.


Lolly mengeratkan, kedua tangannya di punggung lebar Lion dan menghirup aroma maskulin dan manis pria itu, yang kini membuatnya damai.


"Terimakasih," bisik Lion di atas puncak kepala Lolly.


"Hm! Gumam Lolly yang menikmati, sensasi pada wangi tubuh Lion.


"Kamu, menyukai wanginya, baby?" Tanya Lion yang tidak bosan-bosannya mengecup puncak kepala — Lolly.

__ADS_1


"Sepertinya, mereka menyukainya," gumam Lolly pelan di balik dada bidang pria itu.


"Benarkah?" Tanya Lion dengan tersenyum manis.


"Hum!" Kembali, Lolly hanya bergumam.


"Boleh, aku… menyentuh mereka?" Pinta Lion dengan hati-hati.


Lolly, menjauhkan wajahnya dari dada Lion dan mendongakkan kepalanya. "Cup!" Lion pun mengambil kesempatan itu, untuk — mengecup sekilas bibir mungil Lolly.


"Boleh, hm?" Bisik pria itu di depan wajah, wanitanya.


Lolly mengangguk, tanda memberikan izin kepada ayah dari ketiga calon bayinya.


Lion pun melipat kedua kakinya di atas lantai marmer, dan wajahnya mengarahkan kepada perut rata Lolly. Mengelusnya lembut sambil menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Lion sesekali, mendongak untuk melihat wajah Lolly, yang matanya pun berkaca-kaca.


Lion mendekatkan wajahnya di perut Lolly dan meninggalkan kecupan di sana, sembari mengajak ketiga calon bayinya berbicara.


"Terimakasih," bisik Lion dengan wajah menatap Lolly tulus.


Sedangkan, Kim, Arthur dan granny berada di luar kamar, menunggu keduanya untuk menyelesaikan masalah mereka. Setelah itu, mommy Kim akan mengambil tindakan yang sangat tepat untuk keduanya.


Demi masa depan ketiga cucu-cucunya. Kim, akan melakukan apapun, agar, calon cucu-cucunya itu terlahir dengan selamat. Kim juga sudah menyiapkan, antisipasi untuk hal-hal yang tak terduga datang, yang akan membahayakan ketiga cucu-cucunya kelak.


"Bagaimana, apa semuanya sudah siap?" Kim bertanya kepada anak buahnya yang baru saja tiba.


"Sudah, nyonya," jawab tegas pria bersetelan serba hitam itu.


"Hm! Berikan, kepadaku," pinta Kim sambil mengarahkan, telapak tangannya kepada anak buahnya.


Segera, anak buah Kim. Memberi sebuah map berisi berkas pernikahan, Lion dan Lolly.


Kim, tidak ingin menunggu waktu untuk menikahkan mereka. Tidak, perlu pernikahan mewah, yang terpenting, pernikahan keduanya sah di mata hukum dan agama.


Karena, kondisi Lolly masih terlihat belum baik-baik saja dan … juga seseorang di masa lalu putranya itu, masih berkeliaran di luar sana.


Kim hanya bisa berdoa, semoga putranya itu sudah benar-benar berubah dan mencintai Lolly dengan serius.



__ADS_1


__ADS_2